Duda Tampan Pemikat Hati

Duda Tampan Pemikat Hati
DTPH 75 : Tertangkap


__ADS_3


Selamat Membaca 😘😘😘😘


Sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan kencang menembus malam yang terasa kian mencekam. Jarum penunjuk waktu berhenti tepat di angka dua yang mana para penduduk bumi mulai berlayar mengarungi samudera mimpi. Beristirahat sejenak dari alam yang penuh tipu daya ini.


Berbeda dari penduduk bumi lain yang tengah terlelap, saat ini kedua bola mata Wisnu justru terbuka lebar. Ia memacu laju kendaraannya dengan cepat untuk bisa segera tiba ke tempat yang ia tuju. Di dalam mobil ini, tidak hanya ada dirinya seorang. Bima pun turut mendampingi Wisnu.


Setelah pertemuannya dengan Heri, Wisnu gegas membawa lelaki itu ke kantor polisi. Perkara hukuman apa yang akan diberikan untuk lelaki itu, semua Wisnu serahkan kepada pihak yang berwajib. Namun, tekad Heri untuk mengakui kesalahan dan menyerahkan diri, ia harap bisa menjadi sesuatu yang bisa meringankan hukuman yang akan ia terima.


"Tuan, biar saya saja yang mengemudikan mobil ini. Tuan beristirahat saja, karena perjalanan kita masih satu jam lagi."


"Tidak mengapa Bim. Aku justru semakin bersemangat untuk mengemudikan mobil ini karena sebentar lagi, penjahat itu bisa kita tangkap."


"Kehadiran Heri memang benar-benar membawa keberuntungan Tuan. Karena dia lah, kita bisa tahu di mana Arya bersembunyi."


Wisnu membenarkan apa yang diucapkan oleh Bima. Ya, kehadiran Heri memang benar-benar membawa berkah. Oleh karenanya, Wisnu memberikan apresiasi khusus untuk lelaki itu. Setelah ia selesai menjalani masa hukumannya, Heri akan dipekerjakan di kantor miliknya. Wisnu bisa menilai bahwa Heri sejatinya orang baik. Mungkin karena keadaan lah yang memaksanya untuk menerima kerjasama dengan Arya.


"Oh iya, apakah polisi juga ikut mengawal kita?"


"Itu sudah pasti Tuan. Mereka ada di belakang kita. Saya memang sengaja meminta pihak kepolisian untuk mengawal karena sebagai langkah antisipasi saja. Saya khawatir jika Arya memiliki banyak anak buah yang mungkin tidak bisa kita hadapi jika hanya berdua saja."


"Bagus itu Bim."


Sementara itu, di kamar sebuah rumah yang nampak mewah terlihat seorang laki-laki yang tengah menghisap cerutu sembari menikmati segelas red wine yang ada di tangannya. Dua benda itulah yang membuat pikiran dan jiwanya terasa lebih rileks di kala keadaan membawanya ke dalam situasi yang serba terjepit. Terjepit karena ia harus berlari dan bersembunyi dari kejaran Wisnu dan bahkan polisi yang mungkin saat ini telah mengetahui perbuatannya. Hidupnya seakan tidak tenang karena dihantui oleh rasa takut yang terlihat begitu kentara. Takut jika orang-orang itu dapat mengendus persembunyiannya.


Namun, ia yakin jika siapapun tidak akan bisa mengetahui tempat persembunyiannya, mengingat satu-satunya orang yang mengetahui adalah Heri, di mana saat ini orang itu juga tengah berupaya untuk melarikan diri. Arya sungguh percaya diri bahwa tidak ada satupun yang mengetahui di mana ia bersembunyi, padahal sejatinya saat ini pergerakannya tengah terancam.


"Om, sudah dong minumnya. Masa sedari tadi Jeli dicuekin?"


Wanita panggilan bernama Jeli itu sedikit frustrasi karena sedari tadi keberadaannya diabaikan oleh Arya. Hampir dua jam ia menemani Arya dengan hanya mengenakan lingerie berwarna hitam yang ia kenakan namun lelaki itu sama sekali belum nampak tergoda. Sedikitpun Arya belum menyentuh dan menjamahnya. Sampai-sampai membuat wanita bernama Jeli itu kesal sendiri.


