
Antony mengernyitkan kening. Dia merasa ada yang aneh dengan sikap Wingky. Tapi untuk sekarang dia tidak mau terlalu mempermasalahkannya. Mungkin memang Stave orang yang seberbahaya itu makanya Wingky sampai cemas seperti itu. Itu lah yang ada dipikiran Antony.
Antony pun dengan segera menghubungi Leony melalui sambungan telepon. Leony bilang sedang berada di taman baca. Antony tidak mau bertanya lebih jauh karena takut dibilang terlalu ikut campur.
“Katanya di taman baca, aku gak berani terlalu nanya lebih jauh. Itu saja sudah nyari banyak alasan. Kamu kan tahu taman baca ada banyak. Taman baca mana yang haru kita kunjungi?” tanya Antony bingung.
“Kita pencar aja, aku yang di cokro sama sudirman kamu yang di permai , gimana?” usul Wingky.
Antony pun mengangguk setuju.
Mereka hendak meninggalkan futsal center bertepatan dengan Bastian dan Stefan yang baru saja tiba.
“Mau kemana?” tanya Bastian bingung, pasalnya mereka bahkan belum bertanding tapi mereka berdua sudah pergi.
“Sebentar aja, gak sampai sejam kami kembali” jawab Wingky sambil menepuk pundak Bastian kemudian sedikit berlari menuju dimana motornya terparkir.
Antony yang melihat bagaimana paniknya Wingky semakin merasa curiga. Ada sesuatu yang ditutupi oleh Wingky dan Antony takut untuk menduga-duga.
…
Wingky mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju taman baca yang dia yakini Leony berada disana. Entah apa alasan dia nanti ketika bertemu. Dia sendiri pun bingung. Yang ada dalam benaknya sekarang adalah bagaimana memastikan Leony baik-baik saja.
20 Menit saja dia sudah sampai disana. Dia memasuki taman baca dengan sedikit berlari. Dia telusuri seluruh ruangan untuk mencari keberadaan Leony. Beruntung dalam sekejap dia sudah melihat sosok orang yang dia cari tengah duduk berhadapan dengan seseorang yang tak lain adalah Stave.
Wingky berpura-pura mengambil salah satu buku dan membacanya, ketika melewati meja Leony dia pura-pura kaget melihat mereka disana.
“Eh Mr, … apa kabar?” sapa Wingky sambil mengulurkan tangannya.
Stave dan Leony begitu terkejut melihat kedatangan Wingky. Stave pun menerima uluran tangan itu.
“Kabar baik, kamu apa kabar?” tanya Stave basa-basi.
“Saya selalu baik Mr” jawab Wingky dan tanpa meminta ijin duduk disalah satu kursi yang masih kosong.
“Saya gabung ya” katanya kemudian.
Stave pun hanya mengangguk pasrah, tidak enak untuk menolak.
Sedangkan Leony merasa heran karena Wingky ada disana. Seingatnya Antony tadi mengabarkan akan futsal bersama Wingky.
"Gak jadi futsal?" tanya Leony yang melihat Wingky dengan santainya membaca buku. Yang lebih heran adalah Wingky membaca novel.
"Sejak kapan dia suka novel?" batin Leony.
__ADS_1
Wingky menghentikan aksi pura-pura membacanya sejenak kemudian melihat ke arah Leony. Dia menggeleng sebagai jawaban kemudian kembali melanjutkan membaca novelnya. Leony semakin heran saja, apalagi melihat Wingky yang begitu serius membaca novel, padahal novel itu ceritanya santai dan banyak unsur komedi. Leony sudah tiga kali membaca novel itu. Padahal Wingky hanya berpura-pura saja, sebenarnya dia hanya ingin menguping.
"Kebetulan Wingky disini, saya sedang mencari beberapa orang untuk menjadi guru di tempat kursus saya. Kalau kamu berminat saya akan merasa senang sekali" kata Stave yang seketika menghentikan aksi pura-pura membaca Wingky.
Tanpa berpikir terlebih dahulu Wingky langsung menyetujuinya.
"Kebetulan aku memang memerlukan uang tambahan" jawab Wingky bohong tentu saja.
Leony pun makin merasa aneh dengan Wingky. Pasalnya orang tua angkat Wingky sangat kaya raya. Tidak mungkin dia sampai kekurangan. Apalagi orang tua kandungnya sendiri juga mewariskan perusahaan padanya.
"Baguslah kalau begitu, aku minta nomor hp kamu ya, sama Pin nya juga" kata Steve pula.
Wingky mengangguk kemudian membacakan nomor ponsel dan pin nya.
Steve kemudian membuat group BBM untuk para guru yang ikut mengajar di tempatnya. Wingky memang sudah tahu kontak Leony, karena kelas mereka mempunyai group juga. Tapi selama ini dia tidak mempunyai alasan untuk menghubungi duluan. Setidaknya sekarang ada alasan Wingky untuk menghubungi Leony.
