Duda Tampan Pemikat Hati

Duda Tampan Pemikat Hati
DTPH 50 : Si Pewaris Tunggal


__ADS_3


Selamat Membaca😘😘😘


"Jadi ini rumah kamu Stev?"


Sorot mata penuh kekaguman nampak begitu jelas terpancar dari kedua bola mata Firman yang saat ini telah berada di halaman luas sebuah rumah mewah yang mengadopsi konsep modern tropis namun tetap elegan. Sebuah rumah dengan fasad megah dan terdapat pagar tinggi yang menjulang di depannya. Firman semakin terhipnotis dengan suasana yang berada di sekeliling. Hijau pohon cemara hias juga nampak menghiasi halaman, seakan semakin menegaskan bahwa pemilik rumah ini bukanlah orang sembarangan. Dan tingkat kekayaannya tidaklah kaleng-kaleng.


"Ya, ini memang rumahku Sayang. Bagaimana? Sekarang kamu percaya bukan jika kekasihmu ini bukanlah orang sembarangan? Dan pastinya jauh lebih segala-galanya dari calon istrimu itu?"


Masih nangkring di atas motor, memeluk erat pinggang Firman dan meletakkan dagunya di bahu sang lelaki, Stevi menyombongkan diri akan apa yang ia miliki. Selama ini Firman memang belum mengetahui di mana ia tinggal. Karena baru kali ini ia mengajak pemuda itu untuk berkunjung ke rumahnya. Sedangkan saat Firman mengantarkannya pulang, lelaki itu mengantarkannya ke kos yang ia tempati. Pastinya yang tidak begitu jauh dari kos milik Firman.


Firman tiada henti mengagumi rumah milik Stevi. Dari caranya berpakaian, Firman dapat menyimpulkan bahwa kekasih gelapnya ini memanglah orang berada. Tidak lupa tas, baju, sepatu branded selalu membalut tubuhnya yang membuat orang-orang yang berada di dekatnya ikut naik kelas sosialnya.


Jika seperti ini, aku semakin yakin untuk meninggalkan Jenar. Ternyata orang tua Stevi jauh lebih kaya daripada orang tua Jenar. Fix, jika aku bisa berjodoh dengan Stevi kekayaan keluargaku pasti juga akan ikut bertambah.


"Hei, Sayang! Mengapa diam saja? Apa yang sedang kamu pikirkan, hmmmmm?"


Melihat Firman yang terbengong sendiri membuat Stevi sedikit keheranan. Wanita itupun menggesek-gesekkan bibirnya di pipi Firman, berharap pemuda itu bangun dari lamunannya.


"Ah, tidak apa-apa Stev, aku hanya kagum akan pesona rumahmu ini."


Stevi tergelak. Ternyata hanya perkara rumah mewah ini yang membuat sang kekasih begitu terkesima hingga larut dalam lamunannya. "Kamu pasti akan lebih terkejut lagi jika mendengar apa yang aku katakan, Sayang!"


"Maksud kamu apa Stev? Aku sungguh tidak mengerti."


Stevi semakin bertingkah manja di ceruk leher Firman, yang seketika membuat bulu kuduk lelaki itu meremang. Muncul hasrat untuk menyatukan badan.


"Rumah beserta seluruh isinya ini dan seluruh harta kekayaan papa, kelak akan menjadi milikku seutuhnya, mengingat aku adalah pewaris tunggal dari kekayaan papaku."


Firman semakin terperangah. Kedua bola matanya membulat sempurna dan bibirnya menganga lebar. Tidak mampu untuk menyembunyikan keterkejutannya.


"Benarkah seperti itu? Itu artinya kamu anak tunggal, Stev?"


Stevi menganggukkan kepala seraya menelusupkan jemari tangannya di bagian depan celana yang dikenakan oleh Firman, hingga menyentuh sesuatu yang sedari tadi sudah bergeliat, menegang dan berdiri. Respon milik Firman itulah yang membuat Stevi kegirangan.

__ADS_1


"Betul Sayang. Aku adalah anak tunggal. Jadi seluruh harta papaku akan menjadi milikku seutuhnya ketika dia meninggal nanti."


Bukan main, ternyata Stevi anak tunggal. Kalau seperti ini, rasa-rasanya tidak ragu lagi aku untuk meninggalkan Jenar. Masa depanku dan keluargaku jauh lebih terjamin jika aku menjalin hubungan dengan wanita ini. Tapi nanti dulu, aku akan buat Jenar semakin dalam mencintaiku. Dan setelah itu aku tinggalkan dia. Ah, dia pasti akan merasa tidak rela jika kehilanganku dan terus merengek untuk tetap menjadi kekasihku. Betapa bahagianya aku jika sampai melihat seorang perempuan yang merengek-rengek tidak mau aku tinggalkan seperti itu.


"Kita masuk yuk Sayang. Nanti aku kenalkan kamu dengan papaku."


"Oke Stev."


Sepasang kekasih itu turun dari motor dan berjalan beriringan untuk memasuki rumah megah ini. Lengan tangan Stevi tiada henti menggamit lengan tangan Firman sembari ia letakkan kepala di leher sang kekasih seakan menjadi pertanda bahwa wanita itu tidak ingin kehilangan sang pujaan hati.


