
Pintu teater telah dibuka, Wingky mengacak rambut istrinya sebelum masuk ke dalam gedung.
“Untung rambutku lurus yank, kalau enggak udah kusut nih rambut” kata Leony sambil mencebikkan bibirnya.
Wingky hanya terkekeh saja kemudian merangkul istrinya untuk masuk bersama ke dalam teater.
Wingky sengaja memilih di pojokan agar bisa fokus menonton genre film kesukaannya. Leony yang memang tidak suka menonton film horor lebih memilih memeluk suaminya saja supaya tidak terlalu takut dan memang itulah tujuan Wingky memilih film ini agar sepanjang film diputar dia bisa dipeluk istrinya.
Setiap ada adegan menyeramkan Leony pasti semakin mengeratkan pelukannya bahkan membenamkan wajahnya di pelukan Wingky. Mendengar suaranya saja dia sudah takut, apalagi sampai melihat penampakan hantunya. Bisa-bisa nanti terbawa mimpi.
Wingky mengelus-elus rambut istrinya kemudian menciumnya gemas.
“Nanti kita sudah kembali kerja bisa manja-manja gini lagi gak ya?” guman Wingky pelan.
Leony mendongakkan wajahnya, dia tatap wajah suaminya yang masih fokus menatap layar besar di depan sana.
Dia kemudian mencium pipi suaminya.
“Pasti bisa karena kamu adalah prioritas utama buat aku” jawab Leony sambil tersenyum. Wingky pun ikut tersenyum.
“Coba tidak disini sudah aku cium kamu” batin Wingky.
“Kenapa liatinnya begitu banget? mencurigakan” kata Leony sambil menyipitkan matanya.
Wingky pun hanya terkekeh saja. Dia mengelus rambut istrinya kemudian kembali fokus menonton film horor di layar besar itu.
Selesai menonton film, mereka berdua masuk ke sebuah restoran all you can eat. Sudah menjadi hal wajib kalau mereka pergi keluar pasti mampir ke restoran ini.
__ADS_1
Leony yang memang suka membakar daging mulai memperlihatkan keahliannya. Wingky memperhatikan istrinya yang terlihat lihai itu.
“Aku sudah tidak sabar pengen makan masakan kamu setiap hari” kata Wingky sambil berpangku tangan. Dia begitu terpesona melihat istrinya yang terlihat begitu cantik ketika membolak-balikkan daging. Rambutnya digelung asal dan itu membuat Leony terlihat semakin manis dimata Wingky.
Dari meja yang letaknya lumayan jauh dari mereka, ada sepasang mata yang memperhatikan kemesraan mereka.
“Aku penasaran, kalau aku kembali ke masa lalu itu apakah kamu akan mencintai ku?’ tanya Leony sambil menyuapkan daging ke mulut Wingky.
Wingky menerima suapan dari istrinya mengunyahnya perlahan baru dia menjawab pertanyaan istrinya.
"Sayang… aku tidak mungkin tidak mencintaimu. Tatap saja terus mataku, dan tanyakan perasaanku padamu. Aku pasti tidak bisa mengelak" terang Wingky. Dia memberikan tips bagaimana cara membuat dirinya jujur.
Leony tersenyum lucu. Wingky disini dan disana sangat berbeda tapi keduanya terlihat peduli padanya.
…
"Sayang… ayo tidur" ajak Wingky karena Leony terlihat masih sibuk dengan ponselnya.
"Sebentar sayang, ini Pak Alan meminta laporan" jawab Leony.
"Ya Tuhan. Atasan mu itu memang tidak tau kondisi" gerutu Wingky. Dia merebahkan diri lebih dulu kemudian menutup tubuhnya dengan selimut.
Leony hanya terkekeh saja. Wingky memang dari dulu tidak suka dengan Alan karena Alan terlihat suka mencari perhatian Leony. Padahal yang sebenarnya adalah mereka memang bekerja secara profesional tapi Alan memang terlalu gila kerja, tidak peduli bawahannya libur atau tidak, kalau dia perlu sesuatu harus dilaksanakan.
Selesai mengirim laporannya Leony ikut berbaring dengan suaminya yang sudah terlihat tertidur pulas. Terlihat dari dengkuran halusnya yang terdengar teratur. Leony merapatkan diri pada suaminya itu kemudian memeluknya dari belakang. Lama kelamaan dia pun ikut terlelap juga.
Pagi datang. Leony dan Wingky sudah selesai sarapan dan bersiap menuju rumah. Saat diperjalanan ponsel Leony berbunyi. Terlihat nama Alan disana. Wingky yang melihat itu tersenyum masam.
__ADS_1
Leony mengangkat telepon tersebut dan berbicara serius dengan atasannya. Wajahnya terlihat panik.
"Kenapa yank?" Tanya Wingky.
"Yank, aku harus nemenin Pak Alan ke Bandung untuk rapat. Anterin aku langsung ke bandara ya" mohon Leony.
"WHAT???" Tanya Wingky tidak percaya.
"Ini kan masih hari libur kamu sayang. Kenapa harus kamu yang nemenin dia? Emang gak ada yang lain?" Tanya Wingky kesal.
"Tapi Pak Alan maunya sama aku yank" jawab Leony.
Wingky sudah nampak kesal.
"Kamu milih Alan itu apa aku? Aku suami kamu dan aku gak ngizinin kamu pergi" tegas Wingky.
"Ya aku pilih Pak Alan dong, kan yang gaji aku Pak Alan" jawab Leony santai.
"Apa????" Kata Wingky sudah naik pitam.
"Kamu pilih dia?" Tanya Wingky lagi dan Leony mengangguk sebagai jawaban.
"Aaaaaaa" Wingky berteriak kesal sampai-sampai Leony menepuk pipinya keras.
"Yank…bangun yank…kamu mimpi apa?" Tanya Leony membangunkan suaminya yang nampak tidur tidak nyenyak.
Wingky membuka matanya dan bernafas lega. Ternyata kejadian itu hanya MIMPI.
__ADS_1
BERSAMBUNG