
Selamat Membaca ππππ
Sorot mata Jenar menyapu ke tiap sudut ruangan. Ruangan besar yang merupakan bagian produksi pabrik ini. Bagian cutting, sewing, dan labeling. Menjadi asisten pengawas, membuat Jenar harus memastikan bahwa semua pekerja telah bekerja sesuai dengan SOP yang diberlakukan. Setiap hari, ia harus menjejakkan kakinya ke bagian-bagian cutting, sewing, dan labeling agar dapat memastikan semuanya berjalan sesuai prosedural. Sejatinya, Jenar tidak begitu nyaman dengan posisinya ini karena baru beberapa hari ia berada di PT WUW ini, ia langsung diberikan tugas untuk menjadi pengawas. Sedangkan teman yang lainnya lebih banyak ditempatkan di bagian sewing itu sendiri.
Sebelum mengawasi bagian cutting, sewing, dan juga labeling, Jenar lebih dulu mengayunkan langkah kakinya untuk melihat sebuah ruangan yang merupakan tempat menyimpan bahan baku pembuatan underwear terlebih produk bra di PT ini. Sebuah bra bisa menggunakan dua puluh lima sampai tiga puluh material, sehingga dapat dibayangkan bukan betapa banyaknya jenis kain yang tersimpan di ruangan ini? Untuk menjamin kualitas dan kenyamanan, dilakukan pengecekan tahap awal terhadap bahan. Jika ada cacat bahan, kotor, atau garis misalnya, maka bahan itu akan dikembalikan ke pihak suplier.
"Pak Bima?"
Jenar sedikit terkejut kala melihat Bima yang tak lain asisten Wisnu tiba-tiba berada di belakang punggungnya. Sedangkan Bima hanya terkikik geli melihat ekspresi penuh keterkejutan di wajah gadis ini.
"Sedang apa kamu Jen?"
"Tidak sedang melakukan apapun Pak. Saya hanya memastikan jika ruangan ini aman untuk menyimpan bahan baku. Sehingga bahan yang kita miliki bisa selalu berada dalam kondisi yang baik."
Bima ikut mengedarkan pandangannya ke tiap sudut ruangan. Kain, busa, dan lain sebagainya nampak tersusun rapi. "Ternyata banyak juga ya material yang kita pergunakan untuk membuat underwear?"
Jenar membenarkan perkataan Bima seraya menganggukkan kepala. "Memang banyak Pak. Maka dari itu sekarang saya tidak tidak heran jika produk underwear dari PT ini sedikit mahal dari yang ada di pasaran, karena selain menggunakan banyak material, pabrik ini juga memakai material-material yang berkualitas."
Bima tergelak lirih mendengar ulasan dari salah satu peserta magang di PT ini. "Rupa-rupanya kamu sudah banyak belajar tentang seluk-beluk pabrik ini Jen. Tidak salah jika pak Wisnu menempatkanmu di bagian asisten pengawas. Dan tidak menutup kemungkinan jika nanti kamu akan ditunjuk oleh pak Wisnu menjadi kepala pengawas untuk menggantikan pak Boby yang akan segera resign."
"Pak Boby akan segera resign, Pak?"
Jenar sedikit terkejut kala mendengar kabar yang disampaikan oleh Bima. Ia merasa Boby merupakan salah satu petinggi di PT ini yang begitu mumpuni dalam bekerja. Namun entah mengapa ia tiba-tiba mengajukan resign.
__ADS_1
"Dia sendiri yang mengundurkan diri Jen. Lima bulan terakhir, kesehatan pak Boby sedang tidak baik, maka dari itu ia mengajukan resign agar bisa istirahat total di rumah."
"Oh, seperti itu? Pantas saja, sudah tiga hari ini pak Boby tidak datang ke pabrik. Ternyata beliau memang sedang sakit."
"Ya, memang seperti itulah adanya." Bima kembali menyapu pandangannya ke sekeliling. "Bahan baku sebanyak ini pastinya tidak akan terdeteksi jika ada seseorang yang mencurinya."
Meski ucapan Bima terdengar lirih, namun masih saja bisa tertangkap oleh indera pendengaran Jenar. Netra yang sebelumnya juga menyapu ruangan ini, kini ia geser ke arah Bima.
"Pak Bima mengatakan apa? Seseorang mencuri? Mencuri apa Pak?"
Bima mengedikkan bahu seraya tersenyum tipis. "Entahlah, aku merasa ada seseorang yang tengah berbuat curang di perusahaan ini Jen. Dan perbuatan curangnya itu telah merugikan pabrik ini." Bima sejenak menjeda ucapannya, ia tatap lekat manik mata gadis di sampingnya ini. "Bisakah aku minta bantuanmu Jen?"
"Bantuan? Bantuan apa maksud pak Bima?"
"Tolong segera laporkan kepadaku jika kamu melihat ataupun merasakan kejanggalan yang ada di PT ini. Entah itu dari bagian produksi ataupun distribusi."
