
Ini sudah pertemuan ketiga sejak kejadian Wingky melihat Agnes bersama gurunya sendiri. Dan Wingky tidak terlihat lagi batang hidungnya. Dia sudah absen selama itu.
Agnes pun terlihat selalu datang seorang sendiri.
Saat jam pelajaran berakhir, Leony menghampiri Aga.
"Kak, kok aku gak pernah lihat Wingky ya?" tanya Leony dengan expresi dibuat se santai mungkin agar tidak ada yang curiga.
"Kamu tidak tahu kalau dia pindah keluar negeri?" tanya balik Aga.
"Oh.. Iya kah? Aku tidak sedekat itu dengannya " jawab Leony.
Leony dan Aga berjalan beriringan menuju parkiran.
"Saat kita kumpul2 beberapa minggu lalu di taman baca, Aku dan Wingky melihat Agnes dan Mr Stave jalan berdua. Sejak itu dia setuju untuk tinggal diluar negeri bersama orang tuanya. Padahal dulu dia rela tinggal sendiri di Indonesia" jelaa Aga.
"Jadi Agnes mengkhianati Wingky?" tanya Leony tidak percaya.
"Kata Wingky mereka tidak berpacaran. Hanya teman dekat saja. Atau lebih tepatnya sudah beberapa kali Wingky mengajak berpacaran tapi Agnes selalu menolak" kata Aga pula.
Leony hanya mengangguk mengerti.
"Kalau gitu aku duluan ya kak" kata Leony berpamitan. Aga pun mengangguk.
Saat hendak memasang helm di kepalanya terdengar suara pesawat terbang yang melintas di atasnya. Leony pandangi pesawat yang terbang tinggi di atas itu, seolah Wingky ada disana.
"Sampai jumpa Wingky. Semoga kita bisa bertemu kembali" kata Leony dalam hati sambil terus memperhatikan pesawat yang sudah semakin menjauh.
...
Beberapa bulan berlalu. Tiba saatnya perpisahan untuk kakak kelas. Itu Artinya Ricky pun akan menjadi alumni dari SMA K. Selama itu Ricky, Samuel, Ayu, Jasmine dan Leony tetap berteman baik.
Setelah acara perpisahan berakhir Ricky seperti biasa mengajak teman-temannya jalan-jalan. Kali ini mereka menonton film komedi. Mereka ingin perpisahan ini tidak begitu menyedihkan. Ricky akan melanjutkan study di negeri kangguru. Tinggal bersama neneknya disana.
Selesai menonton film Ricky sangat memanjakan teman-temannya. Selain mentraktir makan dia juga membelikan beberapa kado tanda perpisahan.
Mereka juga bermain di arena bermain. Hampir semua alat mereka coba.
"Kak, terima kasih ya. Harusnya kami yang mentraktir kakak sebagai ucapan selamat sudah lulus. Malah kakak yang traktir kami" kata Leony sungkan.
__ADS_1
Leony dan Ricky tengah duduk di kursi sofa yang tersedia di area bermain. Samuel dan Ayu tengah melakukan permainan air sedangkan Jasmine tengah bermain boneka.
Ricky tersenyum kemudian mengangguk.
"Boleh aku mengatakan sesuatu sebelum aku pergi?" tanya Ricky hati-hati.
Leony pun tersenyum kemudian mengangguk. Bukan GR tapi dia tahu apa yang akan Ricky katakan. Dia bukan anak kecil yang tidak bisa membaca situasi.
Ricky terlihat beberapa kali menghela nafas.
"Aku tahu kamu hanya menganggap ku sebagai teman. Tapi ijinkan aku untuk mengungkapkan perasaaan ku. Aku menyukaimu entah sejak kapan" kata Ricky sambil menatap wajah Leony lekat. Ricky menghela nafas lagi, "Aku ingin semua yang mengganjal aku ungkapkan sebelum aku menetap selamanya di Aussie".
"Selamanya? Kakak tidak akan kembali?" tanya Leony sendu. Ricky adalah teman yang berharga untuknya. Walau dia tidak bisa membalas cintanya tapi Ricky begitu berarti untuk Leony.
Ricky memaksakan tersenyum.
"Aku akan menetap disana, tapi sesekali pasti kesini" jawab Ricky.
Leony sudah menangis dia mengusap usap air matanya yang jatuh di pipi. Orang-orang yang berharga untuk Leony satu persatu sudah meninggalkannya.
