
Raynad bukan hanya tidak bisa tidur namun ia juga tidak fokus pada flim yang ada dihadapannya, raynad menoleh kearah alana yang begitu fokus menonton. rasa penasaran raynad semakin besar mengenai keluarga alana.
saking takutnya alana bahkan dia mengganjal pintu dengan sofa yang ada dikamarnya karna dia tau mau mama nya masuk, apa alana begitu takut pada mama nya?
"Alana aku mau tanya boleh?" tanya raynad.
alana yang sedang fokus menonton akhirnya menoleh kearah alana.
"Boleh, katakan saja!" ucap alana.
"Hari itu waktu aku anter kamu dan ketemu sama adik juga mama kamu, kamu terlihat begitu tertekan? apa yang terjadi?" tanya raynad.
sebenarnya raynad hari itu sadar bahwa alana sangat takut pada mama juga adiknya, raynad melihat alana yang hanya menunduk takut saat mama dan adiknya keluar dari rumah mereka.
alana diam tak menjawab, alana hanya menunduk lemah saat mendengar pertanyaan dari raynad.
"Tidak ada yang terjadi. tapi mereka adalah mama dan adik tiri aku!" jawab alana dengan lirih.
raynad mengernyitkan dahinya heran.
"Maksudnya apa aku gak ngerti?" tanya raynad lagi.
"Ayah aku menikahi mama mayang dan mama mayang punya anak dan itu adalah kania yang dibilang adalah adik aku."
"Jadi yang waktu itu aku liat mama tiri kamu?"
alana hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
"Terus mama kandung kamu mana?" tanya raynad.
alana semakin menunduk, alana kembali teringat semua kejadian memilukan dihidupnya, alana tidak bisa lagi menahan tangisannya.
raynad yang mendengar suara isakan tangis dari alana pun panik, raynad sontak langsung memeluk alana agar gadis itu bisa lebih sedikit tenang.
"maaf al.. maaf kalo pertanyaan aku menyinggung kamu, aku janji gak akan nanya lagi." ucap raynad penuh sesal.
alana menangis dengan tersedu-sedu dipelukkan raynad dan raynad memeluknya dengan erat.
alana berada didalam dekapan raynad.
"Bunda...ayah.. udah gak ada.." ucap alana disela isakan tangisnya.
raynad benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh alana, raynad baru tau jika alana sudah tidak memiliki orang tua kandung.
raynad mengusap kepala alana penuh kasih sayang, raynad yakin alana selama ini selalu kesepian, maka dari alana cenderung menyendiri dan tidak suka bergaul.
__ADS_1
"Udah kamu tenang aja. udah ada aku kan?" ucap raynad menenangkan alana.
alana masih menangis, entah kenapa perasaannya saat ini sulit dikendalikan karna ia kembali mengingat masa lalu nya yang begitu menyakitkan.
raynad tak usai memeluk alana dan membuat alana semakin merasa nyaman meski ia tak tau kenapa ia tak bisa berhenti menangis.
"Jadi apa kamu takut dengan mama tiri kamu?" tanya raynad menatap alana seraya menangkup wajah gadis itu.
alana menggeleng, mana mungkin ia katakan yang sebenarnya jika ia diperlakukan dengan buruk oleh mama juga adik tirinya.
"Al dari perlakuan kania ke kamu yang aku liat disekolah itu bisa membuktikan bahwa kania tidak menyukai kamu, apa mama kamu juga?" ucap raynad.
alana diam dan raynad menatapnya penuh selidik.
"Dari diam kamu itu udah cukup jawab semuanya!" ucap raynad dan membuat alana tidak lagi bisa berkata-kata.
"Al aku mungkin bakal bikin kamu sedih tapi tolong nanti saat kamu siap kamu bisa cerita sama aku kapan aja!" titah raynad.
alana masih diam.
sebelumnya alana belum mengatakan apapun pada siapapun alana bahkan belum cerita pada rival sebagai sahabat dari pria itu apalagi pada pria yang alana cintai, alana tidak yakin dengan itu.
"Aku akan jaga baik-baik jika itu rahasia, dan aku akan berusaha menghibur jika memang itu menyakiti hati kamu!" jelas raynad.
alana menghela nafas pelan, ia memejamkan matanya untuk menguatkan hatinya, entah benar atau tidak apa yang dikatakan oleh orang-orang jika nantinya kita sudah mencurhkan apa yang ada dihati juga fikiran kita maka kita akan merasa lebih ringan dari semua beban.
raynad mengernyitkan dahinya bingung, ia masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh alana.
