DREAM

DREAM
Baikan


__ADS_3

Aurel tertegun. Tidak menyangka malah sang adik yang mengaku salah. Padahal jelas-jelas dia yang salah. Aurel sudah sepenuhnya sadar. Tidak seharusnya dia menyalahkan Leony atas kesalahan yang adiknya tidak perbuat.


Aurel pun ikut menghampiri Ayah.


“Aurel yang salah yah..Maafin Aurel” kata Aurel sudah berderai air mata.


“Maafin kakak dik” kata Aurel sambil memeluk adiknya.


Jadilah mereka berdua berpelukan. Ayah merasa senang akhirnya kedua anaknya berbaikan. Seharusnya masalah seperti ini tidak sampai merusak persaudaraan mereka. Apalagi sampai membuat Ibu kepikiran dan jatuh sakit.


Dokter akhirnya sudah selesai memeriksa keadaan Ibu. Ibu sudah siuman tapi masih perlu dilakukan tahap observasi. Apabila tidak ada keluhan Ibu bisa langsung dibawa pulang.


Aurel dan Leony langsung menghampiri Ibunya. Mereka memeluk Ibu sambil menangis dan meminta maaf.


“Maafin aku bu” kata Aurel dan Leony hampir bersamaan. Ibu mengelus punggung anak-anaknya. Dia sangat senang akhirnya anaknya sudah berbaikan. Tak apa dia harus sakit dulu. Yang terpenting sekarang dia melihat anaknya sudah seperti sedia kala.


Selama masa observasi keadaan Ibu sudah membaik, dokter telah meresepkan obat. Ibu diminta untuk kontrol kembali setiap bulan. Apabila memang tekanan darah Ibu memang terus tinggi maka diwajibkan untuk meminum obat setiap hari.


Setelah mengucapkan terima kasih pada dokter. Leony dan keluarganya pulang dengan perasaan lega. Semoga Ibu terus dalam keadaan sehat. Ayah sudah menelpon ke sekolah Leony maupun Fero. Mereka terpaksa absen karena insiden ini.


Sesampainya di rumah, Ayah mengajak kedua anaknya untuk berbicara di ruang tamu. Sedangkan Fero menuntun Ibu untuk beristirahat di kamar.


“Bagaimana?” tanya sang Ayah.


Aurel menunduk. Setelah merenung dia sadar satu hal, kalau memang Izam pria baik-baik dia tidak mungkin tergoda oleh adiknya. Dan adiknya tidak mungkin menggoda pacar kakaknya sendiri, Aurel mengenal adiknya dengan baik. Aurel mengaku salah.


“Maafin kakak ya dik” kata Aurel akhirnya.

__ADS_1


Leony langsung memeluk kakaknya.


“Aku juga minta maaf. Aku tahu kakak salah paham. Tapi kakak harus percaya kalau aku tidak mungkin merebut pacar kakak aku sendiri” balas Leony.


Aurel mengangguk.


“Maafkan kakak Ony, Kakak gelap mata” kata Aurel terisak.


Acara tangis-tangisan dan maaf-maafan itu berlangsung cukup lama. Hingga Leony akhirnya angkat bicara.


“Kak, aku tidak berbohong soal kak Izam yang menghampiri ku di sekolah dan berniat untuk mengajak pulang bersama. Setelah aku tolak dia mengikuti aku. Makanya aku nginap di rumah Jasmine”.


“Rel, panggil pacarmu itu. Ayah mau bicara dengannya” titah sang ayah.


Aurel mengangguk kemudian langsung menghubungi Izam. Di sambungan telepon yang di speaker itu Izam bilang akan datang saat pulang kerja. Dari cara bicaranya memang dia terlihat seperti pria baik, tapi kenapa dia malah berlaku seperti itu pada Leony. Itulah yang masih tanda tanya besar.


Jam 7 malam Izam sudah tiba di keluarga Leony. Ayah masih memperlakukannya seperti biasa. Izam pun terlihat biasa tidak merasa melakukan kesalahan apapun.


“Pak, saya minta maaf kalau sudah membuat Leony takut. Jujur saya tidak mempunyai maksud itu. Karena Leony tidak mau saya antar maka saya mengikuti dari belakang untuk memastikan dia baik-baik saja” jelas Izam.


