DREAM

DREAM
Epilog


__ADS_3

Leony merasa kepalanya terasa sakit dan matanya begitu berat untuk dibuka. Sayup sayup dia mendengar pembicaraan dua orang pria yang tengah bersiteru.


"Apa kamu menyukai Leony?".


Suara itu adalah suara milik Antony. Leony mengingat suara itu.


Leony tidak mendengar jawaban. Mungkin orang tersebut menjawab dengan gelengan atau anggukan kepala.


"Oke, aku anggap kamu memang benar tidak menyukainya. Walau aku tidak percaya. Tapi karena kamu sudah mengatakan kalau kamu tidak menyukai Leony berarti aku bebas mendekatinya" lagi-lagi suara Antony yang terdengar.


"Ada apa ini?" batin Leony.


"Aku akan pergi dulu untuk memberitahu orang tua Leony. Kamu tolong jaga dia selama aku pergi. Aku tidak ada kontak orang tuanya dan ponsel Leony tidak bisa hidup. Mungkin aku akan sedikit lama sampainya" Antony kembali berbicara.


Leony ingin sekali membuka mata tapi rasanya benar-benar berat untuk dibuka.


Sudah tidak terdengar lagi suara Antony. Yang ada hanyalah usapan-usapan lembut dari tangan seseorang dikelapa Leony.


"Maafkan aku Ony, Kamu harus sembuh" itu adalah suara Wingky.


Deg.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku jadi bingung? Berarti yang tadi adalah Antony bertanya pada Wingky? Bagaimana mungkin Wingky mengatakan kalau dia tidak mencintaiku?" batin Leony.


Walau sangat berat tapi pelan-pelan Leony membuka matanya.


Susah payah dia mengumpulkan kesadarannya.


Orang yang pertama kali dia lihat adalah wajah suaminya yang nampak sembab. Sepertinya dia menangis dalam waktu lama.


Dan... Yang lebih aneh adalah wajah Wingky terlihat sangat muda seperti anak kuliahan.


Leony mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Rumah sakit?" batin Leony.


"Leony, kamu sudah sadar?" Wingky yang duduk disebelah ranjang Leony terlihat begitu senang.


"Apa masih sakit?" tanya Wingky pula.


"Tadi sudah dilakukan pemeriksaan ctscan dan hasilnya tidak ada luka dalam. Luka luka nya tadi sudah dijarit. Apa sakit?" tanya Wingky terlihat khawatir.


Leony kembali mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia masih bingung berada dimana.


Yang terakhir dalam ingatannya adalah dia sedang bergumul mesra dengan sang suami setelah pembukaan cafe baru mililknya.


"Kenapa aku bisa disini?" gumam Leony pelan. Sebenarnya dia bertanya pada diri sendiri tapi karena Wingky mendengar dia pun menjawab.


"Apa kamu tidak ingat kalau kamu tertabrak mobil saat menolong ku?" tanya Wingky.


Dia takut kalau Leony lupa ingatan.


Leony masih pusing dan juga bingung.


"Apa aku kembali ke dunia satunya? Tapi bagaimana bisa? Aku tidak membaca buku itu lagi" batin Leony.


Wingky membelai wajah Leony yang tampak bingung.


"Apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" tanya Wingky beruntun.


Leony yang tersadar kemudian menggeleng.


"Hanya pusing" jawab Leony lirih.

__ADS_1


"Syukurlah" kata Wingky lega.


"Apa aku di operasi?" tanya Leony kemudian.


Wingky menggeleng.


"Tidak, hanya luka ringan tapi karena di dahi jadi darahnya banyak" jelas Wingky. "Hanya di jahit saja" imbuhnya.


Leony pun mengangguk.


"Terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan aku" posisi tangan Wingky masih membelai wajah Leony.


Dalam hati Leony tersenyum. Wingky memperlakukannya dengan manis tapi di depan Antony tadi dia mengatakan tidak menyukai Leony.


"Yang benar saja?" batinnya sedikit kesal.


"Itu karena aku mencintaimu" jawaban Leony seketika membuat Wingky membeku ditempatnya.


"Tapi aku sadar diri . Aku akan menjauh karena aku tau kamu tidak menyukaiku. Dan aku juga bukan tipemu. Satu hal lagi. Jangan terbebani karena kejadian ini. Kalau itu bukan kamu aku pasti akan membantu orang itu juga" kata Leony panjang lebar.


Wingky terdiam. Bahkan menatap mata Leony saja dia tidak bisa.


Leony jadi teringat kata-kata Wingky di dunia nyata.


"Sayang… aku tidak mungkin tidak mencintaimu. Tatap saja terus mataku, dan tanyakan perasaanku padamu. Aku pasti tidak bisa mengelak".


Leony jadi punya ide.


Leony meraih tangan Wingky dan menggenggamnya erat. Satu tangannya mengangkat wajah Wingky untuk melihat padanya.


Mereka berpandangan.


Degup jantung Wingky langsung menggila, dia ingin memutuskan pandangan tapi Leony menahannya.


