
Leony tanpa sadar terus memperhatikan Wingky dan Agnes yang terlihat saling mencintai itu. Dia tidak bisa menutupi rasa sedihnya, terlihat dari sorot matanya yang begitu sendu.
Teman-teman sekelas yang lain sudah menuju motor masing-masing tapi Leony masih berdiri ditempatnya memandangi dua sejoli yang tengah di mabuk cinta itu.
Entah sejak kapan Wingky pun menoleh ke arah Leony. Mereka bertatapan cukup lama. Leony dengan kesedihannya sedangkan Wingky dengan banyak pertanyaan di kepalanya, salah satunya adalah "kenapa?".
Wingky kembali berasumsi kalau cerianya Leony tadi di kelas sebenarnya menutupi rapuhnya dirinya. Dia juga berpikir bahwa Leony memiliki depresi yang tidak bisa dia ungkapkan.
Wingky menggelengkan kepalanya. Tidak ingin ikut campur urusan orang lain.
"Sudah?" tanya nya pada Agnes.
Agnes mengangguk kemudian motor Wingky sudah melesat meninggalkan halaman gedung.
Leony masih terus menatapi kepergian suaminya itu. Dia menghela nafas berkali-kali.
Apakah aku sanggup tiga bulan ke depan ini melihat kemesraan mereka? Batinnya.
"Bengong aja?" tanya Stave yang baru saja keluar dari gedung.
"Ah.. Mr. Saya hanya sedang kepikiran mau lewat jalan mana. Karena tadi ada macet panjang di jalan yang saya lewati" jawab Leony beralasan.
Stave mengangguk mengerti.
"Kamu dari mana?" tanya Stave kemudian.
"Aku dari Jalan Damai kak" jawab Leony.
"Oh... Coba lewat gang mawar saja nanti ketemu terusan jalan pelita" Stave berusaha memberikan solisi dimana kira-kira tidak terlalu macet.
Leony tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih Mr. Kalau begitu saya duluan ya Mr" kata Leony pamit duluan.
Stave hanya tersenyum kemudian mengangguk dan berjalan menuju mobilnya terparkir.
Leony tidak mengikuti saran Stave. Dia malah melewati jalan rumah Wingky. Tepatnya rumah lama Wingky. Karena setelah lulus S2, Wingky membeli rumah baru di kota D. Rencana Tempat tinggalnya bersama Leony setelah menikah. Tetapi sebelum itu terwujud ternyata Leony malah kembali ke masa lalu.
"Kenapa aku malah kembali kesini? Dan keadaannya berubah. Tidak sesuai dengan ingatanku. Banyak hal yang berubah. Terutama dengan pertemuanku dengan Wingky. Awal bertemu Wingky , dia sangat baik dan ramah. Tidak seperti sekarang yang bahkan tersenyum saja dia enggan".
Tak terasa dia sudah sampai di dekat rumah Wingky. Rumah Wingky terlihat berbeda dari dia terakhir kali kesini. Banyak yang direnovasi tahun-tahun mendatang.
Leony ingat dulu dia pernah kesini menjenguk orang tua angkat Wingky yang tengah sakit. Wingky sudah yatim piatu sejak masih di sekolah dasar. Dia kemudian diangkat anak oleh bibi dari pihak Ibu yang mempunyai suami berdarah asing. Bibinya juga tidak mempunyai anak sehingga kasih sayangnya tercurah penuh untuk Wingky seorang.
Leony berhenti di salah satu Minimarket tidak jauh dari rumah Wingky. Dia membeli es krim cup juga 1 buah donat tak lupa air mineral berukuran sedang. Di depan minimarket itu tersedia juga tempat duduk dan meja bundar. Leony duduk disana dan mengingat kembali bagaimana kedekatannya dengan Wingky saat mereka masih kuliah dulu.
"Yank.. ke rumah bentar ya ambil kamus. Ada Mama kok" kata Wingky kala itu.
Leony pun mengangguk setuju.
Leony meletakkan tangannya di pundak Wingky saat dalam perjalanan ke rumah Wingky, tapi dengan cepat Wingky memindahkan tangan Leony untuk memeluk erat tubuhnya.
Dalam jarak sedekat ini Leony bisa mencium aroma khas tubuh Wingky. Dia sandarkan kepalanya di punggung tegap milik Wingky.
