DREAM

DREAM
Musibah


__ADS_3

Selesai menyuapi istrinya, Wingky kembali ke dapur untuk meletakkan mangkok dan gelas kotornya. Rahma sudah memasak untuk makan siang.


Ada telur balado, Ayam Goreng kecap serta sayur brokoli.


"Saya makan ya bu" kata Wingky yang memang sudah sangat lapar.


"Iya pak silahkan" jawab Rahma kemudian melanjutkan pekerjaannya mencuci piring.


"Ibu sudah makan?" tanya Wingky setelah dia selesai berdoa sebelum makan.


"Sudah pak" jawab Rahma.


Mendengar jawaban Rahma , Wingky pun kemudian memulai makan pagi yang kesiangan itu.


Selesai makan, Wingky membawa piring nya ke wastafel.


"Ibu sakit ya pak?" tanya Rahma saat wingky menyerahkan piringnya.


"Iya bu, masuk angin kayaknya" jawab Wingky.


"Mau saya buatkan minuman hangat pak?" tawar Rahma.


"Boleh bu, sekalian kopi buat saya ya bu. Tanpa gula" pinta Wingky.


Wingky pun naik ke kamarnya setelah Rahma menyelesaikan membuat minumannya. Wingky tidak tega kalau Rahma harus membawakan dia minuman ke kamar.


Saat masuk ke kamar, Leony sudah kembali tertidur. Wingky meletakkan minuman buatan Rahma di atas meja. Dia kemudian menuju balkon untuk bersantai. Besok dia sudah harus kembali mengajar. Jadwal mengajarnya juga lumayan padat. Dari pagi sampai sore bahkan ada juga yang dari pagi sampai malam. Dosen muda ini memang begitu semangat kalau bekerja.

__ADS_1


Wingky menyeruput kopinya sambil melihat pemandangan diluar kamarnya. Balkon kamarnya menghadap ke kolam renang dan taman yang ada dirumahnya sehingga bisa menghilangkan sedikit penat bila bersantai disana.


Ponsel Wingky berdering.


Tertera nama Derik disana. Pengelola villa milik Wingky.


"Halo" sapa Wingky.


"Halo Pak Wingky. Maaf mengganggu waktu liburnya" balas Derik sungkan.


"Tidak apa, ada apa Rik?" tanya Wingky. Dia tau kalau tidak penting Derik tidak mungkin sampai menelpon.


"Begini pak, Saya mau mengabarkan kalau villa yang di kota C ada masalah. Karena hujan yang terus mengguyur kota C. Villa kita yang di tepi sungai terkena banjir. Air Sungainya meluap pak dan jembatan penghubung antara villa rusak" kata Derik melaporkan.


Wingky mengehela nafas. Memang sudah biasa kalau musim penghujan di kota C pasti rawan banjir. Tapi ini sampai merusak jembatan dan fasilitas villa. Biaya renovasi pasti tidak sedikit.


"Tidak pak, hanya fasilitas kolam renang saja yang terkena dampak. Kamar guest nya aman" jelas Derik.


"Segera renovasi ya Rik, kamu atur saja . Saya percaya sama kamu".


"Baik pak, nanti saya kirimkan rincian perbaikannya. Kalau begitu saya tutup ya pak. Sekali lagi mohon maaf mengganggu waktunya" kata Derik sebelum mengakhiri teleponnya.


"Baik saya tunggu laporannya" kata Wingky kemudian menutup teleponnya.


Wingky memijat keningnya. Baru saja pariwisata kembali normal sudah ada masalah baru. Untung saja penghasilan Wingky tidak disatu sektor saja. Jadi ketika Villa sepi dia masih ada penghasilan dari mengajar.


Leony mendengar obrolan Wingky dengan manager nya. Dia yang sudah merasa lebih baik segera menghampiri suaminya.

__ADS_1


Leony menyentuh pundak suaminya. Wingky pun mendongakkan wajahnya dan masih bisa tersenyum.


"Kenapa bangun? Sudah baikan?" tanya Wingky sambil menarik tangan istrinya untuk duduk dipangkuannya. Dia peluk istrinya dari belakang mencari sumber energi disana.


Leony pun mengangguk.


"Udah mendingan . Kamu kenapa?" tanya Leony khawatir.


"Ada musibah sedikit di villa. Tapi sudah Derik yang urus" jawab Wingky. Dia tidak mau Leony yang masih sakit ikut terbebani.


"Villa yang dimana yank?" tanya Leony tidak bisa menutupi kekhawatirannya.


"Yang di kota C. Tapi sudah aman kok, tamunya gak ada yang komplain juga. Gak usah terlalu dipikirin" jawab Wingky sambil menggesekkan kepalanya di punggung istrinya.


"Tadi aku dengar ada renovasi juga. Kenapa villa nya yank?".


"Kena banjir, Villa kita kan dekat sungai. Tapi memang sudah sering begitu. Hanya saja sekarang terparah sampai merusak jembatan" jelas Wingky apa adanya.


Leony mengelus tangan Wingky yang melingkar di perutnya.


"Tuhan tidak mungkin memberikan cobaan diluar kemampuan umat-Nya. Kamu pasti bisa melalui ini" kata Leony mencoba menguatkan suaminya.


"Iya, itu sudah resiko. Semua itu sudah aku perkirakan sebelum membangun Villa disana. Hanya saja saat itu benar-benar terjadi, rasanya berat juga" kata Wingky mengekuarkan isi hatinya.


Leony berbalik. Dibingkainya wajah suaminya dan diciumnya bibir Wingky penuh perasaan. Wingky membalas ciuman itu hingga suara decapan memenuhi balkon kamar mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2