DREAM

DREAM
Berkunjung


__ADS_3

“Berapa lama?” tanya Wingky kemudian. Posisi sekarang mereka sudah saling berpelukan.


“Paling lama seminggu” jawab Leony sambil memperhatikan wajah suaminya yang semakin muram itu.


“Lama sekali, gak bisa dipercepat? Masak kamu tega sama suami sendiri harus puasa seminggu? Baru beberapa hari tau rasanya sekarang puasa lagi” gerutunya pelan.


Leony hanya terkekeh saja.


“Sabar sayang” kata Leony sambil mengelus wajah tampan suaminya itu.


Wingky menghela nafas kasar.


“Ngenes banget nasib pengantin baru ini” gumannya nyaris tak terdengar.


Leony hanya tertawa kecil.


“Ayo tidur, besok kita harus kerja lagi. Sayang besok ngajar sampai malam ya?”.


Wingky pun mengangguk sebagai jawaban.


Wingky usap-usap punggung istrinya berusaha menghilangkan hasrat tubuhnya yang sudah ingin meledak tetapi harus ditahan karena sarangnya sedang tidak bisa dikunjungi.


Pagi datang. Leony sudah sibuk di dapur. Dia buatkan sarapan spesial untuk suami tercinta yang request nasi goreng seafood.


“Oke baiklah. Kita mulai masak” kata Leony menyemangati diri sendiri.


Nasi goreng ala Leony dibuat dengan cinta. Pertama dia lumuri cumi yang sudah dibersihkan dan dipotong dan udang dengan perasan jeruk nipis kemudian disisihkan. Tahap selanjutnya dia mulai mencuci brokoli dan memotongnya kecil-kecil. Kebetulan kemarin dia hanya beli brokoli dan wortel. Karena Brokoli lebih cepat busuk maka dia habiskan dulu stock yang ada.


Hampir 30 menit berkutat dengan masak-memasak akhirnya nasi gorengnya jadi juga. Saat selesai menghidangkan ternyata Wingky sudah duduk di meja makan masih menggunakan baju tidur yang semalam digunakan.


“Baru bangun sudah nyium bau masakan. Nanti habis makan saja mandinya” Wingky menjelaskan tanpa diminta.


Leony pun hanya terkekeh saja. Dia letakkan nasi goreng di depan suaminya itu,


“Kok cuma satu?” tanya Wingky.


“Aku gak biasa makan nasi pagi-pagi yank” jawab Leony tertawa kecil,


Wingky menepuk jidatnya sendiri.


“Gara-gara gagal semalam jadi tidak fokus” kata Wingky yang kembali mengingat kegagalannya kemarin.

__ADS_1


Leony tergelak. 


“Ada-ada aja kamu yank” kata Leony sambil geleng-geleng kepala.


Leony mengambil roti gandum dan mengolesi selai kacang serta menuangkan susu kedelai ke dalam mug yang dia beli kemarin. Mug berwarna pink dengan gambar beruang couple dengan suaminya.


“Kalau aku gak makan nasi rasanya kayak belum makan” balas Wingky terkekeh. Dia memakan nasi gorengnya dengan lahap. Apalagi udang dan cuminya ditambahkan tepung jadi sangat crunchy di mulut.


“Aku harus jaga pola makan. Keluargaku kan punya riwayat hipertensi yank. Aku gak mau berakhir seperti Ibu” kata Leony mendadak sendu. Dia selalu sedih bila mengingat Ibunya yang meninggal karena penyakit hipertensi yang dideritanya.


Wingky mengelus rambut istrinya.


“Ibu sudah tenang disana. Kamu jangan sedih lagi ya” hibur Wingky. Leony pun mengangguk kemudian mereka melanjutkan sarapan mereka.



Leony sudah tiba dirumah. Wingky masih ada mengajar 2 kelas. Kemungkinan jam 10 baru selesai mengajar. Leony memilih yoga sebentar. Yoga yang masih bisa dilakukan dengan nyaman saat datang bulan. Setelahnya dia lalu mandi dan berdandan. Rencananya dia akan berkunjung ke kampus Wingky. Tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Ini memang bukan kali pertama Leony kesana jadi dia sudah cukup mengenal rekan-rekan sesama dosen suaminya.


Leony sudah siap dengan white top, denim shirt dan beige trousernya. Penampilan yang sederhana tetapi sangat memukau. Rambut panjangnya di blow dengan tambahan anting pearl yang menambah kesan elegan pada penampilan Leony kali ini. Selain itu dia juga memiliki wajah yang manis dan babyface, dia tidak kelihatan seperti istri dosen tapi lebih cocok sebagai mahasiswa.