Satu tangan Wingky memegang stang motor sedangkan tangan lainnya mengelus tangan Leony yang berada di atas perutnya. Sesekali dia membawa tangan Leony naik kemudian mengecupnya.
Wingky memang tipe orang physical touch. Dia tipe orang yang mengungkapkan rasa cintanya melalui sentuhan. Entah itu mengelus rambut, perpegangan tangan dan mencium kening atau pipi.
Tanpa sadar saking nyamannya Leony malah tertidur dalam pelukan Wingky. Wingky tergelak, jarak antara lokasi tadi dengan rumah Wingky hanya berjarak sekitar 30 menit. Tapi Leony malah tertidur pulas.
Wingky memanfaatkan kesempatan dengan mencium bibir Leony sekilas. Leony yang merasa ada sesuatu yang menempel di bibirnya kemudian mendapati Wingky yang sudah turun dari motor , berdiri sambil memegang tubuhnya yang masih terduduk di atas motor.
"Iler kamu sampai keluar" ledek Wingky dengan tawa lebarnya.
__ADS_1
Reflek Leony mengusap mulutnya dan seketika tawa Wingky semakin keras.
Leony sudah cemberut.
"Maaf, bercanda sayang.." kata Wingky sambil mengelus kepala Leony yang masih memakai helm. Dia membantu Leony turun dari motor dan juga membukakan helm untuknya. Hal sederhana yang membuat Leony merasa begitu disayang dan dicintai.
Wingky kembali mengikis jarak kemudian kembali mencium bibir Leony.
Leony menggelengkan kepala.
"Aku gak boleh tenggelam dalam masa lalu. Sekarang semua sudah berubah. Dia bukan Wingky yang dulu" batin Leony sendu.
Setiap mengingat Wingky air matanya selalu saja turun tanpa permisi.
Leony mengusap air matanya.
"Aku tidak boleh cengeng. Sejak kapan aku menjadi seperti ini hanya gara-gara cowok? Kamu mau menentang rencana Tuhan? Tuhan pasti punya rencana yang lebih Indah. Sekarang fokus saja mengejar mimpi yang belum bisa aku raih dulu. Sampai jumpa Wingky. Aku tidak akan sakit hati lagi ketika melihat mu bersama dia. Aku akan melanjutkan hidupku. Kalau memang kita ditakdirkan bersama pasti ada jalan suatu saat nanti" .
Leony berusaha menguatkan diri sendiri. Dia tidak ingin harinya digunakan untuk merenungkan sesuatu yang padahal orang itu pun tidak memikirkan nya. Atau boleh tepatnya belum memikirkannya.
Dia mungkin bisa berkata seperti ini saat tidak bertemu Wingky. Tapi ketika melihat Wingky dengan wanita lain, Leony akan kembali merasakan patah hati entah untuk yang keberapa kali.
Tapi kali Leony sudah lelah. Dia akan menerima semua takdir yang sudah digariskan. Walau akhirnya bukan Wingky yang menjadi suaminya mungkin itu adalah yang terbaik untuknya.
Setelah merasa cukup tenang. Leony meninggalkan minimarket tersebut dan menuju dimana motornya terparkir. Saat hampir sampai dia melihat Odong-odong lewat di depannya.
Leony tersenyum. Dia ingat kekonyolannya dengan Wingky dulu. Mereka sengaja menunggu tukang odong-odong lewat dan ikut naik bersama anak-anak. Odong-odong ini bukan seperti odong-odong kebanyakan. Tetapi berupa mobil terbuka dengan tempat duduk naik seperti tangga dan dihias seperti naga.
"Setiap aku akan melupakan mu ada saja sesuatu yang mengingatkan ku padamu. 7 tahun kita lewati bersama bukan sebentar. Banyak yang sudah kita lewati bersama. Sekarang kita berpisah dimensi dan kamu sama sekali tidak mengingat aku. Kamu tidak salah tetapi tetap saja aku tidak bisa menerimanya.Maafkan aku... Aku menyalahkan mu atas sesuatu yang bahkan kamu sendiri tidak melakukan kesalahan di dalamnya" kata Leony dalam hati masih dengan memperhatikan Odong-odong yang sudah semakin menjauh.
Bersambung...
__ADS_1