DREAM

DREAM
Baksos


__ADS_3

Mikirin apa? Dari tadi aku lihat melamun saja" tanya Sandra yang memang terus memperhatikan Leony dari jauh.


Leony hanya tersenyum kemudian menggeleng sebagai jawaban.


“Nasi goreng spesial dengan extra sambel. Sesuai keinginan tuan putri” kata Sandra sambil terkekeh.


“Hehehe, makasih ya San” kata Leony malu sendiri.


“Sama-sama. Biasanya kan kamu yang pesankan. Tadi aku request macam-macam sama Bapaknya. Makanya aku tungguin disana” kata Sandra. “Oh iya, kamu sudah bayar baksos?” tanya Sandra sambil memasukkan nasi ke mulutnya.


“Belum, baru sekarang mau ke BNI. Kamu udah?” tanya Leony pula.


“Belum juga. Barengan ya” ajak Sandra.


“Oke” jawab Leony. Mereka Pun segera menuntaskan makan mereka agar bisa segera melakukan proses pembayaran Baksos sebelum dosen jam kedua datang.



Saat tengah mengantri di bank BNI tanpa sengaja Leony mendengar obrolan Wingky, Stella dengan Antony yang duduk di depan mereka. Mereka tidak sadar kalau Leony dan Sandra duduk disana.


“Jadi beneran kamu gak pacaran sama Leony?” tanya Sandra pada Wingky.


“Nggak. Berapa kali sih dibilangin” jawa Wingky kesal.


“Hehehe, maaf. Aku kira kalian pacaran. Tapi kamu suka sama dia gak?” tanya Stella pula.

__ADS_1


“Nggak, Antony yang suka “ jawab Wingky.


“Beneran gak suka?” tanya Stella lagi.


“Cerewet banget sih kamu. Dibilangin gak suka juga” jawab Wingky pula.


“Syukurlah kalau begitu” kata Stella kemudian.


Di sebelah Wingky, Antony sudah senyum-senyum. Dia sedikit kasihan karena Stella dari tadi menempel terus.


“Ky, kenapa gak suka dengan Leony?” Stella bertanya lagi.


“Kamu kenapa sih nanya-nanya terus dari tadi?” kesal Wingky.


“Ini pertanyaan terakhir deh” janji Stella, “Kenapa bisa gak suka Leony?” ulang Stella.


“Ya enggak juga” jawab Stella kemudian.


“Ya sudah, artinya aku gak harus suka dengan Leony kan?” tanya Wingky pula.


Stella pun mengangguk paham.


Di belakang Wingky,  Leony menahan sesak di dada. Mendengar langsung kalau Wingky tidak menyukainya untuk yang kedua kali membuat rasanya sakit sekali. Tak berapa lama nomor antrian Wingky sudah dipanggil. Dia bergegas meninggalkan Stella disana.


“Huft…aman” batin Wingky. Saat dia sudah selesai dengan urusannya dan berbalik. Dia melihat Leony yang tengah menatap ke arahnya. Tatapan mata Leony sama persis ketika dia melihat Leony di taman kota.

__ADS_1


Deg. Wingky merasakan sesak di dadanya. Dia tidak suka melihat wajah Leony yang seperti itu. Dia juga takut Leony mendengar ucapannya tadi dengan Stella. 


Leony langsung memalingkan wajahnya. Dia tidak mau melihat ke arah Wingky. 


Wajah Wingky langsung berubah pias dan Stella menyadari itu. Stella mengikuti arah pandang Wingky dan melihat Leony yang duduk tepat di belakang mereka.


“Walau bibir kamu berkata kalau kamu tidak menyukainya. Tapi matamu tidak bisa berbohong ky” batin Stella.



Hari berlalu, Bakti Sosial yang diadakan oleh Mahasiswa semester awal M University telah berlangsung. Mahasiswa menaiki bus menuju salah satu pantai yang letaknya cukup jauh dari kampus mereka.


2 Jam perjalanan ditempuh menuju lokasi. Saat sudah sampai mahasiswa diberikan pembekalan oleh dosen sebelum dilepas untuk melakukan bersih-bersih di area pantai dan sekitarnya.


Leony, Sandra dan Daniel berjalan bersama di pinggir jalan besar. Langit masih mendung karena sekarang masih musim hujan. Kemarin baru saja hujan deras dan menyebabkan beberapa titik memiliki genangan air.


“Ony, foto aku di sini ya” kata Sandra meminta tolong.


Leony menerima ponsel dan mengambil foto dari jarak yang cukup jauh karena Sandra tidak mau terlihat gendut. Saat hendak mengambil gambar tiba-tiba saja ada mobil yang melintas melewati genangan air yang membuat air itu naik dan mengenai baju kemeja putih milik Leony. Bajunya yang basah membuat lekuk tubuh Leony terlihat jelas. Apalagi sesuatu yang menantang di depan sana terlihat dengan jelas. Antony dan Wingky yang berada di dekat sana sampai-sampai menelan ludah paksa. Pemandangan yang baru pertama kali mereka lihat ada di depan mata. Leony tidak bisa menutupi keterkejutannya. Sesuatu yang dia tutupi selama ini dengan pakaian longgar bisa dilihat semua mata yang ada disana.


Wingky dengan segera melepas jaketnya dan berlari ke arah Leony. Dia tutupi tubuh basah Leony dengan jaketnya. Leony sangat malu karena cowok-cowok menatapnya dengan tatapan lapar. Leony hampir menangis, dia merasa ditelanjangi hidup-hidup.


“Sudah jangan menangis” kata Wingky seraya memegang kedua pundak Leony.


Leony menatap ke arah Wingky dengan mata sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2