
"Sebenarnya....." kata Marvel terjeda.
Dia ragu akan mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Mengingat dia sudah berjanji akan membantu Devi. Tapi masalahnya Devi tidak mengatakan kalau Leony punya body guard seperti Samuel. Hampir semua sekolah mengenal Samuel. Pemuda urakan yang jago beladiri tapi sekarang sudah berubah. Walau sudah berubah tetap saja kemampuan berkelahinya masih tetap ada.
"Cepat...!" desak Samuel.
"De.. De..Vi" kata Marvel tergugup, "Aku diminta Devi untuk membuat malu Leony" jawab Marvel akhirnya.
"Devi?" tanya Samuel membeo dan Marvel mengangguk cepat.
"Jangan mencari alasan! Buat apa Devi melakukan itu sama Ony" bentak Samuel geram.
"A ku berani sum pah kak" kata Marvel tergagap.
Samuel melepas cekalannya hingga Marvel hampir terjatuh karena dorongan Samuel saat melepas cekalannya begitu kuat.
"Sekarang cepat antar aku bertemu Devi" bentak Samuel lagi.
Marvel menurut dan mengantar Samuel untuk bertemu Devi. Ternyata Devi sudah tidak ada disekolah. Marvel pun mengantar Samuel untuk bertemu Devi dirumahnya.
"Kamu ini apanya Devi sebenarnya?" tanya Samuel dengan tatapan tajamnya.
Mereka ke rumah Devi menggunakan mobil Bayu. Bayu menyetir di depan sedangkan di kursi penumpang Samuel menyandera Marvel dengan memberikan banyak pertanyaan.
Marvel menelan ludahnya kasar.
Dia menunduk tidak berani menatap Samuel.
"Jawab!" bentak Samuel lagi.
"Di di a.. Sepupu aku kak" jawab Marvel terbata. Aura kepemimpinan Samuel memang terlihat jelas. Sekali bentakan saja lawannya sudah takut.
"Ck.." Samuel berdecak sebal.
"Memangnya apa masalah dia sama Leony hah?" tanya Samuel masih tak habis pikir.
"Sam, kamu lupa Devi itu sempat dekat dengan Dion. Mungkin dia dendam" Bayu yang di kursi kemudi yang menjawab.
"What the **** !" Samuel mengumpat.
__ADS_1
"Kayak gak ada cowok lain aja! Dengki banget otaknya" Samuel terus memaki maki.
"Ya kamu tahu lah Devi kan biasanya siapa aja yang ditaksir dia dapetin, nah sekarang udah deket sama Dion ditengah jalan gak jadi pacaran. Kan malu" tebak Bayu seperti peramal.
"Bener gitu?" tanya Samuel pada Marvel.
“Aku tidak tahu kak kalau itu. Yang dia katakan padaku adalah setiap dia dekat dengan cowok selalu direbut cewek itu. Cewek itu akan tebar pesona pada cowok yang sedang dekat dengan Devi kemudian cewek itu merebutnya. Dia bilang seperti itu padaku kak. Apalagi Devi sampai menangis makanya aku percaya” kata Marvel penuh sesal.
Dia merasa dibohongi karena dia tahu ternyata bukan seperti itu kenyataannya.
“Mana ada Leony tebar pesona sama gebetan dia ! Yang ada Leony belum sebulan putus Devi sudah dekat sama mantannya Leony. Lain kali kalau mau percaya sama omongan orang itu di pikir-pikir dulu” bentak Samuel lagi.
“Maaf kak” kata Marvel ketakutan.
“Nyalimu segini saja tapi berani macam-macam sama temen ku. Pakai ngunci di toilet segala lagi!” kata Samuel lagi.
“Sumpah kak. Itu bukan aku” bantah Marvel.
Samuel pandangi wajah Marvel mencari jawaban dari sorot matanya. Tapi sepertinya dia memang jujur. Samuel jadi berpikir mungkin itu kerjaan Devi sendiri.
Hampir dua puluh menit akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah milik keluarga Devi. Sepertinya Devi berasal dari keluarga berada. Terlihat dari rumahnya yang megah dengan security di depannya. Dan mendengar cerita Marvel ternyata rumah Devi bukan hanya satu. Rumah yang biasanya ditempati letaknya di dekat perum hijau, rumah yang dulu pernah Dion kunjungi ketika mengantar jemput Devi.