Ricky menyerahkan tissue untuk Leony. "Jangan nangis. Kita masih bisa komunikasi lewat sosmed. Bahkan bisa video call dengan skype. Aku akan sering menghubungi kalian".
Leony pun mengangguk.
Ricky tertawa kecil.
"Aku tidak akan mungkin melupakan kalian" kata Ricky sebagai jawaban.
Tak berapa lama Samuel, Jasmine dan Ayu ikut bergabung.
"Kenapa kalian malah mewek mewekan disini?" tanya Ayu dengan kebiasaannya yang ceplas ceplos.
Samuel menggeplak kepalanya pelan.
"Berisik" kata Samuel yang menganggap Ayu sebagai perusak suasana.
"Ayo kita ke pantai, jangan lah sedih-sedih" ajak Samuel. Dia pun merangkul pundak Ricky.
Mereka berlima berjalan beriringan keluar dari gedung Mall menuju dimana mobil Ricky terparkir.
__ADS_1
....
"Aaaaaaaaa......" kelima sekawan itu berteriak dengan kencangnya di tepi pantai. 5 sekawan yang masih memakai seragam SMA itu berteriak menghilangkan penat dan beban yang selama ini memenuhi jiwa dan raga.
Setelahnya mereka tertawa begitu keras menyadari kekonyolan mereka. Hari sudah lumayan petang. Langit pun sudah berwarna jingga ke lima muda mudi itu masih bermain di pantai sambil berkejar-kejaran.
Saat sudah benar-benar lelah mereka mendudukkan diri di pasir pantai yang berwarna putih itu. Samuel bahkan seperti anak kecil yang membuat istana pasir.
Jasmine dari tadi diam saja. Dia sebenarnya yang paling sedih atas rencana Ricky untuk menetap di negeri kangguru itu.
Dia tidak seberani Ricky untuk mengungkapkan rasa sukanya sebelum berpisah. Bagi Jasmine lebih baik dia mencintai dalam diam.
Leony merangkul pundak Jasmine. Dia sangat paham bagaimana perasaan sahabatnya itu.
Jasmine tersenyum memandang wajah sahabatnya itu begitu pula Leony.
Pertemanan yang saling melengkapi dan memahami memang terjalin diantara mereka berdua.
"Kita ambil foto yuk" ajak Ricky dan diangguki yang lain. Ricky meminta bantuan pada pengunjung pantai yang lewat untuk membantu mengambilkan foto mereka berlima.
Leony ditengah, Ayu dan Samuel disisi kiri, Jasmine dan Ricky disisi kanan. Mereka berfoto sambil merangkul.
Tidak ada raut sedih di foto itu. Mereka tidak ingin menyisakan kesedihan. Jarak bukan segalanya, masih banyak cara untuk berkomunikasi. Apalagi dijaman ini handphone sudah semakin canggih. Walau video call baru bisa melalui skype saja.
"Ayo pulang. Nanti Ayah Leony melototin kita" kata Ricky saat mereka sudah selesai berfoto.
Leony tertawa sangat kencang.
"Hahaha...resiko memiliki anak cantik. Jadi Ayah aku was-was". Leony sudah kembali dengan ke narsisannya.
Sejak dia belajar melupakan Wingky hidupnya jauh lebih baik. Dia tidak lagi bersedih. Fokusnya hanya belajar belajar dan belajar.
Stave bahkan menawarkan Leony untuk membantu menjadi guru private di khursus sederhana yang dia buat sendiri. Khursus bahasa Inggris untuk anak-anak tingkat sekolah dasar.
Karena dia sudah mau kelas 12, Leony terpaksa menolak tawaran itu. Dia ingin lulus dengan nilai baik baru setelahnya akan memikirkan tentang pekerjaan.
Leony memandang foto mereka berlima yang diunggah Ricky di sosial medianya. Leony tidak menyangka kalau akhirnya mereka bisa berteman sedekat ini. Di kehidupan sebelumnya, Leony tidak mengenal Ricky dan tentang Samuel , Leony dan Samuel seolah tidak saling mengenal setelah insiden Samuel mendekatinya kemudian berpacaran dengan orang lain.
Tapi sekarang banyak yang berubah. Banyak hal yang tidak terjadi sesuai kehidupan sebelumnya. Leony berharap semoga kedepannya bisa berjalan sesuai harapannya.
__ADS_1
Yang penting dia sudah berdoa san berusaha. Sisanya biar Tuhan yang menentukan.
Bersambung...