
"Papa marah?" tanya Leony pada suaminya yang terlihat cuek dan sibuk itu.
Wingky torehkan kepalanya sekilas pada sang istri kemudian menggeleng. Setelahnya dia kembali dengan pekerjaannya.
Leony menghela nafas. Menikah memang mereka baru 2 tahun lebih. Tapi menjalin hubungan dengan Wingky sudah lebih dari sepuluh tahun. Jadi dia sangat hafal sifat suaminya. Walau dia bilang tidak marah tapi melihat bagaimana raut wajahnya, Leony sangat yakin kalau suaminya sedang memendam sesuatu.
"Papa udah makan?" tanya Leony pula.
Wingky pun mengangguk pelan.
"Ya sudah, mama tidur duluan ya pa. Papa jangan kerja terus" kata Leony berusaha manja kemudian mencium pipi suaminya sebelum menuju ranjang besar mereka.
"Hem"Wingky hanya menjawab dengan gumanan.
Leony kembali menghela nafas dan berjalan mendekati tempat tidur.
Leony duduk bersandar di kepala tempat tidur. Dia jadi berpikir untuk menerima tawaran suaminya untuk bekerja di villa mereka saja.
Leony menghela nafas berkali-kali.
__ADS_1
"Demi keluarga. Lebih baik aku resign saja" batin Leony.
Leony langsung membuat surat pengunduran dirinya dan akan menyerahkan langsung pada Alan.
Esok harinya, Wingky mengajak keluarganya untuk piknik di kebun raya. Mereka membawa banyak makanan buatan Leony sendiri. Serta beberapa makanan yang belum dimasak seperti sosis, beef, bakso, bawang bombay, dan paprika.
Dengan telaten Leony mengoleskan margarin di grill dan mulai memanggang sosis dan lain-lainnya. Dia juga mengoleskan bumbu di daging yang sudah dibakar. Aroma yang tercium sangat menggugah selera.
Bian yang duduk dipangkuan Wingky pun sampai bertepuk tangan walau dia tidak mungkin diberikan memakan itu. Leony cukup selektif dengan makanan yang masuk ke perut anaknya.
"Pa, sambil nunggu makannya mateng. Papa maemin Bian dulu ya pa. Makanannya di paper bag ya pa" kata Leony sambil tersenyum.
Saat sedang asyik dengan tugas masing-masing. Bagas teman Wingky mengajar ternyata juga kesana bersama istri dan kedua anaknya. Mereka datang menghampiri dan menyapa.
"Halo Mr Wingky dan Istri. Senang bertemu kalian disini" sapanya ramah. Dia pun menyalami Wingky dan Leony bergantian. Begitu juga istri Bagas.
Mereka kemudian memutuskan untuk duduk bersebelahan agar bisa mengobrol.
"Tambah cantik saja istrinya" puji Bagas dengan kekehan. Dia sengaja melakukan itu karena tau Wingky sangat pencemburu. Sedangkan istri Bagas yang sudah hafal sifat suaminya sama sekali tidak cemburu.
__ADS_1
Benar saja Wingky langsung memelototkan matanya mendengar perkataan Bagas. Sedangkan Bagas hanya tertawa nyaring.
Penampilan Leony memang cantik hari ini. Dia mengenakan tank top putih sebagai inner. Lalu cardigan berwana biru langit. Beige pants serta hand bag sebagai pelengkap.Untuk sepatu dia mengenakan sneakers berwarna putih. She looks perfect!. Walau sudah menginjak 32 tahun tapi wajahnya masih terlihat seperti abegeh.
Leony dan istri Bagas mulai akrab dan memanggang bersama. Sedangkan Wingky dan Bagas mengajak anak masing-masing untuk berkeliling.
"Istri pak Wingky cantik sekali" Bagas masih saja suka menggoda Wingky. Bagaimana tidak? Wajah Wingky sangat lucu apabila sedang cemburu.
Wingky tidak menjawab, dia hanya fokus dengan anaknya.
Lagi-lagi Bagas terkekeh.
"Pasti biayanya tidak sedikit ya. Istri saya saja minta uang untuk ke salon bikin tensi naik" lanjut Bagas masih dengan terkekeh.
Wingky terdiam.
Leony bahkan tidak pernah memakai uang yang Wingky pakai untuk keperluan pribadinya. Mendengar cerita Bagas yang istrinya dengan tanpa beban meminta uang ini itu untuk keperluan pribadi, membuat ego laki-lagi Wingky sedikit terluka. Dia juga ingin Leony menggunakan uang yang dia berikan. Dia ingin menjadi laki-laki bertanggung jawab yang memberikan nafkah lahir dan batin untuk istrinya.
"Apa dia pikir aku tidak mampu menafkahinya?" batin Wingky.
__ADS_1
Bersambung...