
keesokannya...
alana sudah memikirkan masalah ini sejak semalam dan alana yakin dengan keputusannya, semoga saja memang ini keputusan terbaiknya.
"Al.." panggil raynad.
hari libur ini raynad dan alana janjian untuk pergi jalan-jalan bersama.
alana yang sedang duduk dibangku taman menunggu raynad pun menoleh dan tersenyum melihat raynad yang sudah datang.
malam ini alana dan raynad berencana untuk pergi ke festival atau pasar malam yang tak jauh dari rumahnya, namun sebelum kesana raynad mengajak alana untuk bermain kerumah terlebih dahulu menemui orang tua raynad, itulah yang sedari tadi membuat alana gugup dan takut.
"Maaf kamu nunggu lama ya?" tanya raynad.
alana menggelengkan kepalanya sambil menunduk, melihat raynad datang menghampirinya benar-benar membuat alana tidak bisa mengontrol perasaannya.
"yuk! orang tua aku udah nunggu kita!" ajak raynad.
alana mengangguk ragu, jantungnya berdetak dengan cepat dan alana benar-benar gugup.
alana dan raynad menuju parkiran taman untuk mengambil motor raynad.
"Aku naik motor nih gapapa?" tanya raynad.
alana tersenyum simpul. "Gapapa kok!" jawabnya.
"Yaudah yuk naik!"
alana mengangguk dan menaiki motor raynad, alana duduk dibelakang namun ia belum berpegangan pada raynad. jelas saja karna alana begitu gugup saat menaiki motor raynad padahal ini bukan pertama kalinya.
"Pegangan al!" titah raynad.
dengan ragu alana menggerakan tangannya menuju bahu raynad dan berpegangan.
namun melihat alana yang memegang bahunya raynad tidak tinggal diam.
raynad memindahkam tangan alana kepinggangnya.
"Aku bukan tukang ojek al!" ucapnya.
alana makin gugup, entah bagaimana sekarang perasaannya yang semakin campur aduk antara senang juga gugup.
raynad mulai mengendari motornya menuju rumahnya yang lumayan jauh dari taman itu, baik alana atau raynad sama-sama diam dan fokus pada diri masing-masing.
raynad fokus mengendari motornya meski sesekali ia melirik kearah alana yang hanya sibuk melihat jalanan yang mereka lewati.
25 menit kemudian...
raynad dan alana sampai dirumah besar milik raynad, jujur saja alana juga terkejut melihat rumah raynad yang tidak beda jauh dari rumahnya, karna sejak dulu alana tidak pernah tau dimana rumah raynad dan tidak pernah melihat orang tuanya.
alana menunggu raynad yang sedang memarkirkan motornya.
__ADS_1
"Yuk al!" ajak raynad, alana mengikuti langkah raynad menuju pintu utama rumah raynad.
halaman rumahnya sangat luas hingga butuh beberapa saat menuju pintu masuk rumah.
"Mami...papi.." Panggil raynad.
alana mengernyitkan dahinya heran menatap raynad, jadi raynad memanggil orang tuanya mami dan papi, alana sungguh terkejut.
kedua pasangan yang sedang duduk disofa ruang keluarga itu menoleh setelah mendengar suara raynad.
alana hanya bisa mengikuti raynad dan bersembunyi dibalik raynad, alana benar-benar gugup dan tak menyangka akan bertemu orang tua raynad secepat ini.
"Wah anak mami udah pulang, kamu bawa siapa itu?" tanya sarah pada raynad.
"Ayo raynad ajak temannya duduk!" ajak ryan.
raynad mengangguk dan menoleh kearah alana. "Al ayo!" ajaknya.
alana hanya menunduk diam, raynad mengerti karna ini untuk pertama kalinya alana masih gugup bertemu dengan kedua orang tuanya.
raynad memegang tangan alana dengan lembut dan membawa alana menuju sofa agar mereka bisa duduk. alana hanya diam dan pasrah saja.
"Jadi ini yang namanya alana?" tanya sarah yang begitu antusias.
raynad tersenyum kepada maminya.
"Iya ini alana, cantik kan mi?" ucap raynad yang sontak membuat jantung alana semakin berdebar cepat.
sarah menangkup pipi kanan alana dengan lembut. "Cantik. liat alana bikin mami mau punya anak perempuan cantik seperti dia!" ucapnya.
