DREAM

DREAM
mencoba


__ADS_3

alana menuju langsung menuju kelasnya begitu ia sampai disekolah,memar dikepala juga pipinya belum hilang dan membuat alana harus menyembunyikan kedua memar itu.


alana tau tidak akan ada yang bertanya dari mana alana mendapatkan memar itu, para murid tidak akan peduli namun beda dengan para guru yang peduli dengan muridnya.


Sudah bel masuk namun rival tak kunjung datang, pria itu memang jarang sekali masuk, dasar badboy sekolah.


alana duduk sendiri lagi hari ini, padahal kemarin rival berjanji padanya akan membelikan alana makanan saat istirahat.


saat ini alana benar-benar tidak punya uang, semua uang yang ia simpan entah bagaimana caranya mayang juga kania mengambilnya, uang saku yang selalu dikirim oleh pamannya habis dihambur-hamburkan oleh mayang juga kania.


sejak semalam alana juga belum makan, dan alana sama sekali tidak fokus pada pelajaran karna merasakan sakit diperutnya yang alana yakin bahwa lambungnya kembali bermasalah karna alana belum makan.


"Alana ada apa? kamu terlihat pucat?" tanya guru yang mengajar melihat kearah alana yang sudah pucat juga berkeringat.


alana menggeleng sambil tersenyum. "saya gapapa kok pak, saya baik-baik aja!" jawabnya.


"Tidak. wajah kamu itu pucat dan kamu berkeringat, kamu sakit kan?"


"Tidak pak saya cuma merasa gerah saja."


"Sudahlah kamu keras kepala. raynad tolong sebagai ketua kelas kamu antarkan alana ke uks!" titah guru itu pada raynad dan raynad langsung mengangguk mengiyakan ucapan guru itu.


raynad mengulurkan tangannya pada alana. "Ayo al." ajak nya.


alana memegang tangan raynad dengan ragu, dan raynad pun membantu alana untuk pergi ke uks.


saat dijalan alana benar-benar merasa lemas dan sangat sakit pada perutnya, namun alana sebisa mungkin menahannya dan tidak mau menunjukkan pada raynad soal ini.


sesampainya di uks raynad meminta alana untuk berbaring dibrankar dan perawat yang ada di uks pun memeriksa kondisi alana.


"Kamu belum makan ya?" tanya devi sang perawat sekaligus penjaga uks setelah memeriksa kondisi alana.


alana mengangguk mengiyakan ucapan sang perawat.


"Kamu ada riwayat penyakit lambung?" tanya devi lagi.


dan alana kembali mengangguk.


devi pun menatap raynad yang ada didekat alana dan juga dirinya.


"Lebih baik dia dibawa pulang dan ditangani dokter rumah sakit." ucap devi pada raynad.


"Kenapa gak disini aja bu?" tanya raynad heran.


"Karna dari hasil pemeriksaan saya penyakit lambungnya sudah kronis, saya tidak bisa menindak lanjuti jadi lebih baik bawa dia kerumah sakit dan beri tau keluarganya!"


alana terkejut bukan main saat devi meminta untuk memberi tahu kondisi alana pada keluarganya. alana sangat takut jika nanti sekolah akan menghubungi mama tirinya dan membuat alana dalam masalah.


"Tidak usah bu! saya sudah baik-baik saja, tidak perlu memberi tahu keluarga saya!" tolak alana.


"Al udah. biar aku bawa kerumah sakit dan nanti aku akan hubungi keluarga kamu supaya mereka menemui kamu dan menemani kamu." ucap raynad.

__ADS_1


"Gak usah ray, saya udah gapapa kok saya cuma perlu istirahat sebentar disini dan akan membaik sendiri nanti."


"kamu jangan keras kepala nak, jika nanti terjadi sesuatu padamu pihak sekolah yang akan terkena masalah, jadi lebih baik obati dari sekarang!" tegas devi.


alana diam.


alana tidak mau dibawa kerumah sakit dan memberi tahu pada mayang juga kania jika dirinya dirumah sakit, alana yakin mayang akan marah dan berujung kembali menyiksa alana.


namun tiba-tiba alana kembali merasakan rasa sakit yang begitu menyakitkan diperutnya, namun alana menahan untuk tidak merintih atau mengeluarkan suara kesakitan agar orang lain tidak cemas.


"Saya mohon tidak usah bawa saya kerumah sakit dan tidak perlu menghubungi siapapun, beri kan saja saya obat dan biarkan saya istirahat disini, saya yakin saya akan membaik!" tegas alana.


raynad dan devi saling melirik.


