
Antony terus saja meminta maaf. Jujur dia hanya bercanda saja. Tidak menyangka kalau Doni yang biasanya gemar bercanda bisa menanggapi serius. Mungkin dia begitu sayang dengan sepupunya itu.
"Aku gak suka ya lain kali yang begini dipakai bercandaan" kata Doni tegas.
"Iya iya...Sorry bro. Sumpah aku bercanda aja tadi" Antony berusaha menjelaskan entah untuk yang keberapa kali.
Wingky bisa menangkap kalau Doni ini begitu menyayangi sepupunya itu.
Doni tidak merespon lagi tp raut wajahnya sudah mulai mengendur.
"Ayo kita hank out, sebagai permintaan maaf kali ini aku yang traktir" kata Antony kemudian.
Yang semangat bukan Doni tapi Edo.
"Kalau itu aku setuju... Let's go...." ajak Edo.
Mereka pun kemudian membelah jalanan menuju lokasi yang dituju.
...
Keesokan harinya...
Jasmine yang sudah mempunyai cerita seru untuk sang sahabat Leony berjalan menuju kelas dengan penuh semangat.
Saking semangatnya dia sampai tidak sadar menabrak seseorang.
"Upss... Sorry...sorry..."katanya pada orang tersebut.
Ricky yang ditabrak Jasmine pun hanya geleng-geleng kepala.
"Semangat amat kamu Min" kata Ricky keheranan.
"Ya ampun.. Kak Ricky ternyata. Sorry ya kak." kata Jasmine merasa bersalah.
"Gak papa" jawab Ricky tersenyum, "Lain kali hati-hati" lanjutnya.
Jasmine hanya nyengir saja kemudian menuju ke kelasnya.
Sampai di kelas ternyata Leony belum sampai.
"Tumben dia belum datang" guman Leony.
Sampai bel berbunyi ternyata Leony belum juga datang.
"Leony kemana ya? Kenapa belum sampai?" tanya Jasmine Khawatir.
"Untung belum minggu efektif" guman Jasmine lagi.
Jasmine kemudian memeriksa ponselnya guna menanyakan kenapa Leony tidak sekolah. Ternyata yang bersangkutan sudah sms lebih dulu mengabarkan kalau dia sedang sakit.
"Ya ampun Ony ku sakit" kata Jasmine pelan.
"Padahal aku punya info seru buat dia. Tapi lebih baik jangan dikasi tahu deh. Nanti tambah sakit."
Jasmine mengurungkan niatnya untuk memberi tahu perihal dia yang kemarin diam-diam mengikuti Wingky.
Jam pulang sekolah Jasmine dihampiri Ricky berniat menanyakan kabar tentang Leony.
__ADS_1
Disaat itu juga bertepatan dengan Samuel yang hendak mengambil motornya.
"Ayu mana Sam?" tanya Jasmine pada Samuel.
"Tuh..."Samuel menunjuk dengan dagunya Ternyata Ayu sedang berjalan mendekati Jasmine.
"Leony mana?" tanya Ricky.
"Sakit kak. Ini aku sama Ayu mau kesana" jawab Jasmine yang seketika bukan hanya membuat Ricky khawatir tapi juga Samuel.
"Aku ikut ya" jawab Ricky dan Samuel hampir bersamaan.
Jasmine nampak berpikir. Ayah Leony memang galak tp kalau mereka datang ramai-ramai kayaknya gak masalah walau ada Ricky dan Sam.
Jasmine pun mengangguk.
Mereka berempat kemudian menuju rumah Leony menggunakan motor masing-masing.
Jalanan hari ini sangat padat. Biasanya dari sekolah Leony tak sampai 30 menit sekarang harus menempuh waktu 1 jam karena banyak acara pernikahan.
Sesampainya di rumah sederhana milik Leony. Mereka sudah disambut oleh Kakak Leony yang bernama Aurel. Leony dan Aurel selisih 5 tahun. Wajah mereka hampir sama bagai pinang dibelah dua. Hanya saja Aurel memilili wajah yang lebih jutek. Tapi hatinya baik.
"Siang kak" sapa mereka kompak.
"Eh ada teman-temanya Ony ya... Ayo masuk.. Dia lagi sakit dari semalam demam" cerita Aurel.
Mereka berempat pun duduk di ruang tamu.
"Tunggu ya sebentar Kakak panggilkan Leony dulu" kata Aurel kemudian memanggil adiknya dan sekaligus membuatkan minum untuk adik-adik temannya itu.
