DREAM

DREAM
Cemas


__ADS_3

Akhir pekan telah tiba. Wingky sangat mengerti istrinya yang terbiasa bekerja diluar rumah sekarang full mengurus rumah walau sesekali dia akan berkunjung ke villa untuk mengecek keadaan disana. Walau begitu tetap saja sangat berbeda ketika bekerja dan bisa bertemu dengan banyak orang. Wingky tidak ingin istrinya merasa stress ketika dihadapkan dengan banyaknya pekerjaan rumah dan mengurus anak yang sudah tidak bisa diam. Maka setiap akhir pekan Wingky pasti menyempatkan untuk mengajak anak dan istrinya jalan-jalan. Entah itu ke wahana bermain anak, mall atau tempat wisata lain.


Seperti kali ini Wingky mengajak keluarga kecilnya jalan-jalan ke mall sekalian membeli beberapa pakaian dan keperluan lain istrinya. Apalagi Leony sangat menyukai make-up dan skincare. Matanya akan berbinar bila diajak ke toko kosmetik.


Leony yang siang ini sudah siap dengan penampilan ala cewek buminya. White shirt, High Waist pencil pants, nude heels dan mini handbag berwarna senada. Rambutnya dijepit asal dan itu terlihat sangat menggemaskan dimata Wingky. Wingky juga berpenampilan makin keren padahal yang dia kenakan hanya kaos polos putih dengan luaran jaket berwarna coklat, celana jeans hitam dan sneaker putih. Padahal tidak janjian tapi mereka terlihat sangat serasi.


Jam 2 Siang mereka berangkat ke mall bertiga. Banyak yang mereka obrolkan ketika dalam perjalanan. Apalagi Bian yang sudah pintar bernyanyi. Bakat menyanyinya turun dari sang Papa. Walaupun Leony juga suka menyanyi tapi suaranya tidak sebagus Wingky. Leony jadi ingat saat dia ikut club music dengan Angel. Suara Angel bagaikan seorang diva, berbanding terbalik dengan Leony yang hanya penyanyi kamar mandi. Tapi Leony senang bergabung di club itu karena mendapatkan banyak teman.


“Pa, mama sekalian beli barbel ya” pinta Leony dengan senyum manisnya.


Wingky membalas dengan senyuman.


“Iya boleh mama sayang. Mau nambah alat fitnes juga boleh” balas Wingky.


“Hahaha Asyik, maunya nambah sepeda statis kalau boleh”


“Boleh, asal dipakai” jawab Wingky santai.


“Makasih papa” ujar Leony antusias.


“Tidak gratis” jawab Wingky dengan senyum jahilnya.


Leony hanya terkekeh saja mendengar guyonan suaminya yang tidak jauh-jauh tentang masalah ranjang. Dipangkuan Leony Bian sedang menikmati snack khusus bayinya dengan lahap, sebelumnya tentu saja Leony sudah membersihkan tangan sang anak.


“Enak sayang?” tanya Leony pada sang anak.


“nak” sahut Bian sambil memperlihatkan jempolnya.


Leony mengelus-elus kepala anaknya yang tertutup topi.


“Pinternya anak mama” ujar Leony sambil mencium gemas pipi anaknya.

__ADS_1


“Papa juga mau” kata Wingky sambil menunjuk pipinya sendiri. Leony terkekeh kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium pipi sang suami dengan kilat.


Wingky tersenyum mendapatkan ciuman dari sang istri dan tanpa diduga dengan secepat kilat mencium balik pipi sang istri.


….


Leony sedang memilihkan beberapa pakaian untuk putranya. Dibelakangnya Wingky mengekor sambil menggendong Bian. Tak jauh dari tempat mereka ada seorang Ibu yang mendorong anaknya hingga terjatuh dan menangis. Leony yang melihat itu langsung membantu anak kecil itu. Wingky pun ikut menyusul juga beberapa pengunjung toko yang ada disana.


“Bu, kenapa anaknya di dorong seperti itu?” tegur Leony yang melihat sendiri bagaimana cara Ibu itu mendorong anaknya yang masih berusia sekitar 5 tahun itu.


Wanita yang awalnya terlihat sedih malah berubah marah ketika melihat wajah Leony.


Dia merebut paksa anaknya dari tangan Leony.


“Tidak usah sok baik. Dasar perusak rumah tangga orang!” teriak Ibu itu pada Leony.


“Maksud ibu?” tanya Leony tidak mengerti.


“Makanya menikah. Jangan terus menghantui rumah tangga orang” kata Ibu itu lagi.


“Sepertinya ibu salah orang. saya tidak kenal dengan ibu” ujar Leony.


Wingky merangkul istrinya dari belakang.


“Kenapa ma?” tanya Wingky yang sudah mendengar semuanya.


“Oh… jadi kamu sudah menikah? Padahal aku sudah bercerai dengan suamiku. Dan itu gara-gara kamu” Wanita itu masih terus berteriak hingga anaknya kembali menangis.


Seseorang mendekati mereka.


“Prita, apa yang kamu bicarakan?” bentak orang itu.

__ADS_1


“Ony, maafkan kesalahpahaman ini” kata orang itu yang bernama Randy. Teman sekelas Dion saat SMA. Randy pun menarik wanita itu yang bernama Prita yang ternyata adalah mantan istri Dion.


“Kita harus bicara” tegas Wingky. Dia tidak mau istrinya dipermalukan seperti itu lagi.


Randy mengangguk.


“Kami tunggu di taman. Tidak enak disini menjadi tontonan banyak orang” jawab Randy kemudian kembali menarik Prita keluar dari toko.


….


Prita sudah duduk sambil memeluk anaknya yang juga menangis. Di sebelahnya Randy duduk dengan wajah sangarnya.


“Apa kamu sadar dengan yang sudah kamu perbuat? Apa kamu sudah gila?” kata Randy pelan tapi penuh penekanan. Dia juga sudah menelpon Dion untuk datang.


“Huuuuhuuuu” Prita menangis tersedu sedu.


“Coba kamu jadi aku. Kamu menikah tapi istrimu masih ingat dengan mantannya? Apa kamu tidak marah?” sahut Prita.


“Tapi kamu berselingkuh prita, bukan sekali tapi berkali-kali. Sedangkan Dion sama sekali tidak pernah berselingkuh darimu”.


“Dia berselingkuh Ran… Selingkuh hati. hatinya bukan untuk aku” bentak Prita.


“Bagaimana Dion bisa cinta dengan mu kalau kamu sendiri berselingkuh? Dia baru belajar membuka hati untuk orang lain tadi kamu merusaknya”.


Prita kembali menangis.


“Aku capek” sahut Prita. “Aku sakit hati makanya aku cari pelarian” lanjutnya.


“Dia mengaku sendiri padaku kalau masih menyukai perempuan itu. Bagaimana aku tidak sakit hati? Aku juga ingin dicintai” Prita terus mengungkapkan isi hatinya.


Leony dan Wingky mendengar apa yang mereka berdua katakan. Seketika wajah Wingky berubah merah padam. Leony yang melihat itu menjadi cemas. Dia takut suaminya berpikiran yang tidak-tidak.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2