DREAM

DREAM
Aku....


__ADS_3

*lima tahun lalu...


saat itu alana masih berusia 11 tahun, tengah malam alana mendengar pertengkaran cukup keras, alana pun terbangun dan menuruni tangga menuju ruang tengah dan ternyata disana terdapat bunda dan ayahnya sedang berdebat, disana pula ada wanita seumuran dengan bundanya juga ada seorang gadis yang seumuran dengannya.


alana tidak berani untuk turun kebawah, ia hanya mengintip saja.


"Aku gak akan mau dimadu, gak akan pernah mau!" ucap bunda alana 'Resa' sambil menangis.


"Tapi aku sudah menikahi mayang dan kamu harus menerima dia sebagai madumu dan juga menerima kania sebagai anakmu!" tegas 'Tio' ayah alana.


Resa hanya bisa menangis sambil menatap nanar suaminya itu, ia juga melirik kearah mayang yang sama sekali tidak prihatin padanya.


"Baiklah. kalo begitu aku mau kita pisah!" tegas resa menatap tajam kearah suaminya.


"Tidak bisa. fikirkan alana sebelum kamu memutuskan itu!"


"Apa kamu memikirkan alana sebelum kamu menduakan aku hah?"


tio hanya diam..


"Kita pisah. dan aku akan ajak alana dari sini, dan akan memperjuangkan anak ku dipengadilan agar dia tidak lagi bertemu dengan ayahnya yang tidak tau diri sepertimu!" tegas resa.


dengan langkah cepat resa ingin kekamar putrinya, namun ia melihat alana yang duduk.sambil menangis didekat tangga.


"Bun..da!" isak alana.


alana sudah paham apa yang terjadi pada orang tuanya maka dari itu ia menangis apalagi melihat bundanya juga menangis.


resa menghampiri alana sambil menghapus air matanya. "Sayang ayo kita pergi dari sini!" ajak resa.


alana hanya mengangguk, dengan cepat resa merapihkan barang-barangnya juga merapihkan barang-barang alana kemudian kembali kebawah dan hendak pergi.


"Resa aku mohon jangan pergi.. jangan bawa alana, dia anakku!" ucap tio memohon.


"Jika itu mau kamu, maka kamu tinggal pilih, aku dan anakmu atau mereka yang entah siapa itu." ucap resa tanpa memandang tio. sedangkan alana hanya mampu menangis ditengah orang tuanya.


"Resa mana mungkin aku bisa memilih.."


"Kalau begitu lupakan aku dan alana, kamu terlalu serakah sampai kamu bahkan tega menyakiti hati anakmu!"


resa dengan cepat menggandeng tangan alana dan keluar dari rumah itu.


resa membawa mobil sambil menangis, alana yang duduk dibelakang hanya bisa diam juga meneteskan air matanya.


tiba-tiba..


tin..tin...tin....

__ADS_1


brakk....


mobil yang dikemudikan resa bertabrakan dengan mobil yang hendak belok.


banyak orang yang datang menolong, namun kerusakan hanya terjadi dibagian depan dan resa mengalami luka parah tapi alana sama sekali tidak terluka ia hanya syok.


resa dibawa kerumah sakit oleh warga dan alana mengikuti terus bundanya.


"Bunda... hiskk..bun..da..." panggil alana.


resa membuka matanya perlahan, dengan menahan semua rasa sakitnya ia mencoba tersenyum kearah putrinya.


"Al..alana.." panggil resa.


"Iya bun alana disini.. bunda tolong cepet sembuh.. alana sayang bunda." ucap alana.


"Al..tolong dengerin bunda.. apa..pun yang alana lihat hari ini tolong jangan membuat alana trauma sayang, jangan benci ayah kamu juga."


alana hanya menggeleng.


"Al..say..sayang bunda kan?"


alana mengangguk.


"Kalo gitu alana harus denger nasihat bunda, alana tolong jaga diri baik-baik ya.. bun..da sayang alana!"


alana menangis dengan isakan, alana memeluk tubuh bundanya yang terbujur kaku.


"BUNDA..." jerit alana.


tak lama ayah beserta mama tiri alana sampai dirumah sakit.