"Iya, adiknya juga mirip" jawab Jasmine.
"3 bersaudara cewek semua?" tanya Ricky.
"Adiknya cowok kak. Masih SMP" jawab Jasmine pula dan Ricky mengangguk sebagai jawaban.
Tak berapa lama Leony keluar dari kamarnya menghampiri temannya. Aurel juga sudah kembali dari dapur dengan camilan dan 5 gelas jus jeruk ditangannya.
Wajah Leony terlihat begitu pucat. Kelihatan sekali kalau dia sedang sakit. Tetapi walau sedang sakit wajahnya tetap terlihat sangat cantik.
"Gila...sakit aja dia cantik" batin Ricky.
"Silahkan ya diminum. Kakak Tinggal kebelakang dulu" kata Aurel dengan senyum manisnya.
Keempatnya kompak mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
"Kamu sakit apa?" tanya Samuel terdengar sangat khawatir.
"Kayaknya masuk angin. Kemarin aku nganterin baju buat Doni ke Futsal center biasanya gak sampai 20 menit perjalanan pulang. Terus dimana-mana jalannya ditutup. Muter-muter sampai 2 jam lebih. Isi hujan juga. Alhasil deman sampai rumah" jelas Leony singkat padat dan jelas.
"Lagian udah tahu hujan masih diterobos" omel Ayu sambil geleng-geleng kepala.
Leony hanya nyengir saja.
"Oh iya Ony, tadi aku ketemu Bu Siska. Beliau mau kasi kamu beasiswa kursus bahasa Inggris. Kalau kamu mau ini diminta Bu Siska untuk menghubungi beliau" kata Ayu serata menyerahkan kartu nama.
Leony menerima kartu itu dan menggut-manggut tanda mengerti.
__ADS_1
Mereka tidak lama disana karena Leony terlihat masih sangat tidak enak badan.
...
Hari demi hari berlalu Leony sudah kembali bersekolah. Dia juga sudah menerima beasiswa kursus di salah satu lembaga kursus ternama di kotanya. Pihak sekolah memberikan itu karena melihat kemampuan bahasa Inggris Leony yang sangat bagus.
Sepulang sekolah Leony datang ke B Stars English Course di Jalan Cokroaminoto untuk pendaftaran ulang.
"Jadi kamu yang Namanya Leony Azahra?" tanya petugas administrasi di sana.
"Benar kak. Saya Leony" jawab Leony tersenyum.
"Sekolah juga merekomendasikan kamu untuk mengajar disini saat sudah lulus nanti" kata petugas itu yang bernama Raisa.
"Yang benar kak?" tanya Leony tidak percaya.
"Iya, belajar yang rajin ya supaya tidak mengecewakan pihak sekolah" jelas Raisa pula.
Leony pun mengangguk dengan senyum manisnya.
"Isi dulu formulirnya ya" kata Raisa seraya menyerahkan formulir pendaftaran kepada Leony.
Leony menerimanya dan langsung mengisi.
"Kelasnya mulai besok jam 3 sore. Kamu akan di test dulu cocoknya di level berapa" jelas Raisa pula.
Leony pun mengangguk tanda mengerti.
"Wajah kamu tidak asing. Kayak pernah lihat tapi dimana ya?" kata Raisa sambil mengingat sesuatu.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Leony balik bertanya.
Raisa tampak mengingat-ingat.
"Oh iya baru ingat. Kamu mirip teman kakak saat SMP. Mirip banget malah" kata Raisa.
"Kakak SMP mana dulu?" tanya Leony yang mungkin mengira itu adalah kakaknya.
"Raxxx Junior High Schooll" jawab Raisa.
"Teman kakak namanya Aurel?" tebak Leony.
"Kok kamu tahu?" tanya Raisa terkejut.
"Aurel itu kakak aku kak. Kata orang kami memang mirip" jawab Leony.
"Ya ampun... pantas saja... Kalian mirip banget" kata Raisa. "Tapi kamu gak playgirl kayak kakak kamu kan?" tanya Raisa dengan kikikannya.
"Nggak lah kak. Aku beda level sama kak Aurel" jawab Leony.
"Beda gimana. Sama-sama cantik" jawab Raisa.
Leony hanya tertawa saja. Setelah cukup lama berbincang Leony pun pamit untuk pulang.
Saat hendak keluar gedung , Leony berpapasan dengan Wingky yang tengah bergandengan tangan dengan Agnes memasuki gedung kursus.
Bersambung...
__ADS_1