"Benar ini rumahnya?" tanya Samuel penuh selidik.
"Benar kak. Biar aku yang panggil dia keluar" usul Marvel tapi dengan cepat ditolak Samuel.
"Enak saja, nanti kamu kabur. Telpon dia sekarang suruh keluar, Speaker" perintah Samuel.
Marvel tidak bisa menolak, dia langsung merogoh ponsel di kantong celananya dan menghubungi Devi.
"Halo Dev, aku di depan bisa keluar sebentar?" tanya Marvel saat sambungan telepon sudah terhubung.
"Kenapa gak masuk aja sih?" terdengar jawaban dari Devi.
"Aku buru-buru, gak enak sama tante . Cepet ya" jawab Marvel mencari alasan.
"Ck" terdengar decakan sebal dari Devi. " Oke tunggu aku" jawab Devi kemudian.
Saat melihat Devi sudah keluar, Samuel meminta Marvel mengajak Devi untuk mengajak masuk ke dalam mobil agar tidak menarik perhatian security yang berjaga.
__ADS_1
Marvel hanya mengangguk pasrah. Marvel turun dan berdiri di depan pintu mobil, dia menarik tangan Devi untuk masuk ke dalam mobil.
"Kenapa sih harus masuk segala?" protes Devi yang belum melihat Samuel di dalam sana.
Mata Devi langsung membola saat melihat Samuel di dalam mobil. Marvel juga kembali ikut ke dalam mobil. Kemudian dengan cepat Bayu menjalankan mobil mencari tempat yang aman.
"Ada apa ini?" tanya Devi mulai panik.
Samuel tersenyum miring.
"Ada masalah apa kamu sama Leony? Kenapa kamu picik banget sih jadi orang? Iri itu jangan di pupuk bego ! " bentak Samuel tanpa pandang bulu.
"Maksudmu apa sam?" tanya Devi bingung.
"Kamu kan yang nyuruh orang ini" sambil nunjuk Marvel, " buat mempermalukan Ony?" tanya Samuel.
Deg.
Seketika wajah Devi memucat.
"Dan kamu juga yang mengunci dia di toilet? Kamu itu punya rasa gak sih sebagai sesama wanita?".
"What? Aku gak pernah ya ngunci Leony di kamar mandi" elak Devi. "Aku akui aku iri sama Leony karena dia dicintai begitu dalam sama Dion. Tapi aku berani sumpah aku gak ada ngunci dia di toilet".
"Apa kamu pikir tindakan kamu tidak termasuk tindakan kejahatan? Kamu memfitnah anak orang!" bentak Samuel lagi dan lagi.
"Iya aku minta maaf, besok aku akan minta maaf langsung sama Leony. Tapi sumpah bukan aku yang ngunci dia di kamar mandi. Kamu bisa tanya Maira, seharian aku sama dia disekolah" jelas Devi. Wajah Devi sudah memerah karena takut di bentak Samuel
Seumur-umur belum ada yang berani membentaknya seperti ini bahkan orang tuanya sendiri.
Samuel yang menyadari kalau dia sudah terlalu berlebihan kemudian meminta maaf.
"Maaf sudah bentak kamu. Tapi tindakan kamu sudah keterlaluan. Untung itu Leony, kalau yang kamu fitnah sekelas Jasmine bisa malu dia datang ke sekolah. Lain kali pikir sebelum bertindak".
Devi menangis sesenggukan mendengar kata-kata pedas dari mulut Samuel. Marvel pun hanya bisa diam tidak bisa membantu. Mereka berdua sama-sama salah.
"Maafin aku Sam, aku tidak berfikir sejauh itu. Aku hanya iri. Maafin aku" Devi terus meminta maaf saking takutnya.
Samuel merasa Devi sudah sedikit jera maka dia pun mengantar Devi kembali kerumahnya.
__ADS_1
"Kalau lain kali kamu berani jahatin dan fitnah Leony lagi, aku bakalan buat perhitungan sama kamu" kata Samuel pelan tapi penuh intimidasi saat mereka sudah sampai di depan rumah Devi.
Bersambung