Arya kembali meneguk minuman memabukkan itu, menghisap cerutunya dan kemudian ia kepulkan asapnya. "Santai lah. Aku masih ingin menikmati dua benda ini."


"Tapi, apa tubuhku ini tidak bisa mengalihkan perhatian Om barang sebentar? Aku sudah tidak tahan Om!"


"Kamu tenang saja, aku .... aaahhhhh...."


Perkataan Arya terpangkas ketika Jeli tiba-tiba melahap dengan rakus junior miliknya. Meski sedari tadi lelaki itu terkesan mengulur-ulur waktu namun sejatinya miliknya sudah berdiri tegak. Dan kini, wanita panggilan ini menikmati apa yang menjadi milik Arya layaknya sedang menikmati sebuah lolipop yang sungguh bisa membuat Arya merem-melek sembari mende*sah nikmat.


"Hmmppphhh ... hmmmmppphhh .... bagaimana? Apakah dengan seperti ini Om bisa mengabaikan keberadaanku lagi? Hhmmmpphhh..."

__ADS_1


"Aaaahhh ... kamu benar-benar nakal ... eeemmpphh."


Dua manusia itu larut dalam gelora hasrat yang begitu membara. Sang wanita tahu betul bagaimana caranya membuat lelaki paruh baya ini tenggelam dalam permainan dan pelayanan yang ia berikan. Dan benar saja, Arya nampak begitu menikmati sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh Jeli ini. Perlahan, Jeli melucuti seluruh pakaian yang masih melekat di tubuh Arya dan lengire yang ia kenakan dan mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh Arya dengan bibir sexinya.


Brakkk!!!!


Terdengar suara daun pintu yang terhempas dengan kasar, membuat dua manusia itu terkejut setengah mati. Kedua bola mata masing-masing menoleh ke arah sumber kegaduhan dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat beberapa anggota polisi sudah mengepung kediamannya.


"Saudara Arya, jangan bergerak!" titah salah seorang petugas kepolisian sembari mengacungkan senjatanya.


Jeli, yang berada di atas tubuh Arya bergegas untuk segera bangkit dan menggeser tubunya. Ia mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang juga sudah tidak tertutup sehelai benang pun itu. Sedangkan Arya, buru-buru memunguti pakaian dan dengan cepat memakainya.


"A-ada apa ini Pak? Mengapa Anda berada di kediaman saya?"


"Kami datang kemari untuk menangkap Anda atas laporan dari saudara Wisnu atas pencurian bahan baku yang telah Anda lakukan."


"Pencurian? Hah, jangan mengada-ada Anda Pak. Anda salah tangkap, saya sama sekali tidak melakukan pencurian itu!"


Meski hatinya diliputi oleh perasaan takut namun Arya berupaya untuk menutupi. Ia mencoba untuk berdiri tegak untuk mengelak atas segala tuduhan yang diarahkan kepadanya.


"Nanti bisa Anda jelaskan di kantor. Sekarang menyerahlah!"


"Hah, saya tidak mau. Anda tidak memiliki bukti apa-apa untuk menangkap saya. Jadi saya tidak akan pernah mengikuti Anda!"


Suara bariton yang tiba-tiba terdengar, membuat Arya sedikit terperanjat. Ia menajamkan penglihatannya dan nampak Wisnu berada di antara barisan anggota polisi ini.


"P-Pak Wisnu?"


Wisnu hanya mengulas sedikit senyumnya. "Ya, ini aku. Apakah kamu terkejut karena aku bisa mengetahui keberadaanmu?"


"B-bagaimana mungkin Anda bisa mengetahui keberadaan saya?"


"Hahah, apakah kamu lupa jika siapapun bisa menjadi penghianat? Seperti kamu yang telah berhianat kepada perusahaan milikku dan membuat kerugian besar? Saat ini apa yang kamu alami sama persis dengan apa yang aku alami. Seseorang yang selama ini kamu percaya dan membantumu untuk melakukan kecurangan itu, kini memilih untuk menyerah dan membongkar semua tentangmu termasuk keberadaanmu."


"Heri?"


Arya hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi. Namun di saat Heri tiba dengan didampingi oleh Bima dan salah satu anggota kepolisian, membuatnya semakin yakin bahwa driver mobil pengangkut bahan baku itulah yang membongkar semuanya.


