DREAM

DREAM
Dia Kenapa?


__ADS_3

"Ternyata dunia ini sempit" kata Antony dengan senyum lebarnya.


"Kamu kenal sama Ony?" tanya Edo.


"Pernah ketemu sekali di taman kota. Anaknya asyik" jawab Antony.


Doni yang sudah kembali dengan paper bag di tangannya menguping obrolan temannya sedikit.


"Sialan kamu. Aku kira beneran pacar kamu Leony" kata Antony saat Doni sudah mendudukkan bokongnya di tempatnya kembali.


Doni hanya tertawa lebar.


"Kalau kamu juga berniat buat deketin sepupu aku. Lebih baik mundur saja. Ini contohnya" menujuk Edo. " Sudah lebih dari setahun ngejar-ngejar belum kunjung diterima" kata Doni masih dengan tawanya.


"Kamu naksir Leony?" tanya Antony tidak percaya. Dia menatap Edo sambil menuntut jawaban.


Edo tersenyum masam.


"Udahlah gak usah dibahas... Aku sudah menyerah" kata Edo dengan pasrahnya.


Wingky dari tadi hanya mendengarkan saja. Dia tidak ingin dianggap kepo di pertemuan pertama mereka.


"Kenapa gak diajak masuk?" tanya Edo pula mengalihkan pembicaraan tidak ingin tentang dirinya dijadikan bahan gibah.


"Mana mau dia kesini. Dia kapok aku kenalin sama temen-temen ku" jawab Doni masih tertawa.


"Kamu ini don.. Apa gak kasihan ngerjain sepupu sendiri?" tanya Antony seraya menggelengkan kepalanya.


"Kamu tahu gak hampir satu semester aku jadi sopir pribadi dia gara-gara Ayahnya gak ngebolehin dia pacaran. Tapi aku senang bisa ngelakuin itu. Seenggaknya dia akhirnya putus dari pacar resek nya itu"


"Wahh aku juga mau jadi sopir pribadinya ehehe" kekeh Antony. "Kenapa bisa putus?" tanya Antony pula.


"Sana daftar tapi bakalan susah" Doni malah tertawa ngakak.


"Aku chat dia gak pernah sama sekali di balas. Mau bilang sombong tapi kalau ketemu dia baik dan ramah banget. Jadi bingung" curhat Edo tanpa sadar dan mengundang tawa ketiganya termasuk Wingky yang dari tadi mendengarkan.


"Itu artinya dia gak mau ngasih harapan sama kamu. Dia juga udah janji sama Ayahnya buat gak pacaran sampai lulus SMA. Jadi kalau kalian memang ada rasa sama sepupu aku" Doni menjeda ucapannya, " Lebih baik tunggu 2 tahun lagi" lanjutnya dengan tawa ngakak.


"Berarti gak ada kesempatan ya? Ngedenger cerita kamu kayaknya yang udah nyatain cinta banyak ya?" tanya Antony lagi.


"Kalau itu sih aku gak tahu. Dia kalau gak ditanya mana pernah curhatin masalah percintaannya. Heran beberapa bulan belakangan dia jadi dewasa banget"jawab Doni apa adanya.


Antony pun menganggukkan kepalanya.


"Dari tadi diem aja. Kalau ada masalah cerita aja" kata Doni tiba-tiba pada Wingky karena dia melihat Wingky seperti tidak bersemangat.

__ADS_1


"Lagi marahan dia sama gebetannya" jawab Antony tanpa diminta.


"Alah... Baru juga gebetan. Cari yang lain masih banyak bintang di langit" Si Playboy mulai beraksi.


"Jangan samain kayak kamu dong!" kata Edo seraya memukul kepala sahabatnya itu.


"Hidup itu harus berlanjut. Kalau merasa sudah tidak baik jangan dilanjutkan. Kayak kamu" menunjuk Edo, "Sudah tidak ada kesempatan cari yang lain".


Edo mencebikkan bibirnya.


"Bukannya gak mau nyari yang lain. Tapi hati ini belum bisa berpaling" jawab Edo kemudian berpangku tangan.


"Gara-gara dilarang pacaran dia gak mau nerima Edo ya?" tebak Antony.


"Kayaknya sih bukan. Dia hanya fokus mengejar mimpi saja. Sangat berbanding terbalik dengan aku yang mengejar cinta semata hahaha" Doni kembali tertawa.