"Alana.." panggil tio.


alana menoleh kearah tio tanpa ekspresi apapun, enggan menatap tio akhirnya alana kembali menatap bundanya.


dan sampailah dimana bunda alana dikuburkan, ditempat pemakaman umum, disebuah gundukan tanah yang penuh dengan bunga itu alana hanya menangis, sekarang tidak ada lagi bundanya, bunda yang menyayanginya dan selalu menjaganya.


"Alana ayo kita pulang?!" ajak tio dengan lembut.


alana menghempaskan tangan tio yang ada dibahunya.


"Pergi sana, karna anda bunda saya meninggal, pergi sana! saya sangat membenci anda!" tegas alana.


mendengar itu tio merasa sangat sakit hati, ia tak menyangka bahwa putrinya sekarang membencinya, bahkan tidak lagi memanggilnya dengan sebutan ayah.


"Alana ini ayah sayang, ayo kita pulang kamu harus makan dan istirahat!" ajak tio.

__ADS_1


"Ayah mana yang begitu kejam membunuh bunda dari seorang anak berumur 11 tahun hah?"


"Ayah tidak membunuh bundamu, itu murni kecelakaan sayang, kamu sendiri ada disana saat kejadian."


"Memang. memang itu adalah sebuah kecelakaan, tapi seandainya anda tidak menyakiti hati bunda itu semua gak akan terjadi, bunda gak akan meninggal!" tegas alana.


alana kembali menangis dan memeluk nisan bundanya, hingga tanpa sadar tiba-tiba alana pingsan.


alana terbangun dan ia sudah ada dikamarnya, disampingnya sudah ada tio yang duduk dikasurnya juga mama tirinya yang berdiri dibelakang tio.


"Alana, ayo kita makan!" ajak tio tersenyum pada alana.


alana hanya menatap enggan kearah tio.


"Pergi!" titah alana tanpa menatap tio maupun mama tirinya.


"Tapi al kamu harus makan?"


"saya bilang pergi!"


"tapi..


"PERGI!" tegas alana.


dengan menghela nafas pelan tio pun berdiri lalu meletakkan nampan berisi makanan dimeja samping ranjang alana.


"Makanlah!" titah tio, ia pun pergi mengajak mayang bersama keluar dari kamar alana.


sejak saat itu alana tidak pernah menatap ayahnya, bahkan saat ayahnya menyuruhnya untuk bermain bersama kania, yang dibilang adik nya itu alana hanya diam.


kania seumuran dengannya, mereka hanya beda jarak bulan dan alana lahir terlebih dahulu.


kania bukan anak kandung tio, kania adalah anak hasil pernikahan mayang dengan suami pertamanya.


hingga dua tahun berlalu tio meninggal karna mengalami kecelakaan saat perjalanan bisnis keluar negri, pesawat yang ditumpangi tio kehilangan kendali dan jatuh disebuah gunung, beruntung jasadnya utuh dan bisa dikuburkan dengan layak.


sejak saat itu alana tinggal dengan mama dan juga adik tirinya, mayang juga kania bersikap kasar juga sering menyiksa alana dan alana hanya diam dan menerimanya.


mayang dan kania tidak berani mengusir alana karna alana adalah alih waris yang sah dari semua harta tio, tio mewariskan segala hartanya pada alana termasuk rumah yang mereka tempati, namun karena alana masih kecil semua aset itu kini disimpan pada kuasa hukum tio dan akan memberikan pada alana saat alana sudah dewasa.


alana tumbuh menjadi gadis yang pendiam dan juga tidak bisa bergaul, meski harta ayahnya sangat banyak dan berlimpah alana selalu sekolah dengan beasiswa, alana tidak pernah keluar uang kecuali untuk membeli buku-bukunya.


namun berbeda dengan mayang dan kania yang selalu menghambur-hamburkan uang.


untunglah alana masih memiliki paman, dia adalah adik resa 'Rio'. meski sibuk dengan bisnis diluar negri rio membantu mengurus perusahaan milik ayah alana hingga harta alana tidak berkurang namun bertambah karna bantuan rio.


rio yang tinggal diluar negri tidak mengetahui keponakannya yang sangat ia sayang selalu disiksa oleh mayang dan juga kania.

__ADS_1


alana sendiri tidak jujur jika mayang dan kania tidak memperlakukannya dengan baik karna ancaman dari mayang juga kania yang akan membunuh pamannya dengan menyuruh pembunuh bayaran, maka dari itu alana hanya diam dan tak mengadukan apapun pada siapapun*.


__ADS_2