"Ya Pak, saya lah yang membongkar semuanya!"


"Aaaarrrggghhh ... sialan kamu Her!"

__ADS_1


Melihat Arya sedikit lengah, beberapa anggota polisi itu mendekat ke arah Arya dan dengan sigap meringkus lelaki itu.


"Mari ikut ke kantor Pak!"


Pada akhirnya, tanpa adanya drama baku tembak dan baku hantam, polisi bisa menangkap Arya. Tidak ada yang saat ini dirasakan oleh Wisnu selain rasa lega yang tiada terkira. Lelaki itu tiada henti mengulas senyum termanis yang ia miliki dan hanya membuat Bima bertanya-tanya dalam hati kesambet jin apa bosnya ini.


"Tuan, Anda baik-baik saja bukan?"


"Ya, aku baik-baik saja Bim. Bahkan sangat baik."


"Tapi mengapa Tuan senyum-senyum sendiri?"


"Sepertinya aku harus memberikan hadiah untuk Jenar, Bim. Ini semua bisa berjalan lancar juga karena kegigihan gadis itu." Wisnu yang sebelumnya menyapu pandangannya ke seluruh penjuru dengan tatapan menerawang kini ia geser ke arah Bima dan menatapnya lekat. "Menurutmu, hadiah apa yang pantas untuk aku berikan kepada Jenar? Rumah? Mobil? Atau mungkin berlian?"


Bima hanya tergelak mendengar ucapan bosnya ini. Ia dapat menangkap sinyal jika sang bos telah jatuh hati dengan salah satu karyawan magangnya ini. "Saya rasa Tuan tidak perlu membelikan Jenar itu semua. Karena menurut saya ada satu hadiah yang akan sangat membuat Jenar bahagia selain Tuan membelikan barang-barang itu."


"Satu hadiah yang bisa membuat Jenar bahagia selain membelikan barang-barang itu? Apa itu Bim? Cepat katakan!"


"Persunting Jenar untuk menjadi istri Tuan Wisnu. Saya rasa bukan hanya Jenar saja yang berbahagia namun pastinya Tuan dan Citra juga akan bahagia!"


"Tuan-Tuan, apakah kalian bisa keluar terlebih dahulu? Saya ingin memakai pakaian. Atau apakah Tuan-Tuan ingin saya manjakan? Saya bisa loh untuk memuaskan Tuan-Tuan semua."


Begitu fokus dengan obrolan, sampai-sampai membuat keduanya tidak sadar bahwa di ruangan ini masih ada sesosok manusia yang berdiri di sudut kamar dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Dan kini perlahan, ia biarkan selimut itu terjatuh hingga menampakkan tubuhnya yang polos.


Wisnu dan Bima sontak mengarahkan pandangannya ke arah sudut kamar dan benar saja masih ada Jeli yang berdiri di sana. Sepersekian menit dua lelaki itu menatap intens tubuh Jeli yang tidak terhalang oleh sehelai benang pun itu namun kemudian ....


"Lariiiiii!!!"


Wisnu dan Bima berlari tunggang langgang untuk keluar dari kamar ini. Melihat tubuh Jeli yang polos tanpa sehelai benang pun tidak lantas membuat kedua lelaki itu terkesima, terpesona ataupun tergoda. Keduanya justru merasa jijik tiada tara.


"Dasar laki-laki aneh, masa mereka sama sekali tidak tergoda? Ah, jangan-jangan mereka homo?" umpat Jeli sembari mengenakan kembali pakaiannya.


.


.


..


Perkara Arya sudah selesai ya Kak, tinggal si biawak. Hihihi inshaAllah di part berikutnya kebusukan Firman akan terbongkar. Sabar ya... 🥰🥰🥰


Terimakasih banyak sudah berkenan singgah ke cerita Duda Tampan Pemikat Hati ini ya kak.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episodenya ya.. dan bagi yang punya kelebihan poin bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik gift atau jika memiliki vote yang masih belum terpakai bisa diberikan di sini... ☺☺

__ADS_1


Salam Love, love, love❤❤❤


🌹Tetaplah yakin setiap cerita yang ditulis sepenuh hati, akan mendapatkan tempat di hati masing-masing para pembaca


__ADS_2