Aurel terkejut. Untuk apa kekasihnya sebegitu perhatian dengan adiknya.


“Kenapa kamu melakukan itu?” tanya Ayah masih tenang.


Izam menunduk. Mungkin merenungi kesalahannya. Dia kemudian menatap ke arah Aurel dengan tatapan yang seolah mengisyaratkan penyesalan. Izam memang pria baik, tapi dia adalah tipe orang yang sangat suka dengan wanita keibuan dan pintar masak seperti Leony. Sikap ramah Leony dan cara dia memperlakukan keluarga seketika membuat Izam lupa kalau sudah memiliki kekasih yang bahkan mempunyai wajah yang sama.


Setelah memandang Aurel cukup lama, Izam mulai menjawab pertanyaan ayah.

__ADS_1


“Maaf pak, saya menyukai Leony. Saya suka dengan wanita yang pintar masak. Saya langsung jatuh cinta ketika memakan masakannya. Saya akui saya salah” jawab Izam.


Jangan tanyakan bagaimana sakitnya hati Aurel. Padahal Aurel pun bisa belajar masak bila Izam memang menginginkan wanita yang pintar masak. Aurel sudah berkaca-kaca.


“Maafin aku yank” kata Izam pada Aurel. Aurel tidak menjawab. Dia tidak bisa berkata-kata.


“Aku udah nyakitin kamu. Aku tidak mengharapkan kamu maafin aku. Aku tahu aku sudah melakukan kesalahan fatal. Aku siap kalau kamu mau kita udahan” Izam menjeda ucapannya.


“Dan Bapak tenang saja, saya tidak akan mendekati Leony setelahnya. Saya masih punya urat malu. Saya tidak mungkin merusak hubungan kakak beradik itu. Saya benar-benar menyesal” Izam berkata sambil menahan tangis. Izam begitu dibutakan cinta sesaatnya pada Leony hanya karena Leony bisa masak. Jujur dia menyesal. Sangat menyesal telah menyakiti hati Aurel, wanita yang dia cintai.


Aurel masih menangis. Tapi dia berusaha berbesar hati. Tidak mungkin lagi dia bisa melanjutkan hubungan dengan Izam. Sekarang Izam tergoda dengan adiknya yang pintar masak bagaimana kalau setelah menikah Izam akan tergoda dengan wanita-wanita lain?.


Aurel memang sedih tapi disatu sisi dia merasa bersyukur karena dia tahu bagaimana sifat Izam sebenarnya. Tapi jujur diluar sifat jatuh cinta sesaatnya itu Izam adalah pria yang sangat baik.


"Aku memang belum bisa memaafkan mu, tapi aku tidak marah padamu. Aku malah bersyukur diberitahukan bagaimana kamu sebelum kita menikah. Semoga kamu bahagia Izam" kata Aurel kemudian meninggalkan ruang keluarga.


Izam tidak mencegah Aurel, dia hanya pandangi punggung Aurel yang telah menghilang. Izam benar-benar menyesal. Tapi nasi sudah menjadi bubur.


Ayah banyak memberikan wejangan pada Izam, bagaimana dia harus bersikap dan menghargai apa yang dia punya. Izam hanya mengangguk tanpa menyela.


Izam juga meminta dipertemukan dengan Leony untuk meminta maaf. Ayah setuju dan memanggil Leony. Jadilah mereka bertiga duduk di ruang tamu. Ayah, Izam dan Leony.


"Dik, maafin kakak ya" kata Izam tanpa berani menatap mata Leony.


Leony mengangguk.


"Iya kak, tapi aku mohon kakak bisa berubah. Nanti ketika kakak sudah berumah tangga setia lah pada pasangan kakak. Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kalau kakak hanya melihat satu kekurangan pasangan, kakak akan selalu merasa kurang. Lengkapilah kekurangan pasangan kakak dan nikmati kelebihannya maka kakak tidak akan pernah merasa kekurangan apapun" kata Leony panjang lebar hampir sama dengan apa yang Ayah meritahukan pada Izam sebelumnya.

__ADS_1


Izam mengangguk. Setelah berbincang cukup lama Izam pun undur diri. Dia tidak sanggup bertemu dengan Aurel lagi. Dia sangat menyesal dan memilih mundur. Dia tidak ingin mengecewakan orang sebaik Aurel lagi kedepannya.


Bersambung...


__ADS_2