
"Jangan ngomong sembarangan lagi ya Yu. Kalau suami aku dengar bisa-bisa dia salah paham" tegas Leony.
Bian yang sudah lelah bermain menghampiri sang Mama dan meminta susu. Leony mengambilkan susu di cooler bag dan langsung memberikannya pada sang anak tanpa dihangatkan. Siang-siang seperti ini Bian memang lebih suka susu dingin.
"Aduh… gantengnya…" puji Ayu.
"Eh tapi aku duluan ya, nanti bocil pada nyariin" Ayu pun pamit duluan dan langsung ngacir.
Setelah kepergian Ayu, Leony dan Angel pun memutuskan untuk pulang karena anak mereka terlihat sangat lelah.
…
Sesampai dirumah Leony juga ikut tertidur bersama Bian karena merasa mengantuk hingga tak terasa dia tertidur selama 2 jam. Saat terbangun ternyata sang suami sudah ikut berbaring di ranjang sambil memeluknya dari belakang.
“Arrrgghh….” Leony meregangkan otot-ototnya setelah tertidur cukup lama. Wingky sama sekali tidak terusik oleh gerakan yang dilakukan istrinya. Bian pun terlihat masih tertidur pulas.
Leony melihat jam dinding yang tergantung di kamarnya. Terlihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Leony melepaskan pelukan suaminya dengan perlahan. Wingky terlihat begitu lelah sehabis mengajar. Belum lagi nanti jam 7 dia akan mengajar kembali.
“Sayang… bangun yuk. Mandi dulu” kata Leony pelan sambil mengelus rambut lebat anaknya.
Bian yang masih mengantuk menjadi menangis karena dibangunkan Ibunya.
“Sudah sore ini. Nanti kita bobo lagi ya. Sekarang bian mandi dulu” Leony membujuk anaknya yang merajuk sambil memejamkan matanya.
“Ayo nak” kata Leony lagi sambil mengelus-elus rambut anaknya.
Pelan-pelan Bian membuka matanya dan langsung meminta susu.
Dia membuka paksa pakaian Ibunya meminta minum. Wingky sudah bangun dan melihat anaknya yang sudah tidak sabaran minum susu.
Leony duduk sambil bersandar di tempat tidur dan mulai menyusui Bian.
__ADS_1
“Bian minum susunya gak sabaran mirip papa” celetuk Wingky terkekeh. Dia tidur menyamping menghadap ke arah istrinya dengan lengan sebagai bantalan.
“Jangan dihabisin ya Bian, sisain buat papa” lanjutnya.
Leony seketika tertawa mendengar guyonan anaknya. Mana mengerti Bian dengan kata-kata seperti itu. Bian yang asyik menyusu malah kembali tertidur dia melepaskan sendiri milik Ibunya setelah puas minum.
“Yah bobo lagi” ucap Leony pelan. Dia melihat ke arah suaminya yang ternyata sedang menatap ke arah benda favoritnya dengan tatapan lapar. Leony belum sempat membenarkan bajunya karena tangannya masih memangku Bian.
Wingky mengambil Bian dari pangkuan istrinya dan menidurkan kembali dengan pelan. Kesempatan itu digunakan Leony untuk membenarkan pakaiannya. Tapi ternyata Wingky menangkap gerakan itu.
“Jangan dibenerin” ucap Wingky. Dia langsung saja menyerang istrinya setelah memastikan Bian dalam posisi nyaman. Sama seperti Bian tadi, kali ini Wingky bermain-main di benda favoritnya dengan begitu rakus. Melahap dan meraup sesuka hati hingga lenguhan terdengar dari mulut istrinya.
“Bisa gawat kalau Bian bangun” ujar Wingky kemudian menggendong istrinya ke kamar mandi. Mereka bermain cepat sebelum anaknya bangun tidur.
….
Bian duduk di highchair sambil disuapin Leony. Nafsu makan Bian memang bagus. Dia tidak pilih-pilih makanan. Walau sakit pun dia masih mau makan. Tidak heran tubuhnya begitu gembul dan menggemaskan. Sedari bayi pun dia sudah terlihat tinggi mirip Papanya. Walau wajahnya lebih condong pada sang Mama.
“Ma, malam ini papa tidak jadi ngajar. Tadi Bastian nelpon kita mau rayain pesta lajangnya Antony. Akhirnya dia bisa move on juga dari Mama” ujar Wingky walau hanya bercanda. Karena memang antara Leony dan Antony murni pertemanan saja.
Wingky hanya terkekeh saja.
“Kalau mama bilang tentang Stella pasti papa marah kan?” imbuh Leony.
Wingky kembali tertawa.
“Bukan Papa yang marah, tapi Mama yang kesal dengan pertanyaan sendiri. mama cemburu gak jelas. Itu yang membuat papa malas membahas itu” jawab Wingky kemudian.
Leony hanya mencebikkan bibirnya.
“Aaa mama” rengek Bian.
__ADS_1
Bian sampai minta disuapin karena Papa dan Mamanya sibuk bercanda gak jelas.
“Maaf ya sayang” kata Leony kemudian kembali menyuapi anaknya.
“Anak Mama pinter ya maem nya” puji Leony sambil mengelus puncak kepala anaknya.
“Mana biar papa yang maemin adik sekarang. Giliran mama maem” kata Wingky lalu bertukar posisi dengan istrinya.
“Makasih papa” Tak lupa Leony mencuri kecup di pipi suaminya.
Wingky terkekeh senang.
“Mama happy nak habis papa kasi jatah” Wingky berinteraksi dengan anaknya walau Bian tidak mengerti apa yang Wingky katakan.
“Papa…jangan bicara aneh-aneh sama anaknya” tegur Leony.
Wingky hanya tertawa saja.
Leony mulai menyendokkan nasi merah ke piringnya. Secukupnya saja. Kemudian sayur bayam yang cukup banyak, Telor dadar, Ayam bakar serta sambal terasi sedikit.
“Pedes” ucap Leony saat mulai mencicipi Ayam bakar dan sambel terasinya.
“Makanya Papa makan sedikit aja. Kebiasaan Mama buat sambel pedesnya gila-gilaan” sahut Wingky.
Leony hanya terkekeh saja kemudian kembali melanjutkan makannya.
Saat itu juga bel rumahnya berbunyi.
“Siapa ya bertamu jam segini?” tanya Leony.
Rahma yang ada di dapur pun bergegas membukakan pintu.
__ADS_1
Tak lama Rahma datang dengan tamu tak diundang itu.
Bersambung..