
Alana, rival juga raynad kini saling bantu membantu dalam membersihkan tempat itu, sembari bercanda mereka menghilangkan kejenuhan, apalagi rival juga raynad sama-sama bertingkah konyol dan mengatakan hal lucu agar alana tersenyum lagi.
setiap membersihkan debu entah alana, rival atau raynad akan selalu bersin dan setiap ada yang bersin maka akan ditertawakan oleh yang lain.
hukuman mereka selesai setelah bel pulang sekolah, mereka kembali kekelas untuk mengambil tas tapi sebelum itu guru BP bilang untuk tidak mengulang lagi kesalahan mereka atau melanggar aturan.
"Pulang bareng yuk al..." ajak rival dan raynad saat mereka berada diparkiran.
alana sempat bingung dengan keduanya namun kemudian alana menggelengkan kepalanya.
"Maaf aku gak bisa, aku pulang sendiri aja!" jawab alana, ia pun melenggang pergi meninggalkan rival dan raynad yang sama-sama diam mematung.
***
Alana hari ini benar-benar lelah tapi bukan karna saat tadi ia melarikan diri dari sekolah juga bukan saat ia mendapat hukaman disekolah, tapi alana lelah hati jika terus-menerus diperlakukan dengan tidak baik oleh keluarga tirinya.
memang sejak mayang dan kania dibawa kerumah oleh ayahnya alana tidak bisa menerima, namun setelah apa yang bundanya katakan sebelum meninggal alana berusaha untuk ikhlas dan menerima namun siapa sangka mayang dan kania justru membully nya.
sampai dirumah alan hendak naik kelantai 2 untuk menuju kamarnya, namun baru saja naik 1 anak tangga tas alana ditarik dengan kuat hingga tubuh alana terhuyung dan jatuh.
"MASIH BERANI PULANG LO HAH!" bentak kania, kini hanya kania yang membentaknya entah kemana mayang.
alana menangis sambil terduduk dan menunduk, alana baru saja ingin menenangkan hatinya tapi tidak bisa. alana lupa jika ia pulang maka tidak akan ada tempat untuk tenang.
Kania menarik rambut alana dengan kuat hingga alana terpekik kesakitan.
plakk...
satu tamparan mendarat mulus dipipi alana hingga meninggalkan bekas merah disana.
"GUE INGETIN SAMA LO CUPU! RIVAL DAN RAYNAD ITU CUMA PUNYA GUE, LO GAK ADA HAK BUAT NGEDEKETIN MEREKA DENGAN WAJAH MELAS LO ITU!" tegas kania.
sedangkan alana hanya bisa mendengarkan dengan baik sambil menangis terisak, kenapa alana bisa menjalani hidup seperti ini?
kania pergi meninggalkan alana yang masih menangis.
"Ayah...bunda..alana gak kuat!" gumam alana sambil menangis.
hingga malam alana masih dikurung dikamar, entah apa yang dikatakan kania pada mayang tapi mayang sangat marah padanya hingga sehabis menamparnya mayang mengurungnya dikamar, alana merasa sangat lapar entan kapan terakhir dirinya makan.
takkk...takkk..takk
alana mendengar seperti ada yang melempari jendela kacanya, tapi siapa? ini kan sedang hujan dan lumayan deras siapa orang iseng yang melempari jendelanya.
alana mendekat kearah jendela dan membuka gordennya, ada seorang pria dengan memakai jaket hoodie berdiri didepan gerbang rumah alana.
alana seperti kenal dengan pria itu, namun karna hujan penglihatan alana jadi buyar.
pria itu mendongak sambil melambai kearah alana dan ya, itu adalah raynad.
"Raynad..." gumam alana.
"AL BUKA GERBANGNYA!" teriak raynad, alana berdoa semoga saja kania atau mayang tidak mendengarnya.
alana menggeleng sambil menggerakan mulutnya mengatakan. "Tidak bisa!"
raynad dari jauh mengerti apa yang alana ucapkan, dengan segala keberaniannya raynad memanjant gerbang, untunglah kamar alana ini sangat dekat jika harus melihat kearah gerang.
alana khawatir melihat raynad yang memanjat hendak menghampirinya, alana sangat khawatir takut raynad terjatuh apalagi tempat raynad berpijak itu licin karna kondisi sedang hujan.
raynad sampai dikamar alana dengan basah kuyup.
__ADS_1
"Al dingin.." keluh raynad.
melihat raynad yang kedinginan alana tak tega, ia pun menyuruh raynad masuk kedalam kamarnya lalu memberi pria itu handuk untuk mengeringkan diri.
"Baju kamu basah semua percuma juga kalo cuma dilap pakai handuk, bentar ya!" ucap alana.
alana mencari sesuatu dilemari baju.
tak beberapa lama alana kembali dengan membawa sepasang baju.
"nih, kamu ganti baju sana!" titah alana seraya memberikan baju pada raynad.
raynad menatap baju itu dengan bingung.
"Ini baju siapa al?" tanya raynad heran.
"Oh ini baju almarhum ayah aku, aku masih menyimpannya!" ucap alana dan sungguh membuat raynad tercengang.
