DREAM

DREAM
Diam-diam


__ADS_3

Jasmine masih mendengarkan Wingky yang tengah menghubungi seseorang. Setelahnya Wingky tampak memukul kepala motornya. Dia telihat kesal. Tak lama dia melajukan motornya. Tak ingin kehilangan kesempatan Jasmine pun membuntuti Wingky dari belakang.


Untung saja Wingky tidak mengemudikan motornya begitu cepat jadi Jasmine bisa dengan mudah mengikuti. Wingky tampak berhenti di salah satu rumah sambil menenteng belanjaannya. Tak lama dia disana kemudian dia kembali melajukan motornya mencari arah berlawanan.


Jasmine pun kembali mengikuti Wingky. 30 menit kemudian sampailah dia disebuah rumah yang cukup besar. Masih di kawasan cokro.


Wingky tidak masuk ke dalam. Dia duduk di atas motornya sambil mengirimkan pesan pada seseorang.


Tak lama perempuan yang diketahui bernama Agnes keluar dari rumahnya dengan berkacak pinggang.


"Pokoknya aku marah sama kamu. Kamu ingkar janji" kata Agnes ketus.


Wingky hendak meraih tangan itu tetapi buru-buru Agnes menepisnya.


"Aku lagi marah. Kamu pulang aja!" kata Agnes lagi dan menutup pintu gerbangnya.


Jasmine yang menyaksikan secara live merasa kaget.


Emang gini ya pacaran anak SMA?. Batinnya heran.


Wingky terdengarvmengumpat kesal. Kemudian mengendarai motornya meninggalkan rumah besar itu.


Jasmine kembali diam-diam mengikuti kemana perginya Wingky. Ternyata Wingky langsung pulang kerumahnya.


"Sepertinya ini rumahnya deh" kata Jasmine lalu mengakhiri kegiatannya sebagai penguntit.


...


Sore harinya Wingky yang merasa kesal kemudiam menuju taman kota. Biasanya dia akan ke taman kota setiap hari minggu atau hari libur lainnya. Tetapi entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa setiap ada kesempatan dia harus pergi kesana. Entah apa yang dia cari. Dia sendiri bingung.


Wingky berlari seperti biasa. Setelah lumayan berkeringat dia beristirahat sebentar di bawah pohon yang lumayan besar. Banyak yang juga beristirahat disana.


"Kayaknya sering liat kamu" kata seseorang tiba-tiba.


Wingky yang merasa juga hampir setiap ke Taman Kota bertemu orang itu pun mengangguk setuju.


"Iya aku senang olah raga disini " jawab Wingky.


"Kenalin Antony" kata orang itu yang tak lain adalah Antony.


"Wingky" jawab Wingky pula.


Mereka pun mulai mengobrol dengan akrab karena memiliki hobby yang sama.


"Akhirnya ada temannya juga. Dulu awalnya malas olah raga terus ketemu cewek disini. Katanya sering-sering aja kesini nanti pasti punya teman. Eh... Beneran" jelas Antony.


"Cewek?" Wingky membeo.


"Iya. Katanya sering juga kesini. Tapi aku ketemu dia sekali aja waktu itu. Namanya Leony" jawab Antony yang diangguki Wingky.


"Mungkin cewek itu" batin Wingky.

__ADS_1


"Habis ini mau kemana? Mau ikut kumpul gak?" tawar Antony.


"Kemana?" tanya Wingky. Dia juga butuh hiburan setelah pertengkarannya tadi dengan Agnes.


"Ke lapangan futsal. Ada arena nongkrong juga" jawab Antony.


"Kamu dari Cokro kan? biarin aja motornya disini. Nanti aku antar kesini lagi. Kita kesana pakai mobil ku" imbuhnya.


Wingky pun mengangguk setuju.


Mereka berdua pun menuju futsal center di ujung kota K. Saat diperjalan ponsel Wingky berbunyi.


Terlihat nama Agnes disana.


Wingky pun segera menerima panggilan tersebut. Wingky dan Agnes kembali beradu mulut hingga Agnes memutuskan panggilan secara sepihak.


"Pacar kamu?" tanya Antony tanpa mengalihkan pandangannya dari kemudi.


Wingky menggeleng.


