Duda Tampan Pemikat Hati

Duda Tampan Pemikat Hati
DTPH 67 : Rencana Arya


__ADS_3


Selamat membaca 😘😘😘😘


"Papa! Kok tumben sudah pulang?"


Suara nyaring Stevi, nampak memenuhi penjuru ruang tamu di siang hari ini. Wanita itu sedikit terkejut karena tidak biasanya sang papa pulang di jam-jam siang seperti ini. Karena biasanya, sang papa baru akan sampai rumah di sore hari.


Nafas Arya nampak terputus-putus kala berhembus dari lubang hidung lelaki paruh baya itu. Baginya, hari ini adalah hari paling sial yang pernah ada di dalam hidupnya karena dua kesialan bersamaan menghampirinya. Yang pertama perihal terbongkarnya kebusukan yang ia lakukan dan yang kedua, benda pusaka yang ia miliki cidera karena tendangan maut dari seorang gadis.


"Ini semua gara-gara gadis kurangajar itu!"


Arya mendaratkan bokongnya di atas sofa sembari mencoba untuk mengatur nafasnya. Gegara hal ini, ia harus berpikir keras untuk mencari solusi agar bisa keluar dari semua permasalahan ini.


Kening Stevi nampak berkerut dengan kedua alis yang saling bertaut. Ia sedikit heran dengan gadis yang dimaksud oleh ayahnya ini.


"Gadis? Gadis siapa Pa? Apa gadis itu salah satu wanita simpan Papa?"


"Ckckckck, kamu ini masih saja berpikiran buruk terhadap Papa, Stev. Sejak kamu memergoki Papa memiliki hubungan dengan teman kuliahmu, Papa sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan para gadis."


"Lalu, gadis siapa yang Papa maksud? Dan ada hubungan apa antara gadis itu dengan kepulangan Papa ini?"


Stevi sudah tidak sabar ingin mengetahui tentang semua. Maka dari itu, ia terkesan memaksa sang Papa untuk segera bercerita. Sudah lama sang Papa tidak dibuat pusing oleh makhluk bernama wanita namun hari ini, papanya ini kembali terjerat lagi dengan pesona seorang gadis.


"Dia adalah salah satu karyawan di pabrik. Namanya.... e.... "


Arya nampak sedang mengingat-ingat sesuatu, tepatnya nama. gadis yang di matanya kurangajar itu. Namun, semakin ia berupaya keras untuk mengingat, hanya ada kebuntuan semata.


"Siapa Pa? Siapa nama gadis itu?"


Arya mencoba untuk mengingat-ingat nama Jenar namun sayang ia sama sekali tidak mengingatnya. Entah memang lupa atau memang belum diperkenalkan sama penulisnya ya... πŸ˜‚


"Aaaarrgghhh .... Papa benar-benar lupa Stev. Yang jelas ia masih sangat muda, namun keberaniannya sungguh luar biasa. Papa sampai kewalahan dibuatnya. Sudahlah, untuk saat ini tidak perlu membahas perihal nama gadis itu. Ada hal lain yang harus Papa bicarakan dan ini darurat sekali."


"Darurat? Darurat bagaimana maksud Papa?"


"Begini Stev!" Arya sejenak menjeda ucapannya untuk menghela nafas panjang dan ia hembuskan pelan. "Kecurangan yang Papa lakukan sebentar lagi akan terbongkar!"

__ADS_1


"Hah, apa? Kecurangan Papa terbongkar? Bagaimana bisa terbongkar Pa? Mengapa Papa tidak berhati-hati dan waspada. Kalau seperti ini ki...."


"Ssstttt ... diam Stev! Papa sedang tidak ingin disalahkan. Sekarang, mari kita pikir sama-sama agar Papa bisa segera pergi dari tempat ini."


"Hah? Pergi? Papa mau melarikan diri?"


Arya menganggukkan kepala pelan. "Ya, malam nanti Papa akan pergi ke salah satu rumah yang berada di puncak. Papa rasa keadaan di sini sudah tidak aman lagi."


"Lalu, bagaimana denganku Pa? Dan bagaimana dengan kain-kain yang ada di gudang dan juga mobil-mobil milik kita?"


Arya nampak sejenak berpikir, hingga akhirnya ia menemukan cara. "Kamu tetap tinggal di sini Stev, untuk mengacaukan pencarian Wisnu dan lain-lain. Nah, rol-rol kain itu juga akan bawa. Papa akan memakai jasa paket untuk mengirimkan kain-kain itu."


