DREAM

DREAM
Masa Lalu


__ADS_3

“Kalau mau nananina itu tutup dulu pintunya, Ky” kata Mama pura-pura merajuk.


Wingky mendekat pada Mamanya kemudian memeluknya sambil menghadiahi ciuman di kening tante sekaligus Mama angkatnya itu.


“Mama mau cepat gendong cucu kan?” tanya Wingky sambil menaik turunkan alisnya.


Leony hanya bisa menepuk keningnya. Suaminya ini memang urat malunya sudah putus.


Mama malah tertawa mendengar pertanyaan sekaligus jawaban dari Wingky.


“Mama gak bakalan menang kalau berdebat sama kamu” balas Mama sambil geleng-geleng kepala.


Wingky hanya tertawa saja. Dia kemudian mendekat ke arah istrinya dan tanpa malu langsung memeluk istrinya dan menghadiahi banyak ciuman di puncak kepalanya.


“Leony, kamu maklum ya. Wingky itu sudah 30 tahun dan baru merasakan punya istri. Jadi ya begini sedikit lebay” kata Mama masih geleng-geleng kepala.


Leony pun hanya tertawa kecil. Mereka kemudian menikmati kue dan mengobrol santai. Tidak terasa sudah jam 8 malam. Leony dan Wingky pun pamit untuk pulang.


“Kenapa gak tidur disini? Kalian kan belum mencoba kasur disini” kata Mama menggoda.


Wingky menepuk keningnya sendiri. Ternyata Mamanya mendengar apa yang tadi mereka bicarakan.


“Mama… mama…” kata Wingky kemudian mencium punggung tangan Mama begitu pula Leony.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan keluar dari halaman rumah Wingky.


“Sayang, aku mau makan es krim ya. Bisa berhenti bentar di IndoApril gak?” mohon Leony.

__ADS_1


“Iya sayang” jawab Wingky kemudian menuju minimarket yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya.


Begitu sampai Leony turun disusul Wingky. Leony langsung memilih es krim strawberry kesukaannya.


“Kamu mau yank?” goda Leony.


“Mau, tapi nanti kalau gigi aku ngilu kamu yang obatin” jawab Wingky penuh maksud dan Leony tertawa kecil mendengarnya.


“Tinggal gosok gigi aja kan?” jawab Leony saat tawanya mulai reda.


“Enak aja, buat kamu caranya beda” Wingky tidak mau kalah.


“Hahaha…” Leony tertawa saja.” Kopi mau?” tawar Leony. Wingky pun mengangguk.


“Seperti biasa” jawab Wingky.


Mereka duduk di depan minimarket sambil menikmati minuman masing-masing.


“Yank, aku mau beli tissue dulu ya. Dirumah habis. Mumpung disini” kata Wingky kemudian menyerahkan kopinya pada Leony.


Leony pun mengangguk.


Wingky masuk ke dalam Minimarket sambil bersiul. Dia sudah membayangkan sampai rumah akan melakukan apa. Bagai menemukan savana di gurun sahara. Itulah yang Wingky rasakan setelah menikah. 30 Tahun merupakan usia yang lumayan matang untuk menikah. Teman-temannya pun sudah banyak yang punya ekor. Bahkan ada yang anaknya sudah masuk SD. Ya walaupun ada juga yang belum menikah seperti Antony misalnya. Padahal Antony sudah berusia hampir 34 tahun.


Leony yang asyik memakan es krimnya seketika menghentikan kegiatannya saat melihat seseorang yang dia kenal masuk ke dalam Minimarket. Perempuan cantik yang siapa lagi kalau bukan cinta pertama suaminya. Bila mengingat Agnes, Leony selalu merasa cemburu. Leony menyudahi memakan es krimnya. Dia memilih menyusul Wingky ke dalam.


Seperti dugaan Leony, Agnes sudah menghampiri suaminya.

__ADS_1


“Wingky kan? Apa kabar ky?” sapa Agnes langsung memeluk Wingky. Wingky yang kaget tidak sempat menolak pelukan Agnes. Saat melihat Leony yang melotot padanya langsung saja Wingky mendorong tubuh Agnes.


“Kabar baik” jawab Wingky singkat., “Sayang sini” panggil Wingky pada istrinya. Agnes pun menoleh pada arah tangan Wingky memanggil. Leony mendekat.


“Kalian sudah menikah?” tanya Agnes kaget.


Leony mengangguk kemudian tersenyum. Leony sebenarnya bingung. Apakah disini dia mengenal Agnes atau tidak. Karena seingatnya di dunia yang sekarang dia sama sekali tidak pernah bertemu Agnes.


“Kamu sendiri sudah menikah?” tanya Leony.


Agnes pun mengangguk. 


“Suami sama anak aku menunggu di mobil” jawabnya.


“Ya ampun, sudah menikah tapi meluk-meluk laki orang” batin Leony.


“Ya sudah, kami duluan” kata Wingky dan langsung merangkul istrinya menuju kasir.


Sepanjang perjalanan ke rumah Leony hanya diam saja. Wingky yang sudah hafal sikap Leony pun ikut diam. Kalau kesal Leony akan diam saja dan percuma menjelaskan. Tapi marah istrinya itu hanya sebentar saja tapi ketika suntuk masalah yang sudah selesai di ungkit-ungkit kembali. Ya begitulah wanita. Suka sekali membahas masa lalu, padahal ada masa kini dan masa depan yang harusnya kita pikirkan.


Sesampainya dirumah Leony hanya diam saja. Dia hanya tersenyum tipis saat Rahma menyapa mereka. Rahma pun mengerutkan kening bingung. Tadi saat berangkat mereka selayaknya pengantin baru tapi ketika kembali seperti perang dingin. Rahma pun kembali tidak mau ikut campur.


Di dalam kamar Leony langsung saja masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di bathtub. Kebiasaan kalau lagi suntuk dia lebih suka berendam lama. Wingky sampai mandi di kamar sebelah karena istrinya lama sekali di dalam kamar mandi. Rahma yang melihat Wingky masuk ke kamar tamu pun menjadi berprasangka buruk.


“Ya Tuhan, semoga mereka baik-baik saja” Rahma berdoa dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2