"Terima kasih tante.." ucap alana dengan hormat, bagaimanapun juga mami raynad itu sudah memujinya.
"Jangan panggil tante ah, panggil mami dan itu papi!" titah sarah.
alana gugup. "ta..tapi kan..
"udah gapapa panggil kami seperti raynad ya?" sela ryan.
alana hanya mengangguk mengiyakan saja.
"Yaampun mami gemes banget deh sama kamu, kenapa kamu cantik banget sih?" ucap sarah sambil mencubit pipi alana pelan.
"Mami jangan dicubit gitu dong kasihan alana kesakitan!" kesal raynad.
"Mami kamu emang selalu gitu ray!" timpal ryan.
"Ih abis mami gemes liat yang imut-imut dan cantik ini!" jawab sarah.
alana hanya pasrah dan diam saja ditengah perdebatan keluarga itu, bahkan ia terima saja sarah mencubit pipinya dan untung cubitannya tidak sakit namun alana merasa geli.
"Kamu perawatan pakai apa sih?" tanya sarah pada alana.
__ADS_1
alana sontak menatap sarah sambil tersenyum.
lalu alana menggelengkan kepalanya.
"keseharian alana hanya sekolah dan belajar, alana tidak ada waktu untuk perawatan lagipula alana tidak mengerti hal semacam itu." jawabnya.
sarah tercengang.
sarah tau umurnya jauh lebih tua dari alana dan dia melakukan perawatan untuk keawetan bagi kecantikannya, namun sarah benar-benar tercengang dengan wajah alana yang sangat mulus dan cantik tanpa perawatan apapun, bahkan wajahnya terlihat babyface.
"Terus apa yang kamu pakai sekarang diwajah kamu?" tanya sarah penasaran, entah kenapa ia sangat ingin tau bahkan sampai kewajah alana padahal niat anaknya membawa alana hanya untuk diperkenalkan pada dirinya juga suaminya.
"Tidak ada!" jawab alana pelan.
bukan hanya sarah, raynad dan ryan juga tercengang.
kulit putih mulus itu mungkin bagi mereka setidaknya alana memakai polesan bedak namun ternyata tidak.
"Kamu memang wanita yang sangat cantik alana, terlihat dari wajah dan mata kamu yang juga menunjukkan kamu hanya gadis sederhana, baik dan polos!" puji ryan.
"terima kasih om..eh maksudnya pi!" ucap alana.
***
pukul 19:26
sarah meminta alana dan raynad untuk memakan malam dirumah saja sebelum mereka pergi.
mereka juga mempercepat makan malan agar alana dan raynad makan bersama mereka karna biasanya mereka makan pukul 8 malam.
alana membantu sarah memasak, meski dirumah besar itu banyak asisten rumah tangga namun mereka hanya bekerja untuk membersihkan rumah sedangkan masak adalah urusan sarah tapi jika sarah sedang tidak ada atau sedang sakit maka asistennya yang akan menggantikannya.
"Bentar ya alana mami mau susun ini dimeja!" ucap sarah pada alana yang sedang mengaduk sayur buatannya.
alana mengangguk saja.
dimeja makan sudah ada ryan dan raynad yang menunggu makanan.
"Emmm..aromanya enak banget!" ucap raynad tergoda dengan aroma makanan yang baru saja dibawa oleh sarah.
"Bentar dulu ya sayurnya belum matang, alana lagi masak." ucap sarah.
"wah alana yang masak? bagus dong sekalian latihan jadi menantu papi!" ucap raynad yang membuat sarah tertawa dan raynad hanya bisa menunduk malu.
papi dan maminya memang selalu saja meledeknya seperti ini.
dan dari dapur alana melihat dan mendengar tawa keluarga raynad, betapa harmonisnya keluarga raynad hingga membuat alana berangan apakah keluarganya akan sebahagia mereka jika ayah dan bundanya masih hidup.
dulu alana pernah merasakan kebahagiaan itu, tapi tidak pernah lagi sejak ayah dan bundanya meninggalkan dirinya sendirian didunia.
tanpa sadar air mata jatuh dari mata alana, alana kembali merasakan sesak mengingat alana sudah lama tak sebahagia keluarga raynad.
__ADS_1
"Ayah..bunda..alana sangat merindukan kalian.." gumam alana lalu buliran air mata kembali terjatuh.