
"Yank…bangun yank…kamu mimpi apa?" Tanya Leony membangunkan suaminya yang nampak tidur tidak nyenyak.
Wingky membuka matanya dan bernafas lega. Ternyata kejadian itu hanya mimpi.
Wingky langsung memeluk istrinya, hingga Leony jatuh kepelukan suaminya itu. Wingky memeluk Leony dengan begitu eratnya kemudian menjatuhi ciuman bertubi-tubi. Leony pun membalas pelukan itu sama eratnya, mereka berpelukan cukup lama hingga Leony merasa ada sesuatu yang lain telah bangun dari suaminya.
Leony memukul dada suaminya dengan gemas.
"Ada yang baper ternyata" kata Leony gemas sambil terkekeh.
Wingky pun ikut terkekeh. Tanpa aba-aba dia langsung memberikan ciuman dalam pada istrinya. Ciuman yang lama-lama semakin menuntut lebih.
Pagi itu mereka lalui dengan kembali bergelut mesra di atas ranjang panas mereka. Walau suhu AC cukup dingin tapi hawa panas tetap meliputi keduanya.
Wingky membenamkan dirinya di bagian favoritnya. Memainkan lidahnya dengan sangat seduktif dan lihai. Leony benar-benar kegelian tapi enak dibuatnya.
Wingky bagai bayi yang sedang kehausan. Selesai bermain dengan bagian favoritnya, Wingky kembali mencium bibir istrinya sambil memusatkan inti tubuhnya pada milik istrinya.
__ADS_1
Dengan pelan Wingky mulai memompa tubuh istrinya hingga suara-suara khas pengantin baru mulai terdengar.
Berbagai gaya mereka praktekan sesuai naluri alami yang mereka miliki hingga puncak surga dunia sama-sama mereka raih.
Wingky mencium kening istrinya sangat lama setelah percintaan itu berakhir.
"Aku mencintaimu Istriku" kata Wingky nyaris berbisik.
Leony tersenyum kemudian mencium pipi suaminya.
"Aku juga sangat mencintaimu suamiku" balasnya.
…
Jam 11 siang mereka sudah keluar dari hotel dan menuju ke rumah baru mereka. Rumah yang cukup besar untuk ditinggali berdua. Walau tidak sebesar rumah Wingky sebelumnya.
Rumah itu biasanya ditempati oleh Rahma dan Suaminya Bayu. Rahma wanita paruh baya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga disana sedangkan Bayu sebagai tukang kebun. Selama 5 tahun rumah itu dijaga oleh pasangan suami istri itu. Mereka mempunyai anak laki-laki bernama Wisnu dan sudah tinggal bersama istrinya.
__ADS_1
Saat baru tiba dirumah, Wingky dan Leony sudah disambut hangat oleh Rahma dan Bayu. Mereka juga membantu membawakan koper walau Leony sudah melarang. Rasanya sungkan meminta bantuan pada wanita yang sudah berusia paruh baya. Itu yang ada di pikiran Leony. Apalagi dia teringat Ibunya bila melihat Ibu-ibu seperti Rahma.
"Pak Wingky dan Ibu Leony makan siang sudah Ibu siapkan" kata Rahma saat akan berpamitan selesai membawakan koper ke kamar.
"Terima kasih, Bu" jawab Wingky dan Leony hampir bersamaan.
Rahma pun pamit hendak melanjutkan pekerjaannya.
Leony membuka pintu kamar mereka yang terletak di lantai 2. Kamar yang cukup luas, hanya ada 1 ranjang king size dan meja di kanan kiri serta sofa berwarna coklat. Di sebelah kanan ada pintu yang terhubung dengan kamar mandi dan ruang pakaian. Leony mendorong kopernya menuju ruang pakaian. Dia memilah baju yang sudah dipakai dan belum. Sedangkan Wingky langsung membuka balkon kamarnya dan duduk di kursi yang tersedia. Kalau tidak bersama istri mungkin dia akan bersantai sambil merorok. Tapi sejak bemutuskan untuk bersama, Wingky sudah mengurangi kebiasaan buruknya itu. Dia sama sekali tidak merokok saat bersama Leony dan hanya sesekali ketika sedang suntuk.
Leony sudah selesai merapikan pakaiannya. Dia menghampiri Wingky dan langsung duduk dipangkuan suaminya. Bagian tubuh Wingky yang memang lagi baper langsung berdiri tegak ketika diperlakukan seperti itu oleh istrinya.
"Ya ampun, baperan banget" kata Leony terkekeh karena merasa sudah ada yang bangun saat dia duduk diatas pangkuan suaminya itu.
"Siapa suruh bangunin, sekarang tanggung jawab" kata Wingky sambil memeluk erat istrinya. Leony tertawa kecil begitu pula Wingky.
"Masak lagi? Baru tadi pagi?" Kata Leony manja.
__ADS_1
Wingky tidak peduli. Langsung saja dia mengangkat tubuh istrinya ke ranjang baru mereka.
BERSAMBUNG