"Jangan heran ya , Ky. Ini anak memang kerjaannya ketawa melulu" kata Antony pada Wingky yang dianggukinya kemudian.


"Memang lebih baik tertawa supaya kita happy" kata Wingky kemudian.


Wingky jadi penasaran dengan Leony karena beberapa kali dia terlihat menangis. Bahkan setiap mereka bertemu Leony tampak sedih. Dia ingin bertanya tapi takut dikira macam-macam. Apalagi Antony dan Edo sama-sama menyukai Leony.


"BTW kamu kenal Oon dimana?" tanya Doni pada Antony.


"Kamu juga kenal?" tanya Doni pula pada Wingky dan Wingky langsung menggeleng.


Doni malah tertawa.


"Yang benar dia bilang sering jogging? Ya ampun...Padahal dulu orangnya mageran. Gak suka olah raga" kata Doni selalu dengan tawa ngakaknya.


"Tapi aku lihat dia sekali aja sih, tapi dia bilangnya setiap minggu kesana" jelas Antony.


"Apa dia bohongin aku ya?" kata Antony lagi.


"Nggak kok, aku sering lihat dia" kata Wingky tanpa sadar.


"Tadi katanya gak kenal?" tanya Doni heran.


Wingky hampir gelagapan tetapi otak cerdasnya memberi alasan dengan cepat.


"Emang gak kenal. Tadi aku lihat yang bawain kamu baju. Jadi ingat-ingat pernah ketemu dimana. Baru sadar ternyata hampir setiap ke Taman Kota aku lihat dia disana" jelas Wingky setenang mungkin. Memang kenyataannya dia tidak kenal hanya sering bertemu saja.


Doni pun mengangguk paham.


Mumpung sudah ketahuan dia sering melihat Leony dia semakin penasaran dengan kenapa Leony sering terlihat murung.

__ADS_1


"Oh iya, kenapa setiap aku lihat dia sering menangis ya? Makanya aku jadi ke ingat dia. Karena seringnya aku lihat dia menangis" kata Wingky yang seketika membuat Doni membulatkan matanya.


"Kamu serius?" tanya Doni tidak percaya.


"Serius, di toko buku juga aku pernah ketemu dia. Rame-rame sama temannya. Tanya aja temannya yang bule itu. Dia yang ngasi tisu saat sepupu kamu nangis" tambah Wingky.


Doni terdiam sesaat.


"Dia kenapa ya? Aku juga ngerasa dia berubah. Tapi di depan ku dia selalu ceria" kata Doni.


"Malah yang seperti itu patut kita curigai. Sebagai yang paling dewasa disini aku cukup paham mungkin itu tanda putus cinta" kata Antony mencoba memahami.


Doni menggeleng.


"Tidak, dia malah lega putus dari pacarnya. Aku sangat yakin bukan karena itu" jawab Doni yakin.


"Mungkin saja dia suka dengan orang lain tapi dia ditolak" perkataan Antony yang malah membuat tawa Doni pecah.


"Kenapa malah tertawa? Aku serius" kata Antony pula.


Bukan Doni tapi Edo yang menjawab.


"Kamu belum kenal Leony dengan baik. Kalau sudah kenal kamu tidak akan bisa berpaling dari pesonanya".


"Seperti kamu" tambah Doni.


Dan Edo pun mengangguk.


"Gimana kalau kita taruhan siapa yang bisa dapetin Leony" kata Antony pada Edo.


Tak segan-segan Doni memukul kepala Antony. Tak peduli Antony lebih tua darinya.


"Kamu pikir sepupu aku itu barang yang bisa dijadiin barang taruhan?" kata Doni emosi. Walau dia playboy tapi dia tidak mau siapapun bersikap buruk pada keluarganya.


Antony meringis kesakitan.


"Sorry, aku bercanda saja. Tidak mungkin aku mainin cewek lah. Aku punya sodara cewek juga" kata Antony yang menyadari kesalahannya.


Doni masih terlihat kesal.


"Lagian kamu ini ada-ada saja" kata Edo tak habis pikir.


"Jalan baik-baik aja aku sudah dapetinnya. Apalagi pakai taruhan segala" kata-kata Edo malah mengundang tawa Wingky.


"Iya Sorry... Sorry" kata Antony merasa bersalah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2