"Baik Pak. Saya akan melaporkan apapun jika melihat ada kejanggalan di sini."
Bima tersenyum penuh arti. Ternyata kehadiran Jenar di perusahaan ini benar-benar menjadi berkah untuk perusahaan ini sendiri. Gadis ini selain memiliki nilai kelulusan tinggi, yang berarti ia memiliki tingkat IQ tinggi, Bima juga bisa menilai jika Jenar juga memiliki dedikasi dan etos kerja yang tinggi pula. Gadis yang humble dan memiliki attitude yang baik, dan seakan menjadi paket lengkap untuk dijadikan pendamping hidup. Pastinya pendamping hidup untuk sang bos.
"Pak, pak Bima!" Jenar menepuk pundak Bima yang nampak senyum-senyum sendiri.
Bima yang tengah membayangkan sang bos berjodoh dengan gadis di depannya ini seketika tersentak. Gegas, ia bangun dari lamunannya. "Oh maaf Jen, aku malah melamun. Kalau begitu, aku kembali ke ruanganku terlebih dahulu. Masih ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Ingat pesan dariku ya Jen!"
"Iya Pak, saya pasti akan mengingatnya."
__ADS_1
Langkah kaki Jenar kembali terayun untuk mengecek bagian cutting. Proses ini masih dilakukan secara manual dibantu mesin potong sehingga dibutuhkan ketelitian. Pola kain pun diperiksa sampai beberapa tahap, agar potongan kain pas ukurannya. Setelah dipotong, perca-perca tersebut dijahit untuk disatukan.
Di dalam ruangan sewing khusus bra, terdapat dua puluh lima grup penjahit yang memiliki tugas berbeda-beda. Ada yang khusus menjahit bagian cup, ada yang mengerjakan bagian back atau belakang bra dan sebagian lain melakukan penyambungan antara kedua bagian tersebut. Setelah bra selesai dibuat, kembali dilakukan pengecekan jika terjadi kecacatan seperti jahitan yang kurang rapi, strap yang kurang elastis, warna tidak sama, dan sebagainya.
Setelah mengawasi proses pembuatan bra, Jenar membawa langkah kakinya untuk ia bawa ke tempat penjahitan panties. Di sini, proses penyatuan bahan tidak serumit bra karena pola dalaman yang memang tidak terlalu detail. Hanya ada sekitar empat belas grup penjahit yang bertugas dalam proses ini. Seperti di bagian bra, panties yang sudah jadi juga diperiksa apakah sudah layak untuk dipasarkan atau belum.
Bergerak ke bagian Final Inspect, semua hasil produksi kembali diperiksa. Setelah itu, dilakukan pula labeling yakni tag harga dan penjahitan merk atau brand. Dalam proses ini, kecelakaan seperti patahnya jarum kerap terjadi. Karena bisa membahayakan konsumen jika terselip di pakaian dalam, patahan jarum tersebut harus ditemukan. Proses produksi pun bisa berhenti sejenak. Menggunakan alat magnetik, tempat di sekitar patahnya jarum hingga tubuh penjahitnya akan diperiksa.
Jika patahan jarum tidak juga ditemukan, staf yang bertugas harus membubuhkan tanda tangan di dalam surat yang menyatakan bahwa mereka memutuskan berhenti melakukan pencarian. Mereka pun akan bertanggung jawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan kepada konsumen. Setelah dilakukan cek, pemasangan tag dan pengemasan, ada pula pemeriksaan secara acak pada item-item yang sudah dibungkus rapi sebelum akhirnya dijual ke pasaran.
Selesai sudah tugas harian Jenar sebagai asisten pengawas. Setelah ini gadis itu akan memberikan laporan langsung kepada Bima yang merupakan kaki tangan pimpinan perusahaan. Ia kembali mengayunkan langkah kakinya untuk kembali ke ruangan di mana ia beraktivitas. Namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti kala melihat Arya yang nampak berjalan tergesa-gesa menuju area belakang pabrik, seperti yang pernah dilihat olehnya beberapa waktu yang lalu.
"Ada apa dengan pak Arya? Apakah dia akan bertemu dengan driver pengangkut bahan-bahan baku seperti beberapa waktu yang lalu?"
.
.
ππππππ
Saya ajak jalan-jalan ke pabrik konveksi produk underwear dulu ya Kak... hihi hihihi semoga bisa menambah sedikit wawasan. ππππ
Terimakasih banyak sudah berkenan singgah ke cerita Duda Tampan Pemikat Hati ini ya kak.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episodenya ya.. dan bagi yang punya kelebihan poin bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik gift atau jika memiliki vote yang masih belum terpakai bisa diberikan di sini... βΊβΊ
Salam Love, love, loveβ€β€β€
__ADS_1
πΉTetaplah yakin setiap cerita yang ditulis sepenuh hati, akan mendapatkan tempat di hati masing-masing para pembaca
Sumber berita : Wolipop.com dengan judul "Mengintip Pembuatan Bra di PT Wocoal, Bogor"