"Selamat malam non Stevi!"


Seorang pelayan muda berusia dua puluh dua tahun nampak dengan ramah menyambut kedatangan sang tuan rumah. Sedang Stevi hanya tersenyum tipis.


"Rumah kok sepi? Papa kemana Ran?"


Pelayan bernama Rani itu sedikit menundukkan wajahnya sebagai bentuk rasa hormatnya. "Bapak sejak sore tadi pergi keluar, Non. Dan sampai sekarang masih belum kembali."


"Ohh, baiklah kalau begitu. Sekarang, lanjutkan kembali pekerjaanmu!"


Rani melenggang pergi meninggalkan Stevi dan juga Firman. Firman yang sedari tadi nampak hening ternyata diam-diam memperhatikan pelayan di rumah sang kekasih ini. Pemuda itu nampak kesusahan menelan cairan salivanya kala melihat bentuk tubuh sang pelayan yang begitu aduhai.


Gila, gila, gila ... bahkan pelayan di rumah Stevi pun memiliki body yang aduhai. Terlebih di bagian dadanya, sungguh terlihat menyembul, menantang dan menggoda. Stevi, Rani, Jenar, tiga wanita yang benar-benar memiliki tubuh yang sempurna. Bukankah ini merupakan keberuntungan bagiku? Dikelilingi oleh para wanita sexy?


"Jaga mata kamu Fir!"


Ultimatum dari Stevi sukses membuat Firman terperanjat seketika. Nampaknya wanita itu telah menangkap sinyal-sinyal buaya darat yang keluar dari sorot mata Firman.


"Ah, apa sih Sayang? Bikin aku kaget saja loh."


Firman sengaja memanggil Stevi dengan panggilan sayang agar wanita itu tidak berpikiran yang macam-macam. Meskipun sebenarnya dalam otaknya telah terselip sebuah pikiran nakal terhadap pelayan bernama Rani tadi. Biasanya, Stevi akan segera luluh jika ia dipanggil dengan panggilan sayang, itulah yang dilakukan oleh Firman untuk mengantisipasi sang kekasih berpikiran buruk terhadapnya.


"Apa sih, apa sih, apa sih. Memang aku tidak tahu kalau kamu diam-diam memperhatikan pelayan tadi, hah? Memang tubuhku tidak cukup untuk membuatmu terkesima? Sampai-sampai bola matamu mau keluar dari tempatnya bersemayam saat menatap Rani?!!"


Firman semakin tersudut. Ternyata Stevi bisa menangkap sorot mata nakal yang ia layangkan ke arah Rani. Namun, bukan Firman namanya jika tidak bisa membuat Stevi luluh seketika dengan rayuannya.

__ADS_1


"Sayang, jangan berpikir macam-macam. Mana bisa pelayan itu menggeser posisimu."


"Tapi mata kamu tidak bisa berbohong Fir. Kamu seperti terkesima dengan pelayan itu!"


Bibir Stevi mengerucut dan sedikit mencebik. Ia lepaskan lengan tangannya dari lengan Firman dan beralih menyilangkan di depan dada. Ternyata wanita itu benar-benar dibuat marah dan kesal oleh sang kekasih.


Firman menyunggingkan senyum termanis yang ia miliki. Gegas, ia menarik lengan tangan Stevi untuk ia bawa ke dalam pelukannya. Tangannya pun mulai bergerilya, membelai dan mere*mas gundukan sintal milik kekasihnya ini.


"Mana mungkin aku terkesima dengan pelayan itu jika milikmu saja sudah berhasil mengalihkan duniaku, Sayang?"


"Aaahhhh....."


Firman berbisik lirih tepat di telinga Stevi. Hembusan nafas lelaki itu sukses membuat sang wanita men*de*sah lirih. Dan seketika membuatnya terangsang.


"Apakah malam ini kamu mau aku manjakan?"


Firman menawarkan sesuatu dengan suara yang terkesan menggoda sembari masih intens mer*emas milik Stevi dengan sentuhan sensual.


Reflek, Stevi menganggukkan kepala. "Manjakan aku sampai aku berkali-kali merasakan apa itu surga dunia Sayang!"


Tanpa banyak berpikir, Firman mulai membopong tubuh Stevi ala-ala bridal style. Langkah kaki lelaki itu terayun untuk meniti anak-anak tangga yang akan membawanya ke lantai dua di mana kamar Stevi berada. Sebuah kamar yang akan menjadi saksi bisu di mana dua manusia itu akan larut dalam gelora hasrat yang membara.


.


.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Selingan Firman dulu ya Kak... Hihihihi ternyata dia tidak menjemput Jenar karena memang sedang asyik berduaan dengan Kekasih gelapnya πŸ˜†πŸ˜†


Terimakasih banyak sudah berkenan singgah ke cerita Duda Tampan Pemikat Hati ini ya kak.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episodenya ya.. dan bagi yang punya kelebihan poin bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik gift atau jika memiliki vote yang masih belum terpakai bisa diberikan di sini... ☺☺


Salam Love, love, love❀❀❀


🌹Tetaplah yakin setiap cerita yang ditulis sepenuh hati, akan mendapatkan tempat di hati masing-masing para pembaca

__ADS_1


__ADS_2