
Setelah kepulangan Izam, Aurel langsung mengajak adiknya berbicara.
Aurel memang tipe yang blak blakan.
"Kamu pasti sengaja kan mandi lama dan berdandan untuk narik perhatian pacar aku?" kata Aurel dengan nada bicara begitu tinggi. Dia sudah menggunakan kata "aku" bukan lagi "kakak" itu artinya dia sudah sangat marah.
Leony membola, tidak percaya kakaknya bisa berpikiran seperti itu.
"Kakak itu dibutakan cinta. Kakak tidak mengenal adik kakak sendiri?" kata Leony penuh penekanan. Dia ingin kakaknya sadar kalau Aurel sudah salah memilih cowok.
"Tahu apa kamu soal cinta? Kamu itu masih kecil belajar aja yang bener... Jangan malah punya niatan godain pacar kakak sendiri" geram Aurel.
"Kak... kakak itu kenapa bisa punya pikiran jelek kayak gitu? Masak kakal mengira adik kakak mau rebut pacar kakak? Aku masih bisa dapet cowok lain gak harus godain pacar kakak" Leony berkata pelan tidak ingin kembali menyulut emosi kakaknya.
"Alasan saja. Buktinya kamu sengaja kan mandi dan berdandan untuk menarik perhatian cowok aku!" bentak Aurel lagi.
Teriakan Aurel pun di dengar oleh Fero yang sedang beristirahat di kamarnya.
Fero sedikit berlari mendengar teriakan kakaknya.
"Ada apasih ribut-ribut?" tanya Fero heran.
Aurel tidak menjawab, dia kepalkan tangannya kemudian kembali ke kamarnya.
"Urusan kita belum selesai" kata Aurel lagi sebelum benar-benar masuk ke dalam kamarnya.
"Kenapa kak?" tanya Fero penasaran.
Leony menggeleng.
"Nggak apa-apa. Ayo belajar besok masih sabtu kita harus sekolah" kata Leony lalu menuntun Fero untuk masuk ke kamarnya.
...
Keesokan harinya saat pulang sekolah tiba-tiba saja Leony dihadang Izam di depan gerbang sekolah. Entah dari mana Izam tahu kalau Leony sekolah disini, mungkin dia bertanya pada kakaknya karena Leony yakin kalau tidak ditanua Aurel tidak pernah bercerita tentang keluarga pada siapapun.
"Kakak antar ya" kata Izam lembut.
Leony ingin tertawa melihat kekonyolan pacar kakaknya itu. Jelas-jelas Leony sudah duduk di atas motor.
__ADS_1
"Aku kan bawa motor kak" jawab Leony ketus. Tidak ada senyuman seperti biasa. Dia tidak ingin kakaknya salah paham bila ada yang melihat.
"Duh... Kok galak sekarang" kata Izam cengengesan.
Leony tidak menjawab tetapi langsung meninggalkan Izam. Izam tidak tinggal diam, dia langsung mengikuti Leony dari belakang.
"Sial...aku berhadapan bukan dengan anak remaja lagi, tapi pria dewasa. Aku harus hati-hati" batin Leony.
Leony mengendarai motornya cepat dan mencari keramaian, dia tidak mencari jalan biasa tapi sengaja jalan yang lebih jauh hingga tetap di jalan raya dan tidak masuk wilayah pedesaan seperti biasa.
Leony melihat kaca spion, ternyata Izam masih mengejarnya. Dia heran dengan pria seperti Izam, jelas-jelas dia masih berpacaran dengan Aurel tetapi sekarang terang-terangan mendekati Leony.
"Itu orang waras apa nggak sih?"batin Leony kesal.
Leony terus melajukan motornya , dia berpikir kemana harus pergi. Kalau ke rumah cuma ada Fero tidak aman rasanya kalau pulang. Leony kemudian memilih menuju ke rumah Jasmine walau jauh yang penting jalan raya. Itu yang ada di pikiran Leony.
Terus Leony melihat ke spion tapi Izam tetap saja mengikutinya.
"Ck.. Gak punya kerjaan apa si Izam itu" dumel nya kesal.
30 Menit kemudian sampailah dia di depan rumah Jasmine. Satpam yang melihat kedatangan Leony langsung membukakan pintu karena sudah sering dia datang kesini.
Leony bernapas lega karena berhasil kabur dari kejaran Izam.
"Ada dik, masuk saja ke dalem ya" jawab Pak Satpam dengan senyum ramahnya.
