DREAM

DREAM
Sekelas


__ADS_3

Ospek telah selesai, Leony yang sudah tahu akan sekelas dengan siapa saja mulai berpikir kenapa sampai sekarang Wingky tidak juga mengajaknya bicara. Selama Ospek Wingky tidak banyak berinteraksi dengan Leony. Sangat berbeda dengan dulu. Di awal pertemuan dulu antara Leony dan Wingky sudah terlihat kalau Wingky tertarik pada Leony walau butuh 3 tahun setelah saling mengenal baru mereka menjalin kasih. Tapi sekarang Wingky bernar-benar berubah dan itu membuat Leony bingung.


Bingung sekaligus sedih. Tapi Leony tetap semangat dan percaya bahwa rencana Tuhan itu pasti indah.


Saat memasuki kelas pertama kali Leony pandangi seisi kelas. Tidak ada yang berubah.


Semua masih sama. Leony ingat dimana tempat duduknya dan ditempat itu di bisa puas memandang wajah Wingky.


Leony masih berdiri di pintu masuk saat Antony tiba.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Antony.


Leony tersenyum kemudian menggeleng.


Tanpa di duga Antony malah menarik tangan Leony.


"Ayo duduk disebelah ku" ajaknya.

__ADS_1


Leony tidak sempat menolak karena tarikan Antony cukup kuat. Jadilah Leony duduk di sebelah Antony. Posisi yang berbeda dengan dulu. Apalagi posisi sekarang dia tidak bisa melihat wajah Wingky karena di duduk di depan sedangkan Wingky dibelakang. Leony harus membalik tubuhnya untuk melihat Wingky.


Leony mengehela nafas berkali-kali. Entah kenapa yang berhubungan dengan Wingky selalu berubah.


Antony terus mengajak Leony berbicara. Jujur Antony ini memang sangat asyik. Dulu pun begitu, bahkan Leony ingat mereka dulu dijodoh-jodohkan sebagai sepasang kekasih. Tapi di real life belum jodoh, baik Antony maupun Leony tidak pernah saling mengungkapkan perasaan mereka saat itu.


Sesekali Leony tertawa ketika mendengar lelucon konyol dari Antony. Antony yang lebih dewasa bisa cepat berbaur dengan siapa saja.


Daniel selaku korti mulai membagikan jadwal mata kuliah mereka selama satu semester. Dia melihat ke arah Leony dan Antony secara bergantian.


"Kalian pacaran?" tanya Daniel penuh selidik.


"Selamat berjuang" katanya masih kadang-kadang tertawa kemudian menggelengkan kepala.


"Kenapa?" tanya Sandra heran.


"Gak apa-apa" jawab Daniel masih senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Aneh" celetuk Sandra.


Daniel tidak menanggapi. Dia kembali membagikan jadwal mata kuliah mereka. Di sudut lain Wingky memperhatian Leony yang tengah tersenyum pada Antony. Dari tempat duduknya, Wingky bisa dengan jelas melihat Leony.


...


Wingky dan Antony tengah duduk di kantin menghadap ke pintu masuk. Dari jauh terlihat Leony berjalan bersama Sandra. Antony sampai tidak bisa berkedip melihat penampilan Leony.


Padahal penampilan Leony sangat sederhana. Tidak terkesan seksi malah terbilang tertutup.


Dia menggunakan celana jeans pensil dan kemeja lengan panjang berwarna hitam. Rambutnya dibiarkan tergerai indah yang kadang-kadang tertiup angin serta wajahnya yang dirias tipis. Sungguh dimata Antony penampilan Leony begitu mempesona.


Wingky geleng-geleng kepala. Dia tahu kemana arah mata Antony memandang. Dia pun melihat ke arah Leony yang berjalan sambil tersenyum. Dia akan menyapa ramah orang-orang yang berpapasan dengannya.


"Gila... Cantik banget...." kata Antony sambil memukul mukul mejanya gemas.


Mereka berdua masih memandangi Leony di depan sana hingga ada seorang pria yang menghampiri Leony. Pria itu mengulurkan tangannya seperti mengajak berkenalan. Leony pun menerima uluran tangan itu. Mereka terlihat mengobrol sebentar kemudian Leony melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


"Wah.... Berat berat..." kata Antony tanpa sadar.


Bersambung...


__ADS_2