DREAM

DREAM
ingin


__ADS_3

bel istirahat...


Rena, kania juga raynad tak kunjung kembali dari ruang kepala sekolah. apa masalahnya sangat serius hingga mereka membicarakannya hingga berjam-jam.


"Al ayo al kekantin, perut aku udah laper ih!" ajak rival.


sejak bel istirahat rival mengajak alana kekantin namun alana tidak mendengarkannya dan mengabaikannya.


"Al ayo al!" ajak rival seraya menarik tangan alana.


namun alana menepisnya.


"aku gak mau, aku mau tunggu mereka kembali!" tegas alana.


"Mereka bakalan lama al." jawab rival.


"Gimana kamu bisa tau?"


"karna rena dan kania dipanggil tuh karna ulah mereka sendiri!"


"Emang apa yang dilakukan rena dan kania?" tanya alana tak mengerti.


rival menepuk dahinya dengan kencang, terkadang alana ini sangat lemot.


"Kamu kemarin dikunci dan dikurung didalam kegelapan kamar mandi itu karna ulah mereka!" tegas rival.


alana terkejut bukan main, bagaimana semua orang bisa tau jika dirinya saja menyembunyikan semuanya dari semua orang.


alana langsung berlari dan membuat rival bingung kemana alana akan pergi terburu-buru, rival mengikuti langkah alana yang menuju ruang kepala sekolah, rival terkwejut dan langsung menyamai langkah alana.


baru saja akan membuka pintu ruaangan kepala sekolah rival menarik tangan alana.


"Al apa yang mau kamu lakuin?" tanya rival.


"Aku mau bilang kekepala sekolah untuk tidak mempermasalahkan masalah ini, itu sudah berlalu!" tegas alana dan langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu lagi.


alana masuk dan melihat ruang kepala sekolah yang lumayan banyak orang, dan disana alana melihat ada mayang, berarti pihak sekolah sudah memanggil orang tua rena juga kania.


rena dan kania terlihat terduduk menangis seperti menyesali perbuatan mereka.


"Alana apa yang kamu lakukan disini? kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu?" tanya sang kepala sekolab bernama 'Eko'.


"Pak saya kemari untuk bertanya apa rena dan kania dipanggil karna masalah saya yang dikurung dikamar mandi?" tanya alana.


"Iya alana, ini pemilik sekolah langsung yang mengetahui masalahnya dan meminta untuk menindak lanjuti mereka sampai kapok atau mereka akan berulah lagi." jelas eko.


"Pak kalo ini karna masalah saya, jadi saya mohon dengan segala hormat tolong hentikan dan jangan hukum rena atau kania pak!" titah alana.


yang lain mengira alana akan membalas atas perbuatan rena juga kania tapi ternyata alana meminta agar permasalahannya tak lagi diperpanjang.


"alana ini permintaan dari pemilik sekolah. "Ucap pak eko.

__ADS_1


"Maka biarkan saya bicara pada pak eko, saya akan katakan untuk jangan mempermasalahkan masalah ini, mereka memang bersalah namun itu hanya keisengan aja kok pak, gak ada unsur kesengajaan!" jelas alana dan yang lain hanya diam.


rival dan raynad yang menjadi saksi tentang kejadian sebenarnya tak habis fikir, bagaimana alana bisa memaafkan dengan begitu mudah sedangkan kemarin alana sendiri hampir mati ketakutan.


"Alana kamu memaafkan rena dan kania meski mereka telah melakukan hal yang yang buruk pada kamu?" tanya bu indah selaku wakil kepala sekolah.


"Bu memaafkan adalah tugas sesama manusia, tidak ada manusia yang berhak marah atau menyimpan dendam bu." jawab alana begitu lembut.


para guru yang ada disana tertegun dengan ucapan alana begitu pula dengan raynad juga rival yang mendengarnya.


"Saya mohon tolong jangan hukum kania juga rena." ucap alana lagi.


Kepala sekolah beserta guru yang ada disana berunding sebentar, lalu kepala sekolah itu kembali menatap alana sambil tersenyum.


"Alana kami akan melakukan yang tepat pada rena dan kania, kamu tidak perlu cemas dan kamu bisa kembali kekelas kamu!"titah kepala sekolah.


alana menganggukkan kepalanya setuju.