"Jadi kania itu anak siapa?" tanya raynad.
"Kania tidak ada hubungan darah dengan ayah, kania hanya anak mama mayang dari suami lamanya tapi ayah menyuruhku untuk tetap menganggap kania sebagai adik aku karna kania lebih muda beberapa bulan dari aku."
"Terus bunda kandung kamu gimana?"
alana kembali menunduk dan menangis, alana tidak sanggup mengingat kesedihan bunda nya saat dulu.
raynad yang melihat alana kembali menangis pun kembali memeluk gadis itu, mungkin itulah titik menyakitkan untuk alana.
"Bu..bunda.. dia gak bisa terima dengan apa yang ayah lakukan, bunda me..ngajak aku pergi tapi dijalan kami mengalami kecelakan, hanya bunda yang terluka parah karna aku duduk dikursi belakang dan bunda yang mengemudi, bunda meninggal saat dirawat dirumah sakit." ucap alana dengan lirih lalu kembali terisak tangis.
raynad yang mendengarnya begitu tidak menyangka karna alana mengalami hal tragis seperti itu, raynad menatap alana dengan lembut, raynad kagum dengan alana yang bisa melewati masalahnya yang rumit sendirian apalagi diumurnya yang terbilang masih sangat muda.
"Ayah meninggal beberapa tahun setelah bunda karna kecelakaan saat dia sedang melakukan perjalanan bisnis, dan kini aku harus tinggal sama mama mayang juga kania."
"Kamu gak suka tinggal sama mereka?" tanya raynad menatap alana dengan tatapan dalam.
__ADS_1
meski alana diam tapi raynad tau jawaban dari pertanyaannya, ia pun memeluk alana dengan erat untuk membuat alana kuat, raynad sekarang tidak lagi harus menanyakannya lebih jauh karna ia takut alana lagi-lagi menangis.
raynad menangkup wajah alana dan menatapnya.
"Sekarang kamu gak perlu lagi sungkan sama aku, aku janji akan menemani kamu dan siap mendengarkan cerita kamu selalu setiap kamu butuh aku!" ucap raynad dengan yakin.
alana hanya bisa balik menatap raynad, apa raynad tidak tau jika tindakannya ini membuat alana justru malah semakin menyukainya?
alana hanya menganggukkan kepalanya untuk menyahuti ucapan raynad.
***
pagi hari...
matahari belum terlihat dan raynad juga alana sama-sama tidak tidur semalaman, sebelum matahari menampakan sinarnya raynad sudah pamit dan pulang melewati jalan ia masuk, memang agak ekstrem tapi raynad tidak punya pilihan lain.
disekolah..
alana duduk sendirian dibangku panjang yang ada disamping sekolah tepat dibawah pohon yang rindang.
hari ini paman alana mengirimkan uang untuk alana dan alana bisa menggunakannya untuk keperluan alana.
sebenarnya semua rekening juga tabungan milik alana dipegang oleh mayang dengan paksa, tapi alana tidak bodoh dan tidak tinggal diam dia meminta pada pamannya untuk membuat lagi yang baru tanpa sepengetahuan mayang juga kania.
"Hai." sapa rival yang baru saja datang.
alana menoleh dan mengembangkan senyumnya melihat rival yang sudah duduk disampingnya.
"Hai rival!"sapa alana.
"Kenapa makan disini? kenapa gak dikelas aja?" tanya rival bingung.
"Enakan disini ada angin sejuk." jawab alana bohong karna pada nyatanya ia makan diluar untuk menghindari kania agar tidak tau jika alana sedang makan.
kania pasti akan mengadu pada mayang dan nantinya mayang akan bertanya dari mana alana mendapatkan makanan.
"Masih pagi udah nyari angin sejuk aja!"
"Ya gapapa, manusia kan emang butuh udara sejuk biar hati sama fikirannya juga sejuk!" balas alana.
"Kata-kata dari mana tuh?" tanya rival.
"Aku lah, kan tadi kamu dengernya aku yang ngomong."
rival hanya tertawa mendengarkan ucapan alana, meski alana pendiam tapi jika sudah akrab dan dekat dengannya maka alana akan menjadi orang yang sangat suka tersenyum dan selalu membuat orang lain tertawa dengan tingkah polosnya.
__ADS_1
"Alana..."