
Tak terasa sabtu pun tiba. Leony sudah siap dengan dandanan simpelnya. Baseball cap berwarna nude, rambut di gerai, oversized t-shirt tucked in warna senada dengan cap yang dipakai, jeans hitam dan sneakers putih. She looks so gorgeous!. Dandanan sederhana , sopan tapi sangat cantik.
"Istri siapa ini?" tanya Wingky sambil menghadiahi kecupan dibibir manis istrinya.
"Siapa lagi kalau bukan Mr.Wingky" jawab Leony sambil memeluk tubuh tinggi tegap milik Wingky.
"Uhh... Manja banget" ujar Wingky sambil kembali mencium bibir istrinya.
"Ayo, Fero dan Ayah sudah menunggu" kata Leony sambil melepas pelukannya kemudian merangkul lengan Wingky. Dia bergelayut sangat manja.
Wingky terkekeh kemudian mencium sekali bibir istrinya sebelum turun ke lantai bawah.
Kurang lebih 40 menit mereka sampai dirumah sederhana milik Leony. Disana Fero sudah membukakan pintu kakak dan kakak iparnya.
Langsung saja dia memeluk mereka bergantian.
"Kak, aku sudah beli banyak bahan makanan. Kakak masak ya. Aku kangen masakan kakak" rengek Fero.
Leony tertawa kecil, adiknya ini memang begitu dari dulu. Wajar saja setelah Aurel menikah 5 tahun lalu , Ibu juga menyusul meninggal jadi tidak ada yang memasak selain Leony. Dan sekarang Leony pun sudah menikah. Tinggallah Fero dan Ayah yang sama-sama lelaki. Leony sudah sering meminta Fero untuk menikah. Toh usianya sudah terbilang matang, 27 tahun. Pekerjaan sudah mapan tapi dia masih enggan untuk ke jenjang pernikahan.
"Ayo masuk" ajak Fero kemudian
Leony masuk lebih dulu disusul Wingky. Di ruang tamu mereka sudah disambut Ayah. Leony mencium tangan Ayahnya begitu juga Wingky.
Fero sudah tidak sabaran ingin memakan masakan Leony. Dia terus menarik kakaknya untuk ke dapur. Padahal dia masih ingin mengobrol dengan Ayah.
"Usiamu itu 27 tahun, bukan 17 tahun Fer" kata Leony sambil geleng-geleng kepala.
Fero hanya tertawa saja.
"Mau dimasakin apa?" Leony sudah membuka lemari pendingin di dapur. Mengecek persediaan bahan yang bisa diolah.
"Aku kangen banget sama udang asam manis buatan kakak. Aku juga pengen dimasakin mie gorenh seafood sama capcay. Buatin itu ya kak" rengek Fero.
__ADS_1
Adiknya lebih mirip anak SMA daripada pria dewasa kalau sedang merengek seperti itu.
"Oke adikku sayang" jawab Leony sambil mengeluarkan bahan-bahannya.
Fero bersorak senang. Dia pun kembali menemui Ayah dan Kakak iparnya.
Leony mulai berjibaku dengan masak memasaknya. Untung saja Fero meminta masakan yang simpel. Jadi tidak terlalu ribet saat membuatnya. Leony mempotong-potong dan prepare semua bahan terlebih dahulu. Nanti tinggal di masak saja.
Setelah cukup lama berkecimpung dengan masakannya akhirnya kurang lebih 50 menit 3 menu simpel itu sudah siap di atas meja makan.
Fero yang sudah mencium aroma masakan itu bergegas menuju meja makan disusul Ayah dan Wingky.
"Terbaik" kata Fero sambil menunjukkan jempolnya. Dengan Lahap Fero memakan masakan kakaknya itu.
"Makanya nyari istri biar ada yang masakin" goda Leony.
"Aku nyari istri bukan untuk dijadiin pembantu. Ingat itu" balas Fero.
...
Leony dan Wingky sudah di futsal center. Wingky sudah janji akan bermain futsal bersama teman-temannya. Disana sudah ada Stefan, Antony, Bastian, Doni, Edo dan beberapa teman lain.
Doni yang melihat kedatangan sepupunya itu langsung menghampiri. Dia memeluk erat seolah sudah lama tidak bertemu. Padahal mereka terakhir bertemu saat pesta pernikahan Leony yang baru berjalan kurang lebih 2 minggu yang lalu.
"Kangen banget sama kamu" kata Doni masih memeluk sepupunya itu.
Hem. Wingky sampai berdehem karena sikap Doni yang berlebihan menurutnya.
Doni terkekeh kemudian berbisik di telinga Leony.
"Suamimu cemburu" bisiknya tapi masih bisa di dengar oleh Wingky.
Leony pun tersenyum manis sambil menatap penuh cinta pada suaminya itu. Langsung saja Wingky menarik tubuh Leony dari pelukan sepupunya itu.
__ADS_1
"Posesif banget" goda Doni tapi Wingky tidak peduli.
Ditempatnya duduk, Edo memandangi wajah Leony yang semakin cantik menurutnya.
"Sadar...sadar tidak boleh begini" batin Edo sambil mengelus dadanya sendiri. Edo sudah menikah dan memiliki anak. Dia juga mencintai istri dan anaknya. Hanya saja setiap melihat Leony dia masih merasa berdebar dan canggung.
Disini statusnya mereka pernah berpacaran selama 6 bulan. Tapi untungnya Edo dan Wingky masih bisa berteman baik. Hanya dengan Samuel saja Wingky masih merasa tak suka. Karena dengan terang-terangan Samuel mengaku masih menyukai Leony.
Leony duduk di pinggir lapangan sambil menunggu suaminya yang sedang bermain futsal.
Sesekali dia bersorak bila Wingky bisa mencetak angka.
"Hai.. Apa kabar?" sapa seseorang yang begitu Leony kenali.
"Sam...." kata Leony sambil menutup mulut dengan kedua tangannya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Samuel ternyata memang masih hidup.
Untung saja dia masih ingat kalau sudah bersuami. Kalau tidak mungkin dia sudah memeluk sahabat baiknya itu.
"Duduk Sam" kata Leony sambil menepuk kursi disebelahnya.
"Aku senang melihat mu Sam" kata Leony tersenyum.
"Kamu sudah menikah?" tanya Leony pula.
Samuel menggeleng.
"Terima kasih karena kamu sampai saat ini aku masih bisa bernapas. Kamu adalah penyelamat hidupku." kata Samuel seraya tersenyum.
"Ini bukan karena aku. Ini memang sudah takdir mu Sam" balas Leony.
Tanpa mereka sadari Wingky sudah mengepalkan tangannya melihat istrinya mengobrol berdua dengan orang yang jelas-jelas mengaku masih menyukai istrinya itu.
Bersambung...
__ADS_1