Duda Tampan Pemikat Hati

Duda Tampan Pemikat Hati
DTPH 86 : Berubah


__ADS_3

Pagi menyapa, membangunkan para insan yang masih bergelut dengan selimut tebal untuk bersegera bangkit dari posisinya. Tetes-tetes embun masih bergelayut manja di atas dedaunan. Seakan enggan untuk terlepas dari pelukan.


Suara sebilah pisau yang beradu dengan papan telenan terdengar memecah keheningan yang menyelimuti ruang dapur. Dengan lihai, tangan wanita paruh baya itu memotong-motong sayuran hijau yang akan ia olah menjadi menu capcay. Tidak lupa, beberapa potong udang segar juga akan ia campurkan sehingga menambah cita rasa kelezatan yang ada.


"Bunda serius ingin pulang hari ini?"


Jenar yang sudah siap dengan pakaian kerja yang ia kenakan nampak sedikit muram. Wajah yang seharusnya berseri karena semalam telah di lamar oleh seorang pimpinan perusahaan, kini justru nampak sendu. Bagaimana tidak sendu jika pagi ini dua orang yang paling ia cintai akan kembali ke kampung.


"Iya Jen. Bunda dan Ayah harus pulang hari ini. Kasihan pelanggan bengkel Ayah jika bengkel tutup lama."


"Tapi Jenar masih ingin ditemani Bunda dan Ayah di sini. Pulang bulan depan saja ya Bund."


Gadis itu merengek meminta sang Bunda untuk mengurungkan rencananya. Rasa-rasanya sungguh berat jika harus melihat Bunda dan ayahnya hari ini meninggalkannya.


"Anak Bunda kenapa sih? Tiba-tiba kok manja seperti ini?"


"Tidak ada kenapa-kenapa Bunda. Masih rindu saja sama Bunda dan juga ayah."


Rukmana hanya tersenyum tipis ke arah sang putri. Dilihatnya ia dari jarak lebih dekat, dan ia usap pucuk kepalanya dengan lembut.


"Tidak Bunda sangka, ternyata sebentar lagi putri Bunda ini akan melepas masa lajang dan segera menjadi seorang istri. Dan Bunda juga tidak menyangka jika ternyata yang menjadi jodohmu bukanlah Firman, namun ...."


"Duda tampan pemikat hati."


"Hahahaha benar sekali itu Jen. Pimpinan itu memang tampan pantas saja siapapun akan terpikat oleh pesonanya. Ini kalau Bunda masih muda dan kamu bukanlah putri Bunda, Bunda bersedia bersaing denganmu."


Bibir Jenar hanya mengerucut. Bisa-bisanya sang bunda mengatakan hal semacam itu. Jelas ia tidak mau bersaing karena bagaimanapun juga, dia lah yang akan menjadi takdir hidup sang duda.


"Bunda jadi diantar pak Kasim kan?"

__ADS_1


Rukmana menganggukkan kepala. "Iya Jen, semalam calon menantu Bunda itu menawarkan sopir di rumahnya untuk mengantarkan Bunda dan juga ayah. Hah ... benar-benar calon menantu yang pengertian. Jika seperti ini, Bunda malah bersyukur kamu dihianati oleh Firman, Jen."


"Iihhhhh ... Bunda bicara apa sih? Mengapa bawa-bawa nama bang Firman segala?"


Rukmana mengedikkan bahu. Sejatinya, ia juga teramat tidak mengerti bahwa secepat ini Tuhan memberikan pengganti untuk sang putri.


"Bunda hanya bersyukur karena kamu mendapatkan lelaki yang tepat, Jen. Pastinya yang akan selalu menemani hari-harimu. Bunda dan ayah tenang."


"sudah dong Bun, Jenar jadi ingin menangis."


Dua wanita berbeda generasi itu saling berpelukan dan seakan tidak ingin terpisah.


🍁🍁🍁🍁


Sementara itu di sebuah paviliun, terlihat Stevi sedang duduk di samping ranjang miliknya. Ia selonjoran di atas lantai sembari mengedarkan pandangan ke segala arah dengan tatapan kosong. Wajah cantik, tubuh sexy yang sejak dulu menjadi kebanggaannya, kini seolah tidak ada lagi padanya. Kini yang tersisa hanyalah wajah dan tubuh yang kusam dan terlihat begitu menyedihkan.


