DREAM

DREAM
Panik


__ADS_3

Leony menangis di kamar mandi. Dia takut terjadi sesuatu pada calon anaknya. Mungkin dia kaget tadi karena bentakan dari Alan.


"Kenapa yank?" tanya Wingky khawatir.


"Ayo ke dokter yank. Aku pendarahan" kata Leony terisak.


Wingky panik tentu saja. Baru saja dia bahagia mendapatkan kabar tentang kehamilan istrinya sekarang dia sudah mendapat kabar buruk diwaktu berdekatan.


Wingky membantu istrinya bersiap kemudian berjalan menuju mobil. Mereka hati-hati karena takut hal buruk terjadi.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja. Wingky dengan perasaan tak menentunya sedangkan Leony dengan kesedihannya.


Untung saja jarak rumah sakit tidak terlalu jauh. Sampai rumah sakit Leony langsung menuju ke ruang praktek dokter kandungan. Ada kurang lebih 5 orang yang mengantre disana.


Leony menunggu dengan perasaan bersalah. Harusnya dia tidak boleh stres. Dia yakin pemicunya adalah stress. Wingky yang melihat wajah sedih istrinya berusaha menguatkan dengan mengelus rambut istrinya dengan sayang. Walau sejujurnya dia juga merasakan hal yang sama. Tapi... Dia tidak mau menambah beban istrinya.


Setelah menunggu lebih dari 30 menit tiba giliran Leony. Dokter mulai menanyakan keluhan darinya. Leony bercerita kalau tadi sempat keluar darah walau jumlahnya tidaj begitu banyak. Tapi darahnya terlihat segar. Dokter kemudian memeriksa detak jantung dan kondisi janin di dalam rahim.


Untung saja kantong janin masih terlihat. Leony kemudian diberikan obat penguat janin dan beberapa vitamin. Leony juga diminta bed rest beberapa hari serta belum diperbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri sampai pemeriksaan selanjutnya.


Baik Wingky maupun Leony merasa lega walau masih ada perasaan cemas yang mereka rasakan. Setelah pemeriksaan dan mendapat obat Leony dan Wingky pun pulang.

__ADS_1


Untuk sementara bahkan Wingky memindahkan kamar mereka di lantai bawah. Dia tidak ingin Leony kenapa-kenapa saat memasuki kamar.


"Gak apa-apa ya disini dulu? Aku gak mau terjadi apa-apa sama kalian" kata Wingky sambil mengusap rambut istrinya dengan sayang.


Leony pun mengangguk. Sebelum sampai rumah tadi Wingky sudah menelpon Rahma untuk membersihkan kamar di lantai 1. Jadi saat tiba dirumah mereka sudah bisa langsung menempatinya.


"Aku mau kirim surat ini sama atasan kamu ya" kata Wingky sambil menggenggam surat DC dari rumah sakit.


Leony pun mengangguk. Dia sudah pasrah apabila perusahaan mem PHK nya. Yang penting sekarang adalah bagaimana dia dan calon bayinya sehat.


Wingky sudah selesai mengirimkan surat DC istrinya ke Alan. Dia kemudian mendekati istrinya yang tampak murung.


Leony pun mengangguk.


"Aku sudah minta tolong Pak Bayu beliin martabak baru sama susu hamil. Mau makan sekarang gak?" tanya Wingky.


Lagi-lagi Leony mengangguk.


Wingky kemudian bangkit dari duduknya dan mengambil martabak manis serta membuatkan susu hamil untuk istrinya.


10 Menit kemudian Wingky sudah kembali ke kamar dengan sepiring martabak dan segelas susu rasa coklat.

__ADS_1


Wingky pun nyuapi istrinya dengan sepotong martabak, mungkin karena belum isi apa-apa. Leony yang biasanya hanya kuat makan martabak sepotong sekarang bisa menghabiskan 3 potong. Susunya pun habis dia minum.


"Sekarang minum vitamin nya dulu".


Wingky menyerahkan 2 butir obat untuk istrinya. Walau merasa mual tapi Leony tetap memaksakan untuk meminum obat itu.


Wingky mencium kening istrinya sebelum kembali ke dapur untuk meletakkan sisa martabak dan gelas kotornya.


"Ibu kenapa pak?" tanya Rahma khawatir. Ini sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi Rahma belum juga beristirahat. Wingky memang belum menceritakan kondisi istrinya.


"Lagi ngidam bu, dan harus istirahat total. Saya minta tolong besok jagain ya bu. Dia belum boleh banyak bergerak" mohon Wingky pada Rahma.


"Selamat ya pak, Saya doakan Ibu dan Bayinya sehat. Saya pasti akan menjaga Ibu besok" kata Rahma.


"Terima kasih bu. Ini sekalian minta tolong di cuci ya bu" ujar Wingky sambil menyerahkan piring dan gelas kotornya.


"Baik pak" jawab Rahma.


Wingky pun kembali ke kamarnya. Dia cukup penat hari ini. Pergi bepergian ke tempat jauh. Bolak balik rumah sakit. Semua itu cukup membuatnya lelah dab tentunya panik luar biasa.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2