"Raynad kamu juga bisa kembali kekelas!" titah kepala sekolah dan raynad mengangguk setuju.


raynad menyusul alana keluar dari ruang kepala sekolah.


rival menatap alana bingung. "Kenapa kamu dengan mudah memaafkan mereka alana?" tanyanya.


"Aku juga ingin tau alasannya al."timpal raynad yang baru muncul dari balik pintu.


"Aku gak mau kania dan rena susah kasihan mereka!" jawab alana.


"Sudahlah, aku sudah memaafkan mereka, lagian marah juga gak akan mengubah keadaan val"


"Tapi setidaknya kamu seharusnya setuju jika rena dan kania dihukum!" ucap raynad.


"masalah hukum biarkan tuhan saja yang menghukum mereka, aku justru merasa bersalah kalo sampai nanti aku yang menghukum mereka.


"Al kamu terlalu baik!" kesal rival dan langsung pergi begitu saja. alana bisa melihat rival kesal padanya.


raynad menatap alana dan mengajaknya entah kemana, padahal seharusnya mereka kembali kekelas.


"Ray kita mau kemana? kita harusnya kembali kekelas?" tanya alana bingung.


"Kita pergi bentar!" ucap raynad terus menarik alana.


alana dan raynad berhenti ditaman belakang sekolah.


"Untuk apa kita kesini?" tanya alana bingung.


"Aku mau kita berdua ngomong serius!" ucap raynad menatap dalam alana.


"Ngomong masalah apa?"


"Kita berdua."

__ADS_1


alana jadi gugup, entah apa yang akan dikatakan oleh raynad kenapa raynaf menatapnya begitu dalam.


"Al kamu jujur sama aku, kamu suka sama rival atau enggak?"


alana sontak terkejut dengan pertanyaan raynad,entah apa yang akan alana katakan.


"Al jawab, kenapa diam aja?" tegur raynad lagi.


"Aku ke rival sayang, dia adalah sahabat aku sejak lama aku menyayangi dia layaknya saudara!" jelas alana.


"Terus gimana kalo sama aku?" tanya raynad dan membuat detak jantung alana berdetak dengan cepat, bagaimana ini? apa yang akan ia katakan pada raynad.


"Jawab alana.." titah raynad.


alana menundukan kepalanya lalu menggeleng. "Aku gak tau!"jawab alana.


alana berbohong, ia tau perasannya pada raynad adalah perasaan yang istimewah.


"Aku suka sama kamu al.." ucap raynad dan sontak membuat alana terkejut bukan main menatap raynad.


alana diam tak bisa berkata-kata dan justru raynad lah yang banyak bicara.


"Aku mencintai kamu al, gak tau sejak kapan tapi aku baru menyadarinya beberapa hari ini!" lanjut raynad.


entah alana harus merespon bagaimana, ia senang pria yang ia cintai juga mencintainya, namun alana memikirkan banyak perasaan.


"Kamu gimana al sama aku?" tanya raynad lagi.


alana menatap mata raynad yang menatapnya penuh harap, alana sama sekali tak tega dan tidak tau harus bilang apa.


perasaannya sungguh sangat senang karna ungkapan perasaan raynad itu.


"Jujur aja aku kaget dengar pernyataan kamu ini, tapi ray kalo kita bersama bakal banyak hati yang tersakiti apalagi banyak yang menyukai kamu!" ucap alana lirih.


"Alana, dalam sebuah hubungan itu kita yang menjalani, manis pahitnya kita yang lalui, bukan urusan kita memikirkan perasaan orang lain sedangkan mereka gak memikirkin perasaan kita!" jelas raynad mencoba memberi alana pengertian.


"Tapi kita gak boleh egois!"


"kita juga gak boleh terlalu baik hati sampai kita tidak bisa menyakiti orang lain tapi kita menyakiti hati kita sendiri al!"


alana diam.


memang benar yang dikatakan raynad, tapi alana masih ragu untuk mengatakan kebenaran pada raynad.


"Sekarang intinya kamu mencintai aku atau.enggak?"tanya raynad yang membuat alana diam. bingung antara jujur atau tidak, tapi ini adalah kesempatan bagus untuk alana bersama dengan raynad yang sudah sejak lama alana cintai.


"Apa boleh aku meminta waktu untuk merenungkannya?"tanya alana.


raynad menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tulus pada alana.


"Jawab kapanpun kamu siap, aku akan selalu nunggu kamu!" jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2