Tiba-tiba ia beranjak dari duduknya kemudian cepat-cepat berlari ke kamar mandi.


Wanita menyedihkan yang merupakan calon istri Firman itu terlihat sangat lemas di pagi hari ini. Jika dihitung, ini sudah kesekian kalinya ia merasakan mual lalu ia muntahkan di atas wastafel. Memang tidak mengherankan kondisi seperti itu untuk seorang wanita yang tengah hamil muda.


Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang saat ini dialami oleh Stevi. Gemerlap kehidupan yang sebelumnya mengiringi langkah hidupnya kini musnah sudah. Saat sang papa berhasil di penjara, semua harta yang ia miliki kini ikut menghilang.


Tidak hanya itu, ternyata sang papa juga terlibat dalam kasus mobil-mobil hasil curian. Arya ternyata juga menjadi seorang penadah. Tidak heran jika saat ini semua harta benda yang dimiliki disita oleh pihak yang berwenang.


"Sayang bangun. Perutku mual sekali Sayang. Aku ingin dibelikan rujak."


Stevi mengguncang-guncang tubuh Firman yang masih bergelung dengan alam bawah sadarnya. Calon papa muda itu nampak masih begitu nyenyak sampai-sampai morning sickness yang di alami oleh Stevi tidak membuatnya terganggu dan kemudian terbangun. Ia masih nampak nyenyak.


"Sayang, bangun. Aku ingin rujak Sayang!"

__ADS_1


Stevi kembali mengguncang tubuh Firman, dan membuat lelaki itu sedikit menggeliat. Ia mengucek matanya dan perlahan kedua kelopak mata itu terbuka. Ia sedikit memincing di saat sinar matahari terasa menusuk kornea mata.


"Apa sih Stev? Pagi-pagi sudah ribut sekali? Taukah kamu jika kamu sudah mengganggu waktu istirahatku."


Meski sudah terbangun, Firman masih enggan untuk mengubah posisinya. Ia masih nampak begitu nyaman membaringkan tubuhnya di atas pembaringan.


"Belikan aku rujak, Sayang. Lihatlah, anakmu ini menginginkan rujak."


Layaknya wanita-wanita hamil lainnya, Stevi tengah mengalami masa ngidam. Pagi ini ia ingin sekali menikmati rujak. Alih-alih mendapatkan respon yang bagus dari Firman, lelaki itu justru nampak kembali membetulkan posisi wuenaknya. Ia kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Mana ada janin yang masih berada di dalam perut menginginkan sesuatu. Itu pasti hanya akal-akalanmu saja Stev. Sudahlah, aku ingin melanjutkan tidurku lagi. Perkara rujak, silakan cari sendiri."


Stevi terhenyak. Ia mengira akan mendapatkan perhatian dan perlakuan romantis layaknya di novel-novel yang pernah ia baca. Di mana sang suami memberikan yang terbaik untuk istrinya yang sedang mengandung. Namun kini yang ia dapatkan sebaliknya. Perlakuan istimewa itu tidak pernah ia dapatkan dari Firman. Bahkan lelaki itu nampak begitu acuh dan abai.


Stevi hanya bisa membuang napas kasar. Ia menatap tubuh Firman dengan tatapan nanar.


Kamu berubah Fir! Kamu bukanlah Firman yang dulu pernah aku kenal!!!


.


.


🍁🍁🍁🍁🍁


Mohon maaf pendek dulu ya Kak.... ❀️❀️❀️ Insha Allah besok kita sambung lagi. Novel ini tidak akan saya buat panjang. Dan semoga tepat di episode 100, cerita WiJen ini bisa tamat. πŸ₯°πŸ₯°


Terimakasih banyak sudah berkenan singgah ke cerita Duda Tampan Pemikat Hati ini ya kak.. jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episodenya ya.. dan bagi yang punya kelebihan poin bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik gift atau jika memiliki vote yang masih belum terpakai bisa diberikan di sini... ☺☺


Salam Love, love, love❀❀❀

__ADS_1


🌹Tetaplah yakin setiap cerita yang ditulis sepenuh hati, akan mendapatkan tempat di hati masing-masing para pembaca


__ADS_2