DREAM

DREAM
Tidak perlu diperpanjang


__ADS_3

Pagi telah tiba, Leony bangun pagi sekali. Seperti biasa dia akan merapikan tempat tidurnya terlebih dahulu. Karena Ibunya tidak dirumah Leony berniat membuat sarapan. Leony memang tidak pernah sarapan berat. Pagi pagi biasanya dia akan makan selembar roti gandum dan susu kedelai. Jadi tidak perlu waktu lama untuk menyiapkannya. Tetapi Fero dan Aurel terbiasa makan nasi di pagi hari. Karena sisa udang mentah di kulkas masih banyak maka pagi ini Leony akan memasak nasi goreng seafood special untuk kakak dan adiknya. Jam enam pagi sarapan telah tersedia di atas meja makan. Fero yang baru bangun tidur langsung saja menuju meja makan.


“Wah… kayaknya enak. Aku mau makan dulu baru mandi” kata Fero dan langsung menarik kursi untuk bersiap duduk dan makan dengan lahap.


Leony geleng-geleng kepala saja. Dia kemudian masuk ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah. Jam 7 kurang 15 menit Leony baru selesai dengan ritual paginya. mandi dan berdandannya memang cukup lama. Keluar dari kamar langsung menuju kulkas dan mengambil susu kedelai setelahnya dia menuju meja makan dan mulai memakan sarapannya. Jam 7 tepat Leony berangkat ke sekolah dengan motor matic kesayangannya. Belum sempat dia menyalakan motornya sang kakak memanggilnya.


“Ony…” panggil sang kakak sedikit berlari.


“Iya kak?” tanya Leony dari atas motornya.


“Ini uang, nanti pulang sekolah beli udang, ayam dan sayur di pasar ya atau di supermarket juga boleh. Sama nanti malam masakin yang kayak kemarin juga gak apa-apa. Kak izam mau makan dirumah kita nanti malam” kata Aurel sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada Leony. Leony menerima uang itu dan berpamitan ke sekolah pada Kakaknya.


“Modus itu si Izam” dumel Leony dalam hatinya.


Sampai di sekolah, Leony sudah ditunggu oleh Samuel, Marvel dan Devi di depan kelasnya.


Leony bisa bersikap biasa saja. Dia bahkan menyapa Marvel dan Devi juga seolah tidak terjadi apa-apa pada mereka.


“Cepat!” desak Samuel pada Devi dan Marvel. Devi terlihat sangat ketakutan. Dia meraih tangan Leony lalu digenggamnya.


“Leony, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. Aku siap menerima hukuman apapun dari mu” mohon Devi. Raut wajahnya terlihat penuh tekanan.


Marvel pun juga meminta maaf. Anak-anak jadinya menonton secara live adegan maaf maafan itu. Mereka jadi menyimpulkan kalau rumor yang tersebar hanya hoax semata.


“Aku udah maafin kalian, dan untuk Samuel makasih ya. Tapi tidak perlu diperpanjang. Kita tutup sampai disini ya” kata Leony sambil tersenyum sangat manis. Samuel sampai pangling dibuatnya. Sedangkan Marvel dan Devi semakin merasa bersalah karena sudah berbuat jahat pada orang sebaik Leony. Devi langsung memeluk Leony sambil menangis.


“Udah… gak usah nangis. Kita harus saling memaafkan ya” kata Leony sambil mengelus punggung Devi yang memeluknya.


Selesai acara maaf-maafan ini mereka pun kembali ke kelas masing-masing.


“Sam… makasih ya” kata Leony sekali lagi.


Samuel mengangguk dan tersenyum. Dia pun meninggalkan Leony menuju kelasnya.


“Semoga kamu panjang umur ya Sam” kata Leony dalam hati sambil memandang kepergian sahabat baiknya itu.

__ADS_1



Pulang sekolah Leony mengunjungi Supermarket untuk membeli bahan makanan yang diminta kakaknya tadi. Leony membeli 1 kg ayam yang sudah dipotong-potong jadi nanti tinggal dicuci dan dimarinasi saja. Leony juga membeli 500 gram udang, sayur kol, wortel dan bumbu-bumbu dapur yang rasa-rasanya sudah habis.


Saat hendak mengambil bawang bombay tidak diduga ada Ibu-ibu yang menabrak tubuh Leony hingga hampir jatuh terhuyung. Tetapi dengan cepat Ibu itu menahan tubuh Leony.