"Almarhum?ayah kamu udah..
alana mengangguk lemah. "Sudah sana ganti baju nanti kamu masuk angin!" titahnya.
alana pun menyibukan dirinya untuk mengeringkan lantai yang basah karna raynaf yang masuk.
tak beberapa lama raynad keluar dengan menggunakan baju ayahnya, alana yang melihat raynad seperti melihat ayahnya, alana hendak meneteskan air mata namun ia tahan.
"Pas banget dibadan aku!" ucap raynad.
"Iya. untung muat ya?" saut alana, ia harus bisa menahan agar tidak lagi menangis.
"Oh iya kamu kenapa kesini?" tanya alana.
raynad berjalan dan mengambil plastik hitam yang tadi raynad bawa.
"Tadi aku niat mau makan malam diluar tapi gak tau kenapa aku kefikiran kamu yang kayaknya juga belum makan malam jadi aku bungkus deh buat kita berdua, udah ada air minumnya juga kok!" jelas raynad.
alana benar-benar tercengang dengan apa yang dikatakan raynad, bagaimana mungkin raynad bisa tahu dirinya yang belum makan dan sedang kelaparan.
"Yuk al kita makan bareng!" ajak raynad dan alana mengangguk.
mereka duduk dilantai beralaskan karpet.
"Gak ada piring atau sendok, bisa gak tolong ambilin didapur?" tanya raynad.
alana diam.
bagaimana mungkin dia bisa kedapur jika mayang sedang menguncinya dari luar.
"Lebih enakan makan pakai tangan kok!" ucap alana.
dan raynad mengangguk setuju. "Bener juga sih, yaudah ayo makan!"
alana dan raynad memakan makanan mereka bersama, alana masih tak habis fikir dari mana raynad tau bahwa dirinya belum makan dan bahkan raynad membawakan makanan untuknya meski hujan diluar sangat lebat.
beberapa menit berlalu makanan yang raynad dan alana makan habis tandas tak tersisah, setelah minum alana membuang sampah bekasnya makan juga raynad.
"Al hujannya lebat banget aku gimana pulangnya ya?" tanya raynad.
alana menoleh kearah jendela dan memang benar, hujan bukan semakin reda justru malah semakin lebat.
"Boleh gak aku izin nginap disini? aku izin keorang tua kamu deh!" ucap raynad yang sontak membuat alana terkejut.
__ADS_1
izin pada orang tua berarti izin pada mayang, habislah alana jika raynad berani bicara seperti itu pada mayang.
"Kamu boleh nginap dan sebaiknya jangan bilang sama mama aku!" ucap alana.
raynad mengernyitkan dahinya heran. "Loh kenapa? dari pada nginap diam-diam nanti aku disangka orang jahat?"
"Bukan itu maksud aku ray, mama gak akan izinin siapapun nginap dirumah aku apalagi cowok, mama gak ngebolehin aku!" jelas alana berusaha membuat raynad mengerti.
raynad akhirnya paham, dan dia pun mengangguk setuju saja.
"Kamu boleh tidur dikasur aku dan aku akan tidur dikarpet saja!" ucap alana.
"masa gitu? yang ada tuh tuan rumah yang tidur diatas." jelas raynad.
"Dimana-mana tamu adalah raja!"
"Tapi kan aku cowok dan kamu cewek, sebagai cowok aku gak akan ngebiarin kamu tidur dibawah!"
alana mengalah, sudahlah biarkan saja apa pun yang dikatakan oleh raynad.
alana sudah berbaring dikasur begitu pula dengan raynad, keduanya sama-sama belum bisa tidur sedangkan lampu sudah dimatikan.
alasan kenapa alana tidak bisa tidur karna alana gugup saat satu kamar dengan cinta nya, sedangkan raynad masih memikirkan apa yang alana katakan tadi tentang ayahnya, raynad sungguh penasaran.
"Al kamu udah tidur?" tanya raynad.
alana yang mendengar suara raynad masih terjaga itu kaget.
"Be..belum.." jawab alana gugup.
raynad tiba-tiba bangkit.
"Aku gak bisa tidur al." ucap raynad dan alana juga sama halnya dengan raynad.
alana juga ikutan bangkit dan menatal raynad.
"Mau nonton flim dulu?" tanya alana.
"wah boleh." ucap raynad.
alana turun dari ranjangnya dan membawa sekotak CD flim.
"Nih cari saja terserah kamu mau nonton apa aja!" ucap alana.
raynad mengeluarkan begitu banyak CD flim dikotak itu.
"Banyak banget al?" ucap raynad terperangah.
"iya. setiap aku gak ada kegiatan aku suka nonton flim!" saut alana.
raynad mengangguk paham.
"Gimana kalo kita nonton flim horor?" tanya raynad seraya mengeluarkan satu CD flim horor.
"Boleh."
alana segera memasang CD flim itu dan menontonnya dengan televisi besar yang tertempel ditembok kamarnya itu.
meski alana tidak diperlakukan dengan baik oleh mayang tapi kamar alana cukup mewah dengan berbagai fasilitasnya.
alana dan raynad pun mulai menikmati flimnya bersama dengan duduk berdampingan dikarpet bawah.
__ADS_1