"Apa benar kamu tidak mencintaiku?" tanya Leony dengan tatapan dalam.


"Kamu menang. Aku sangat menyukaimu bahkan saat pertama kali kita bertemu. Rasa suka yang perlahan berubah menjadi cinta. Maaf kalau kata-kataku selama ini menyakitimu. Aku lakukan itu untuk membentengi diri agar berhenti mencintaimu. Tapi aku tidak bisa" aku Wingky.


"Aku sudah tau" jawab Leony santai.


Wingky membola mendengar jawaban Leony. Padahal dia sudah mengerahkan seluruh tenaga dan menekan gengsi saat mengatakan ini.


"Mau tau satu hal?" tanya Leony.


"Apa?" tanya Wingky penasaran.


"Ini hanya dunia mimpi. Di dunia nyata kamu adalah suami aku, dan kita sudah mempunyai satu anak , mau dua karena aku sedang mengandung" jawab Leony.


Wingky yang mendengar malah jadi tertawa.


Dia memegang kening Leony, siapa tau setelah terbentur ada sedikit konslet di kepala Leony.


Leony mendudukkan tubuhnya.


"Aku serius. Kamu itu suami aku" kata Leony kembali menegaskan.


Wingky kembali tertawa. Tapi tawa itu berhenti ketika merasakan bibirnya telah dicium oleh Leony. Awalnya Wingky membeku tapi lama-lama dia membalas ciuman itu.


"What the fu ck !" umpat Antony yang tiba-tiba saja masuk. Antony memasang wajah pura-pura garang. Seketika saja Wingky melepas ciumannya. Dia memandang kaget pada Antony yang begitu cepat kembali.


Antony mendekat dan menjitak kening Wingky.


"Aw..." Wingky meringis karena jitakan Antony lumayan keras.

__ADS_1


"Dasar... Aku tau kamu memang suka sama Leony masih mau berbohong?" tantang Antony.


Tidak ada gunanya berbohong. Dia akan menanggung apapun resikonya. Sekalipun dia harus menerima Antony yang tidak mau lagi berteman dengannya.


Wingky meraih tangan Leony dan menggenggamnya.


"Maaf Antony, aku akui aku berbohong. Aku memang mencintai Leony. Bahkan sebelum kita saling mengenal. Aku minta maaf karena tidak jujur padamu".


Bukannya marah Antony malah tertawa.


"Ya akhirnya kamu mengaku juga. Sudah dari lama menunggu momen ini. Ya sudah jangan kebablasan. Aku urus administrasi dulu. Katanya Leony sudah bisa pulang" kata Antony dan segera meninggalkan ruangan itu.


Leony dan Wingky saling berpandangan kemudian saling melempar senyum.


"Aku mencintaimu" ucap Wingky.


"Aku tau" jawab Leony. Mereka pun terkekeh.


Wingky membawa Leony dalam pelukannya.


"Kamu mau tau rahasia?" tanya Wingky. Mereka masih berpelukan dan Leony mengangguk dalam pelukan Wingky.


"Sebenarnya saat mengajar les dulu motorku tidak rusak. Aku sengaja mengatakan itu agar bisa berduaan dengan mu" aku Wingky.


Leony tertawa, dia memukul pelan dada Wingky.


"Dasar... Kalau cinta kenapa gak jujur aja?" tanya Leony.


"Itu karena kamu terlalu cantik, aku takut kamu tidak suka denganku" jawab Wingky jujur.


Leony kembali tertawa.


"Bodoh.. Harusnya kamu bisa lihat dari tatapan mataku kalau aku sangat mencintaimu".


Wingky melepas pelukannya. Dia pegang kedua pundak Leony sebelum berucap kata maaf.


"Aku mencintaimu, maukah kamu menjadi pacarku, ralat bagaimana kalau kita langsung menikah saja?" ungkap Wingky.


Leony tidak heran, dari dulu Wingky memang ingin menikah muda, tapi memang timingnya belum bisa.


Leony pun langsung mengangguk.


"Terima kasih" kata Wingky kembali membawa Leony dalam pelukannya.


"Ma.. Mama... Bangun ma" Wingky menepuk-nepuk pipi istrinya.


Leony membuka matanya dan dia bernafas lega karena sudah kembali ke dunia nyata.


"Kamu dari tadi aku bangunin, aku jadi takut kamu kenapa-napa. Maaf papa terlalu bersemangat menggenmpur mama. Padahal mama sedang hamil" sesal Wingky.


Leony tersenyum kemudian menggeleng.


"Aku juga menginginkannya".


Wingky senang mendengar jawaban istrinya. Dia pun memeluk tubuh istrinya yang masih polos dan menghadiahi ciumab bertubi.


"Geli pa" ucap Leony terkekeh.


"Oh iya, mama kembali kedunia itu. Disana akhirnya papa mengaku kalau mencintai mama".


Wingky tersenyum.


"Kan sudah papa bilang, kalau Papa selalu mencintai mama, dimanapun itu".

__ADS_1


Mereka berpandangan kemudian lama-lama berciuman dengan lembut dan penuh perasaan..


Epilog End...


__ADS_2