"Lalu, bagaimana dengan mobil-mobil kita yang berderet di carport itu?"


"Biarkan di sini saja. Yang terpenting Papa bisa bersembunyi dahulu."


Stevi membuang nafas kasar. Kali ini, tidak ada alasan baginya untuk tidak menemuimu?


"Baiklah , jika memang itu sudah menjadi keputusan Papa, Aku akan ikut saja."


" Hah, ini semua merupakan kesalahan gadis itu. Kalau saja ia tidak memergoki ku pasti aku tidak akan dibuat pusing dengan melarikan diri seperti ini."


🍁🍁🍁🍁🍁


"Pak, mengapa Anda menurunkan saya di sini? Ini bukan tempat tinggal saya Pak!"


Jenar mendengus kesal di kala Wisnu memberhentikan mobilnya tepat di halaman rumah. Baru kemarin ia berada di sini dan hari ini, ia kembali ke sini lagi.


"Aku hanya ingin memastikan keselamatanmu Jen!"


"Keselamatan apa Pak? Saya sungguh tidak paham."


Entah mengapa, Wisnu menjadi paranoid akan keselamatan Jenar. Ia hanya takut jika setelah ini akan banyak teror-teror yang mengintai gadis ini.


"Kadang, cinta memang tidak bisa dilogika bukan? Ia datang tiba-tiba dan tanpa kita sadari."


Jenar hanya semakin dibuat melongo saja. Jawaban Wisnu ini sungguh tidak nyambung sama sekali. "Bapak ini bicara apa? Saya tanya perihal keselamatan, tapi jawabannya malah perkara cinta."

__ADS_1


Wisnu juga hanya bisa tergelak lirih dengan apa yang diucapkan oleh Jenar ini. Sungguh, kekagumannya pada sang gadis, hanya membuatnya semakin salah tingkah saja.


"Sudahlah, yang jelas saya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja Jen. Karena saya khawatir jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepadamu selepas kamu memergoki kejahatan yang dilakukan oleh Arya."


Sejenak, Jenar nampak memikirkan apa yang diucapkan oleh Wisnu. Ada benarnya juga dengan apa yang diucapkan oleh Wisnu ini. Sebelum Arya ditangkap oleh pihak kepolisian, pasti akan menjadi momok tersendiri bagi keselamatannya. Lelaki itu pasti bisa melakukan apapun untuk membuatnya celaka.


"Tapi, mau sampai kapan saya ada di sini Pak? Saya juga punya tempat tinggal. Saya hanya khawatir jika mereka mencari keberadaan saya."


"Sampai Arya dipenjara Jen. Jadi, selama ia masih menjadi target operasi polisi, kamu akan tetap tinggal di sini. Dengan begitu, saya bisa mengawasimu dua puluh empat jam penuh setiap hari."


"Tapi Pak..."


"Sstttt... ini perintah Jen. Dan kamu setiap hari akan berangkat dan pulang bersama saya."


Jenar hanya bisa melongo mendengar ucapan Wisnu ini. "Sebegitu tidak amankah keadaan saya ini Pak?"


"Itu jelas Jen. Ingat ya, Arya bisa melakukan apapun terhadapmu. Jadi, saya minta kamu tetap berada di sini, di tempat ini, temani jiwaku yang sepi."


Loh eh, loh eh... πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


.


.


.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun...


Turut berduka cita atas kejadian yang menimpa di simpang Rapak Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1) pagi. Semoga Allah memberikan ketabahan dan keikhlasan untuk semua pihak yang ditinggalkan...


Mohon maaf jika banyak typo atau susunan kalimat yang tidak nyambung. Nulis part ini sambil teklak-tekluk.. 😴😴😴


Terimakasih banyak sudah berkenan singgah ke cerita Duda Tampan Pemikat Hati ini ya kak.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episodenya ya.. dan bagi yang punya kelebihan poin bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik gift atau jika memiliki vote yang masih belum terpakai bisa diberikan di sini... ☺☺


Salam Love, love, love❀❀❀

__ADS_1


🌹Tetaplah yakin setiap cerita yang ditulis sepenuh hati, akan mendapatkan tempat di hati masing-masing para pembaca


__ADS_2