
Leony dan Wingky sudah duduk bersandar di kepala tempat tidur. Melakukan kebiasaan kecil yakni Pillow talk, menceritakan keluh kesah seharian ini juga saling berbagi.
Wingky menggenggam tangan istrinya erat.
“Bisakah aku minta sesuatu sama kamu?” tanya Wingky serius. Melihat wajah serius suaminya itu Leony pun mengangguk sebagai jawaban.
“Aku sudah pernah bilang kan sama kamu sebelumnya. Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan pria lain walaupun itu hanya teman. Aku cemburu sayang” kata Wingky mengungkapkan isi hatinya.
Leony hanya pandangi wajah suaminya dengan seksama. Dia tidak menyela dan membiarkan Wingky mengungkapkan ada yang ada dihatinya.
“Aku pun begitu. Aku tidak dekat dengan wanita manapun. Hanya kamu satu-satunya wanitaku dan aku harap kamu juga bisa begitu. Bukan maksudku melarangmu untuk berteman. Tapi sekarang kamu sudah mempunyai suami. Ada hati yang harus kamu jaga. Aku cemburu melihatmu dengan dengan dia. Apalagi dia bilang sendiri padaku kalau dia menyukaimu. Bisakah kamu menjauhinya demi ku?” mohon Wingky. Wajahnya sudah terlihat sedih.
Leony berhambur ke pelukan suaminya.
“Maaf kalau sudah membuat kamu cemburu. Aku janji tidak akan dekat dengan pria manapun. Karena dihatiku hanya ada nama Wingky seorang” ucap Leony pelan.
“Tadi kami hanya mengobrol saja. Dia pamitan karena akan bekerja di luar negeri. Hanya itu. Percayalah padaku, yank” ujar Leony sambil mendongakkan kepalanya. Ia pandangi wajah Wingky yang juga menatap ke arahnya.
Wingky mengelus rambut Leony dengan sayang.
“Aku percaya sama kamu. Tapi aku tidak bisa percaya dengan mereka. Seorang pria tidak mungkin bisa berteman dengan wanita bila tidak ada rasa di dalamnya” tutur Wingky.
Leony mengangguk.
“Maaf ya, Aku akan belajar menjaga jarak dengan lawan jenis. Aku mencintaimu” kata Leony kemudian memberi hadiah ciuman kilat di bibir tebal suaminya.
Wingky mengeratkan pelukannya.
“Kamu harus janji sama aku. Kamu tidak boleh dekat dengan pria lain bahkan itu Doni sekalipun. Kalian itu sepupu bukan saudara kandung. Apa aku terlalu mengekangmu?” tanya Wingky. Dia tidak mau dibilang suami posesif dan pencemburu, tapi dia tidak rela istrinya disentuh pria lain.
__ADS_1
Leony menggelang sebagai jawaban.
“Kamu suami aku. Kamu berhak atas aku. Kamu berhak aku boleh berteman dengan siapa aja. Aku minta maaf udah bikin kamu gak nyaman ya? Kamu juga nanti kalau tiba-tiba dipeluk sama cewek lain terutama Agnes harus bisa dengan tegas melepas pelukan itu. Aku juga bisa cemburu”.
“Iya sayang. Kita sama-sama ya. Aku sangat berharap pernikahan kita bisa selamanya, saling menguatkan dan saling melengkapi kekurangan masing-masing”ujar Wingky
“Iya sayang, kita pasti bisa. Kalau ada uneg-uneg langsung komunikasikan. Jangan dipendam” kata Leony sambil tersenyum.
Wingky mencubit gemas pipi istrinya itu.
“Kamu banget itu. Kebiasaan buruk mu yang suka memendam perasaan” kata Wingky apa adanya.
Leony hanya nyengir saja.
Wingky mendekatkan wajahnya kemudian dikecupnya bibir istrinya penuh perasaan. Ciuman yang dalam dan semakin menuntut. Hingga itu kembali terjadi. Iya “itu” lagi padahal kurang dari dua jam yang lalu mereka baru melakukan penyatuan. Maklum masih kejar setoran.
…
Hari ini minggu, baik Leony maupun Wingky sedang libur. Rencananya mereka akan pergi kencan berdua. Leony sedang mandi sedangkan Wingky sudah selesai bersiap. Sebelum pergi Wingky mengecek laporan Villa nya terlebih dahulu. Pembangunan jembatannya sudah rampung. Cukup banyak biaya yang dikeluarkan karena jembatan dibuat lebih kokoh. Saat sedang mengecek laporan ponsel Wingky tiba-tiba berdering. Ada nomor baru yang tertera. Wingky membiarkan ponsel itu berhenti dengan sendirinya.
“Kalau penting juga nelpon lagi” itu yang ada dalam benak Wingky.
5 menit kemudian ponselnya kembali berdering. Terlihat nomor yang sama. Wingky pun yang meyakini itu adalah panggilan penting pun kemudian mengangkat telepon tersebut.
Ternyata itu adalah mahasiswanya yang ingin melakukan bimbingan skripsi dan memohon-mohon agar bisa dibantu karena deadline sudah sebentar lagi. Wingky yang pernah merasakan menjadi mahasiswa pun akhirnya mengabulkan permintaan mahasiswanya itu. Dia meminta mahasiswanya itu untuk datang kerumahnya. Dia sudah mengirim lokasi rumahnya juga ke mahasiswa tersebut.
“Sayang, aku mau ke bawah dulu ya. Ada mahasiswa yang mau bimbingan” kata Wingky sedikit berteriak karena masih terdengar guyuran air dari dalam kamar mandi.
“Iya yank” jawab Leony sedikit berteriak.
__ADS_1
10 Menit kemudian 5 orang mahasiswa Wingky sudah datang ke rumahnya. 3 cewek dan 2 cowok. Dan yang cowok adalah Angga dan Didi. Pantas saja mereka langsung kabur ketika Leony mengaku sebagai istri Wingky. Satu persatu Wingky memeriksa skripsi muridnya.
Yura salah satu mahasiswi bimbingannya begitu terpesona melihat penampilan casual Wingky. Sangat berbeda dengan keseharian mengajarnya.
“Coba belum nikah. Udah aku deketin” batin Yura.
Saat masih membimbing mahasiswanya, Sang istri sudah turun dengan penampilan memukaunya.
Dia mengenakan satin bandana berwarna putih, puff sleeves dress dan sneaker yang berwarna senada. Wingky yang duduk membelakangi tangga tidak menyadari kedatangan Leony. Sedangkan ke lima mahasiswa Wingky menatap tidak percaya pada penampilan istri dosen mereka itu.
“Gila….cantik banget!” batin Angga.
Didi pun sama seperti. Tanpa kecuali Yura.
“Aku tarik kata-kataku. Gak bakalan bisa bersaing dengan istri Mister “ batinnya meraung-raung.
“Halo semuanya. Selamat datang. Sudah dibuatkan minum?” sapa Leony ramah dilengkapi senyum manisnya.
“Udah cantik, ramah lagi. Belum apa-apa aku udah kalah” batin Yura pula.
“Sudah kak” jawab mereka hampir bersamaan.
Wingky tersenyum melihat istrinya. Walau tanpa make-up tebal tapi istrinya selalu terlihat cantik. Leony pun ikut duduk disana. Kurang lebih 30 menit kemudian bimbingan pun selesai. Mahasiswa pun pamit pulang.
“Gila…gila… kalian liat kan gimana cantiknya istri pak Wingky?” kata Angga histeris.
Yang lain pun mengangguk.
“pasangan serasi” sahut Didi.
__ADS_1
Bersambung ...