Ponsel Wingky berdering. Wingky lupa mengabari Antony kalau dia sudah bertemu dengan Leony. Ternyata memang Antony yang menghubungi. Wingky langsung menjauh untuk menerima telepon tersebut.
Wingky yang tiba-tiba menjauh membuat Leony berpikir mungkin itu adalah telepon dari pacar Wingky yang tidak ingin dikuping oleh orang lain.
Wingky menerima telepon dari Antony dan mengabarkan kalau dia sudah bertemu dengan Leony. Terdengar helaan nafas lega dari Antony. Antony berkata akan menyusul Wingky. Tapi Wingky berkata akan menimbulkan kecurigaan kalau Atony sampai kesini. Wingky berjanji akan menjaga Leony demi Antony dan dengan terpaksa Antony menyetujuinya. Wingky pun meminta Antony untuk kembali ke futsal center. Lagi-lagi Antony mengikuti saran dari Wingky.
Antony sudah semakin yakin kalau sahabatnya itu memang menaruh hati pada Leony. Begitu pula dengan Leony, Antony beberapa kali melihat Leony diam-diam memperhatikan Wingky.
Antony menghela nafas berkali-kali.
Selesai menelepon, Wingky pun kembali bergabung dengan Steve dan Leony yang sedang berbincang akrab. Wingky hanya mendengarkan sambil kembali berpura-pura membaca novelnya.
"Aku permisi ke belakang sebentar ya" kata Leony permisi hendak ke toilet.
"Mau dianter?" tanya Steve tertawa.
Leony pun ikut tertawa sedangkan Wingky memelototkan matanya.
"Tidak usah Mr, saya bisa sendiri" kata Leony yang tau Steve hanya bercanda saja.
Tapi beda dengan Wingky yang beranggapan lain.
Saat Leony sudah menghilang, Wingky merapatkan kursinya pada Steve.
"Mr, apa Mr berencana mendekati Leony?" tanya Wingky to the point.
Steve malah tertawa ngakak mendengar pertanyaan Wingky.
__ADS_1
"Kalau Mr mau mempermainkan dia seperti cewek-cewek Mr yang lain lebih baik Mr mengurungkan niat Mr, Sahabat baik saya jatuh hati padanya. Mr Jangan merusak dia , Dia terlalu baik untuk itu" Wingky berkata dengan tegas dan tatapan membunuh.
Steve menghentikan tawanya.
Dia nampak berdehem beberapa kali.
"Kamu jangan salah paham Ky, Saya tidak sembarangan dengan semua wanita. Saya tidak akan merusak wanita polos seperti Leony. Dia pintar dan berpikiran dewasa. Leony tidak akan saya jadikan mainan" jawab Steve.
"Lalu apa yang Mr lakukan pada Agnes?" tanya Wingky.
"Agnes dan Leony tentu berbeda. Agnes dengan sukarela datang pada saya. Sedangkan Leony memang hanya untuk urusan pekerjaan. Saya tidak merusak sembarang wanita" jawab Steve tenang.
"Saya pegang kata-kata Mr" tegas Wingky yang dibalas senyum oleh Steve.
Tak lama akhirnya Leony kembali dan Wingky sudah kembali sibuk membaca novelnya.
"Mr, karena sudah sore saya pamit dulu ya. Terima kasih karena saya sudah dikasih kesempatan ngajar di tempar Mr" kata Leony berpamitan.
"Sama-sama, sampai jumpa minggu depan ya" jawab Steve yang diangguki Leony.
"Aku duluan ya Ky" pamit Leony pada Wingky. Wingky pun mengangguk.
"Ingat ya Mr, jangan berani deketin Leony" tegas Wingky kemudian berdiri dari tempatnya dan mengembalikan novel yang sama sekali tidak dia baca.
Steve pun hanya menggeleng kepala sambil tersenyum.
....
Sebelum pulang Leony membeli es krim stroberi yang ada di salah satu kedai di taman baca tersebut. Wingky juga melakukan hal yang sama. Dia membeli es krim stroberi juga.
"Sejak kapan kamu makan es krim? bukannya kamu tidak suka es krim?" tanya Leony keceplosan.
"Kamu tau aku tidak suka es krim?" tanya Wingky kaget.
Leony kelabakan bingung harus menjawab apa. Dia lalu teringat dengan Stella yang sering membicarakan Wingky. Dia menggunakan Stella sebagai kambing hitam.
"Iya, aku tau dari Stella. Setiap ketemu dia pasti kamu aja yang dibicarakan. Aku sampai hafal" jawab Leony berbohong.
Wingky sedikit kecewa. Dia kira Leony diam-diam mencari tahu tentang dirinya.
"Lalu kenapa kamu beli es krim?" Leony kembali bertanya.
Kali ini Wingky yang kelabakan.
__ADS_1
"Lagi pengen saja" jawab Wingky kemudian.
Leony pun mengangguk tanda mengerti.