"Baiklah jika kamu tidak mau dibawa kerumah sakit, saya tidak memaksa. saya akan ambilkan kamu obat dan kamu istirahat saja disini." putus devi yang membuat alana bernafas lega.


sedangkan raynad hanya menatap alana heran, kenapa alana begitu tidak ingin dibawa kerumah sakit dan tidak mau raynad atau perawat itu menghubungi keluarganya.


3 jam berlalu...


alana terbangun dan sadar dirinya masih berada diuks, setelah tidur kondisinya membaik dan rasa sakit diperutnya sudah agak berkurang.


pintu uks terbuka dan raynad masuk dengan membawa makanan juga air mineral dengan nampan.


"Eh al kamu udah bangun?" ucap raynad.


"raynad.. apa yang kamu lakukan disini?" tanya alana.


"Tidak usah repot-repot raynad!"


"Udah aku beliin jadi harus kamu makan dan harus diabisin!" tegas raynad.


"tapi??"


"Tapi apa? mau aku suapin?" tanya raynad dengan senyum mengembang diwajahnya.


blush


seketika pipi alana terasa panas saat raynad dengan mudahnya menggoda alana.


raynad mengambil makanan yang tadi ia letakkan dimeja.


"Yuk makan!" ucapnya sambil menyodorkan sesendok bubur untuk alana.


alana hanya bisa diam membatu, raynad pria yang alana sukai kini akan menyuapinya makan? alana tidak percaya ini.


"Ayo al makan!" titah raynad dan alana mengangguk, alana pun membuka mulutnya dan melahap makanan yang telah disuapi oleh raynad.


Sejak saat berbicara dengan rival alana bertekad akan melupakan cintanya pada raynad, namun perlakuan raynad padanya selalu saja romantis dan membuat alana sulit melupakannya.


bahkan alana kembali berfikir dan mulai untuk mencoba untuk dekat dengan raynad dan membuat pria itu juga menyukainya, semoga saja alana bisa melakukannya.

__ADS_1


"Raynad terima kasih!" ucap alana.


"Untuk apa?" tanya raynad dan kembali menyuapi alana.


"Selama ini kamu baik sama saya dan mau berteman sama saya, padahal sebelumnya saya gak punya teman kayak kamu disekolah!"


"Sudahlah, kita kan emang teman jadi udah seharusnya saling membantu!"


"Iya. terima kasih sudah mau berteman dengan saya!"


pulang sekolah...


raynad menawarkan alana untuk pulang bersama namun alana tolak, karna kemarin saat pulang dengan raynad dan kania melihatnya alana terkena masalah karna mayang takut alana akan mengadukan perbuatannya pada orang lain.


Raynad terus memaksa alana meksi alana sudah menolaknya dengan berbagai alasan, namun alana tetap menang dan raynad pulang sendirian dan alana pulang dengan berjalan kaki. meski kondisinya kurang sehat alana harus terus semangat karna perjalanan dari sekolah ke rumahnya cukup jauh.


namun tiba-tiba sebuah motor sport berwarna biru langit berhenti tepat disamping alana.


alana terkejut bukan main, ia pun melihat siapa pelakunya dan saat orang itu membuka helmnya ternyata dia adalah rival.


alana menepuk bahu rival dengan kencang. "kamu ngagetin aku aja!" kesalnya.


sedangkan rival terkekeh melihat alana yang kesal karnanya.


"Yuk aku anter!" ajak rival.


alana diam, tadi ia sudah menolak ajakan raynad dan sekarang juga ia harus menolak tawaran rival.


"Enggak. aku lebih suka jalan kaki!" ucap alana pura-pura marah.


"Tapi rumah kamu kan jauh al?"


"Ya gapapa aku suka kok jalan jauh!" tegas alana.


"Yaudah kalo gitu aku juga ikut kamu jalan kaki aja!" putus rival.


"Lah terus motor kamu gimana?"


"Biarin aja disini, gak akan ada ngambil kok!"


"Tapi val..


"Udah gak usah tapi-tapi, ayo jalan!" ajak rival.


alana pasrah, entah apa yang akan terjadi lagi hari ini jika mayang atau kania melihat alana lagi-lagi bersama pria.


alana harus siap jika nanti ia harus disiksa lagi.


namun dibalik itu, raynad yang khawatir dengan alana diam-diam mengikuti alana dari jarak yang lumayan jauh dan mendapati gadis itu bertemu dengan rival.


raynad tidak bisa dengar apa yang dikatakan oleh alana juga rival, namun yang ia lihat alana juga rival begitu dekat dan akrab.

__ADS_1


"Mereka beneran pacaran gak sih?" gumam raynad.


__ADS_2