“Maaf nak, Ibu tidak sengaja” kata Ibu tersebut.


Leony menatap tidak percaya pada Ibu itu. Dia adalah Ibu angkat Wingky. Mama Weny.


“Bukannya Mama dan Wingky di luar negeri? Apa mereka sudah kembali?” batin Leony dengan banyak pertanyaan dibenaknya.


“Kamu tidak apa-apa kan nak?” tanya Weny khawatir karena Leony hanya diam saja.


Leony tersadar kemudian menggeleng.


“Tidak apa-apa bu” jawab Leony seraya tersenyum.


“Sekali lagi Ibu minta maaf ya” kata Weny merasa bersalah.


“Iya bu, saya tidak apa-apa” Jawab Leony meyakinkan.


“Kamu belanja sendiri?” tanya Weny karena heran melihat anak SMA belanja keperluan dapur sendirian.


Leony mengangguk.


“Ibu saya sedang diluar kota bu, jadi saya membeli keperluan makan adik dan kakak saya” jawab Leony.


Weny kagum dengan anak muda seperti Leony yang mau belanja keperluan dapur dan tidak gengsi.


“Ibu mu pasti bangga sama kamu” kata Weny sambil mengelus rambut Leony. Padahal baru bertemu sekarang tapi Weny merasa sudah mengenal gadis manis didepannya.


“Terima kasih bu” jawab Leony, “Ya sudah bu. Saya duluan ya bu” kata Leony sambil mengangguk sopan. Weny pun mengangguk dan tersenyum.. Dia pandangi punggung Leony yang tengah mengantri di kasir.


Weny kembali tersenyum sebelum melanjutkan kegiatan berbelanjanya.

__ADS_1



Leony telah sampai di rumahnya. Dia kembali mengingat pertemuan tidak disengaja dengan Ibu angkat Wingky.


“Apa Wingky sudah kembali?” Leony tidak bisa menutupi debar jantungnya. Disatu sisi dia ingin melupakan tapi disisi lain dia selalu merindukan.


Leony meletakkan belanjaanya di atas meja dapur kemudian menuju kamar untuk mengganti baju dan bersih-bersih.


“Fer, masukin belanjaanya ke kulkas ya” teriak Leony sebelum masuk ke kamarnya.


Terdengar sahutan dari Fero.


“Iya kak” jawabnya juga ikut berteriak.


Jam 6 Sore Leony sudah mulai atraksi masaknya. Dia akan memasak ayam kecap sesuai request Fero, serta membuat bihun goreng seafood dan sayur sop. 3 makanan yang menggugah selera.


Setelah cukup lama bergelut dengan masak-memasak akhirnya ketiga masakannya telah ready to served. Leony dibantu Fero menghidangkannya di atas meja makan. Dia tutup makanannya kemudian bergegas untuk mandi karena lumayan gerah setelah masak.


Saat selesai mandi di meja makan sudah ada Izam , Aurel dan Fero. Mereka belum makan hanya tinggal menunggu Leony yang tengah mandi. Kalau Leony sudah mandi apalagi isi luluran jangan tanyakan berapa waktu yang dia gunakan.


Aurel sudah menahan kesal.


"Lama banget dek! Kalau bukan kamu yang masak udah kakak tinggal" kata Aurel jengkel.


Leony hanya nyengir saja kemudian duduk di sebelah Fero untuk menghindari tatapn Izam yang dari tadi tidak lepas memandangnya.


Aurel pun menyadari tatapan mata Izam pada adiknya. Aurel mengira Leony sengaja mandi dan berdandan untuk menarik hati Izam.


Aurel semakin kesal saja.


"Besok-besok makan dulu baru mandi biar kita-kita gak kelamaan nunggu tuan putri mandi" Aurel masih meluapkan kekesalannya.


"Udah gak usah diperpanjang yank" kata Izam menenangkan kekasihnya.


Leony tidak melawan hanya mengangguk saja kemudian memulai makan malamnya.

__ADS_1


Dalam hati Aurel semakin curiga kalau Leony sengaja tidak melawan karena ingin menarik perhatian Izam. Padahal dulu Leony akan membalas kata-kata Aurel, tidak mengangguk pasrah seperti ini.


Bersambung...


__ADS_2