Jam setengah 8 dia sudah sampai di halaman kampus. Dia sengaja menunggu di kantin sekalian makan malam. Saat memasuki kantin tak sedikit yang diam-diam melirik ke arahnya. Wajah manisnya memang membuat orang sampai dua kali melihat kerahnya.


Leony duduk di pojokan seorang diri. Dia sudah memesan soto ayam, sepiring nasi dan juga air mineral. Saat hendak menyantap makanannya seseorang mengelus puncak kepalanya. Dia dongakkan kepalanya ternyata sang suami sudah berdiri disana. Sontak saja hal itu mengundang kehebohan seisi kampus. Mereka banyak yang berasumsi ini dan itu. Selama ini Wingky tidak pernah mengumbar kemesraan mereka di sosial media, jadi mahasiswanya tidak ada yang tau bagaimana rupa istri dari seorang Mr Wingky. 


Wingky menarik kursi dan duduk disebelah istrinya.


“Kenapa tidak bilang mau kesini?” tanya Wingky. Dia sangat terkejut tadi melihat istrinya masuk ke dalam kantin. Dari jauh dia sudah mengenali istri cantiknya itu.


“Hehehe… kejutan buat pak dosen” jawab Leony sambil tersenyum.


“Sayang sudah makan?” tanya Leony.


“Belum, 5 menit lagi aku harus ngajar. Gak apa-apa ya aku tinggal?” tanya Wingky sambil melirik jam di tangannya.


“Iya gak apa-apa, sudah sana ngajar” usir Leony dengan nada manja.


Wingky hanya terkekeh saja. Kalau tidak di area kampus mungkin dia akan mencium pipi istrinya itu bertubi.


“Ya udah, aku ngajar dulu” pamit Wingky yang diangguki oleh Leony.


Kemesraan itu menjadi buah bibir mahasiswa yang ada di kantin itu juga.

__ADS_1


“Siapa sih?” itu adalah salah satu pertanyaan mereka.


Leony kemudian mulai melanjutkan makannya yang terjeda. Dia makan dengan pelan sambil meniup-niup kuah sotonya. Selesai makan Leony pun memilih berkeliling kampus sambil menunggu pujaan hati yang masih harus mengajar satu kelas lagi.


Saat sedang berkeliling dua orang mahasiswa mendekati Leony.


“Semester berapa mbak?” tanya salah satunya.


Leony tersenyum sebelum menjawab.


“Saya bukan mahasiswa disini” jawab Leony kemudian.


“Oh ya? Saya kirain mahasiswa disini. Kenalkan nama saya Angga. Ini teman saya Didi” kata orang itu memperkenalkan diri.


“Oh halo Angga dan Didi. Salam kenal. Nama saya Leony” ujar Leony.


“Leony ada urusan apa disini?” Angga sudah merubah panggilan mbak nya menjadi nama.


“Saya menunggu suami saya lagi ngajar” jawab Leony sambil tersenyum.


Duar… seperti bunyi petasan rasanya keterkejutan Angga.


“Oh maaf, Anda istri siapa?” katanya malu sendiri.


“Saya istrinya Pak Wingky, Dosen Bahasa Inggris” jawab Leony masih bersikap ramah.


Mendengar nama Wingky baik Angga maupun Didi menelan ludahnya kasar. Dosen yang terkenal galak dan tegas tapi asyik cara mengajarnya.


“Oh kalau gitu kami pamit dulu Mbak” kata Angga dan Didi buru-buru meninggalkan Leony.


Leony hanya tersenyum saja melihat Angga dan Didi yang buru-buru kabur itu.


“Apa suamiku galak ya kalau ngajar? baru dengar nama Wingky sudah ketakutan wajah mereka” kata Leony terkekeh.


Jam 9 lebih 30 menit Wingky sudah selesai mengajar. Dia sudah menelpon Leony untuk menunggu di salah satu titik.


Melihat istrinya yang menunggu seorang diri Wingky langsung mendekat dan merangkul masuk ke dalam mobil.


“Eh siapa sih itu? bukannya Mr Wingky sudah menikah ya?” tanya salah satu mahasiswa dengan temannya. Didi dan Angga yang juga ada disana pun kemudian ikut menjawab.


“Itu istrinya” jawab Angga dan didi kompak.

__ADS_1


“Apa?” tanya mereka kompak saking terkejutnya.


Bersambung...


__ADS_2