"Bukan. Entah akan jadi pacar atau enggak. Kami sudah dekat dari SMP. Tapi dia susah didekati dan kami sering bertengkar. Tapi jujur aku sayang sama dia" jawab Wingky mengungkapkan isi hatinya. Sebenarnya Wingky tipe orang yang tertutup tentang masalah pribadinya. Entah kenapa dia merasa nyaman dengan Antony yang belum ada sehari dikenalnya.


"Kamu sudah menyatakan perasaanmu sama dia?" tanya Antony. Dia sudah lebih berpengalaman soal cinta.


"Sudah. Tapi katanya kami lebih baik berteman tapi dekat dulu. Dia belum diperbolehkan pacaran. Tapi kami sudah sering pergi jalan-jalan berdua" jelas Wingky.


Antony pun menggut manggut saja.


Jiwa laki-laki Wingky merasa tertantang mendapatkan cewek yang sulit di dekati seperti Agnes. Intinya Wingky tipe orang yang senang berjuang. Dan merasa bangga bila apa yang diinginkannya bisa dia dapatkan.


Apakah itu cinta? Tanya Wingky pada dirinya sendiri.


Entahlah.. Wingky pun tidak tahu jawabannya.


Saat sudah sampai di Futsal center Wingky dan Antony tidak ikut bermain. Mereka hanya menonton saja karena masih merasa lelah setelah tadi berlari mengitari Taman Kota.


Di tengah lapang sedang ada Doni dan Edo dan beberapa teman lain yang tengah bermain futsal.


Doni dan Edo tampak saling ber tos ria saat memenangkan pertandingan.


"Yang itu" Antony menunjuk pada Doni dan Edo." mereka teman aku biasanya setiap futsal. Yang lebih putih namanya Doni yang sawo matang namanya Edo" Jelas Antony. Karena perbedaan warna kulit Doni dan Edo lumayan mencolok.


Wingky memperhatikan wajah Doni , entah pernah bertemu atau mirip siapa. Yang jelas melihat Doni mengingatkannya pada seseorang.


Tak Lama kemudian Doni dan Edo menghampiri Antony.


"Halo bro" sapa Doni menyapa Antony sambil ber tos ria.


"Kenalan teman ku. Namanya Wingky" kata Antony.


Doni dan Edo pun bergantian berkenalan dengan Wingky.

__ADS_1


Wingky kembali memperhatikan wajah Doni dengan seksama. Rambut pirang, kulit putih dan hidung mancung.


"Siapa ya?" Wingky nampak mengingat sesuatu tapi dia tidak ingat sama sekali.


Mereka pun berbincang cukup lama.


"Gimana jadi ikut kumpul?" tanya Edo pada Doni.


" Jadi tadi si Oon udah aku minta tolong bawain baju" jawab Doni yang diangguki Edo.


"Siapa lagi Oon?" tanya Antony.


"Pacar ku" jawab Doni enteng tapi seketika juga dia mendapat geplakan di kepala oleh Edo.


Bukannya marah tapi Doni malah tertawa ngakak.


"Ganti lagi? Bukannya Cindy?" tanya Antony terheran.


Belum sempat menjawab pertanyaan ponselnya sudah berdering.


Tertera nama Leony disana.


"Iya iya aku ke depan sekarang" jawab Doni.


"Itu pacar aku di depan" kata Doni menunjuk Leony yang tengah duduk di atas motor. Penampakan Leony terlihat jelas karena gedung tersebut berdinding kaca.


Doni bergegas menghampiri Leony.


Antony dan Wingky menatap tidak percaya pada apa yang dia lihat.


"Gila... Beneran Leony pacarnya Dion. Gila Gila Gila" rancau Antony saking terkejutnya.


Edo tertawa geli.


"Cindy gimana?" tanya Antony pada Edo.


"Kayak gak tahu Doni aja. Dia kan Play boy" jawab Edo masih tertawa.


"Tapi hebat banget. Gak main-main pacarnya" kata Antony sedikit kecewa.


"Emang kamu gak lihat mereka mirip?" pertanyaan Edo seketika menyadarkan Wingky kalau dia merasa mengenal Doni karena teringat wajah Leony.


"Maksudnya mereka sodara?" tanya Antony kemudian.


Edo mengangguk membenarkan.


"Mereka sepupu. Satu Kakek Nenek dari pihak ayah" jawab Edo.


"Ternyata dunia ini sempit" kata Antony dengan senyum lebarnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2