Leony pun mengangguk seraya tersenyum kemudian masuk ke dalam rumah besar milik Jasmine. Jasmine memang dari keluarga berada, tak jarang dia diantar jemput menggunakan sopir pribadi. Tapi dia tidak termasuk anak orang kaya yang manja, kadang-kadang dia juga memakai motor saat ke sekolah.
"Hai kok tumben kesini gak bilang?" sapa Jasmine saat Leony sudah masuk ke kamar Jasmine. Jasmine juga memindai penampilan Leony yang masih berseragam sekolah.
"Belum sempat pulang?" tanya Jasmine lagi.
"Belum, masak tadi pacar kakak aku buntutin aku dijalan, kan takut" cerita Leony dengan menggebu-gebu.
"Kakak Izam?" tanya Jasmine terkejut.
Leony pun mengangguk.
"Kok bisa?" tanya Leony pula.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu. Tadi di gerbang sekolah dia nawarin pulang bareng terus ngikutin aku. Kesel tau gak" dumel Leony.
"Dia suka kamu gitu? Padahal pacaran sama kakak kamu? Kalian kan mirip banget" kata Jasmine tidak habis pikir.
"Kalau suka sih kayaknya enggak, kamu tahu kan aku dulu paling cuma saling sapa terus masuk kamar saat dia bertamu, terus waktu ini aku iseng masak karena ortu ku lagi di luar kota. Pas itu dia maen kerumah, kan aku tawarin juga makan gak enak kan tamu masak gak di tawarin makan?" Jasmine masih setia mendengarkan cerita Leony yang panjang lebar itu tanpa menyela sedikitpun.
"Terus saat makan itu dia terus liatin aku, kemarin juga dia datang lagi dan makan bareng. Dan yang bikin kesal dia terus liatin aku lagi. Dan parahnya kakak aku ngira aku sengaja mandi habis masak cuma mau godain dia. Kebangetan banget kan kakak ku itu? Masak aku gak boleh mandi? Habis masak kan gerah " Leony terus mengomel mengeluarkan uneg unegnya.
"Kakak kamu salah paham itu" kata Jasmine menarik kesimpulan.
"Iya saking cintanya dia sampai gak bisa bedain yang mana bener sama salah. Kita lho sudah bertahun tahun sodaraan. Masak dia gak tahu sifat adiknya sendiri?" Leony berkata sambil memukul-mukul bantal yang ada di pangkuannya.
"Sabar... Aku cuma bisa bilang gitu sama kamu soalnya bukan aku yang ngerasain sendiri. Tapi kalau bener Izam sampai nguntit kamu ,itu harus di laporin biar gak terjadi hal yang tidak diinginkan".
"Mana besok minggu lagi, semoga orang tua ku cepet pulang. Aku takut tau gak" Leony beneran takut karena lawannya bukan bocah tapi pria dewasa. Tenaga nya sudah pasti kalah juga.
"Kamu nginep aja disini. Kabari orang tuamu dan kakakmu juga" usul Leony.
Leony mengangguk kemudian menghubungi orang tuanya. Karena Leony sudah sering menginap di rumah Jasmine, orang tua Leony pun dengan mudah memberi ijin tanpa mencari banyak alasan terlebih dahulu
Leony pun kemudian menghubungi kakaknya tapi tidak kunjung diangkat. Dia juga mengirimkan sms tapi hingga 10 menit belum juga di balas.
Leony pun kemudian mengabari adiknya Fero.
"Halo" terdengar salam dari seberang.
"Halo fer, kakak malam ini nginep di rumah Jasmine ya. Kamu jaga diri dirumah ya" kata Leony langsung.
"Yang masakin aku siapa dong?" tanta Fero terdengar sedih.
Leony lupa kalau tidak ada dirinya maka tidak ada yang masak selama ibunya di kampung.
"Kamu beli dulu masakan padang di dekat Indoapril ya, kakak soalnya udah janji sama Jasmine mau nonton drama korea" kata Leony bohong.
"Iya deh" jawab Fero pasrah.
"Ingat kunci rumah. Jangan kasi sembarang orang masuk" Leony memberi wejangan pada sang adik.
"Iya tenang saja kak. Dirumah juga ada kak Izam yang nemenin aku" jawab Fero apa adanya.
__ADS_1
Glek. Leony menelan ludahnya pasrah. Untung saja dia menginap di rumah Jasmine. Kalau nggak bisa-bisa kakaknya semakin salah paham.
Bersambung..