End Of Patience

End Of Patience
Kerapuhan Reina..


__ADS_3

Haikal yang tak terima dengan pukulan yang di berikan laki laki asing ini pun akhirnya membalas, hingga keributan pun tak terelakan lagi hingga harus di lerai oleh security di sana.


" STOPP " teriak security itu tegas hingga membuat haikal dan laki laki tadi berhenti berkelahi.


" bawa laki laki pecundang seperti ini " ucap laki laki tadi sambil mendorong Haikal ke arah security.


" Kurang ajar.. " Haikal yang tak terima di Katai pecundang pun berniat kembali memukul tapi di tahan oleh security yang dengan sigap mendekap Haikal agar tidak kembali memicu keributan.


" mari pak ikut kami ke kantor " ucap security yang bersiap menarik Haikal namun Haikal berhasil melepaskan diri dan berjalan keluar cafe.


Tak terasa jam pulang sekolah pun kini sudah tiba, termasuk Reina dan juga Dava yang baru saja keluar dari kelas mereka.


" Rein.. kamu pulang sama siapa ?" tanya Dava yang merasa sedih karena sejak kejadian tadi pagi Reina menjadi sangat murung, tapi Reina tetap diam dan membuat Dava langsung menarik tangan Reina agar ikut dengannya.


Dava pun menaiki motornya dengan tangan masih menarik Reina yang seperti patung hidup, tak segan Dava menarik kedua tangan Reina agar memeluk perutnya agar Reina tidak terjatuh.


" nanti aku akan menghubungi bunda biar bunda ngga khawatir " ucap Dava sedangkan Reina masih saja diam seribu bahasa membuat Dava menarik nafas mencoba memahami kondisi Reina saat ini.


Tak butuh waktu lama kini Dava dan Reina sudah sampai di rumah Dava dimana di rumah itu tidak hanya ada orang tua Dava tapi juga ada om Dava yang masih tinggal bersama.


" sore Bun" sapa Dava masih menarik tangan Reina dimana orang tua Dava juga tau jika Dava dan Reina bersahabat sejak lama.


" sore sayang...eh ada Reina ?" tanya Bu cahaya ibunya Dava, tapi tatapannya malah terarah pada Dava sedangkan Dava hanya mengangkat bahunya tak ingin mengatakan apapun.


" rein... Reina " ucap Bu cahaya sambil menepuk pundak Reina agar tersadar dimana dirinya berada kini.


" Bu.. bunda " ucap Reina yang malah memeluk Bu cahaya seolah ingin menyalurkan apa yang selama satu Minggu ini iya pendam dalam hati demi menguatkan bundanya yang memang butuh sandaran.


" kenapa sayang " ucap Bu cahaya yang langsung menyambut pelukan Reina sambil mengusap-usap punggung Reina.


Tapi Reina tak mengatakan apapun hanya air mata yang terus mengalir membasahi pipinya, Bu cahaya pun dengan sabar menenangkan Reina sedangkan Dava memilih masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


" sudah lebih baik " tanya Bu cahaya setelah Reina melepaskan pelukannya pada ibunya Dava, Reina pun hanya mengangguk sambil mengusap sisa air mata yang masih mengalir di pipinya.


" ayo kita makan sayang, liat tuh Dava sudah makan lebih dulu " ucap Bu cahaya tanpa banyak bertanya pada Reina, mereka pun mulai makan siang.

__ADS_1


" eh ada pacarnya Dava " ucap seseorang yang baru saja memasuki rumah.


" apa sih om.. " ucap Dava sambil melanjutkan makan nya.


" ayo sultan makan, jangan malah menggangu keponakan mu " ucap Bu cahaya pada adiknya.


sultan pun ikut makan bersama bersama dengan Reina dan juga Dava.


" rein.. aku sudah bilang sama bunda kamu jika kamu ada di sini, biar nanti kalo bunda pulang bisa jemput kamu di sini " ucap Dava yang baru saja menyelesaikan makannya.


" memang ibunya teman kamu ada di mana ?" bisik sultan pada Dava.


" kerja " jawab Dava singkat.


" kamu ngga mau ngenalin teman kamu sama om ?" tanya sultan yang melihat jika Reina terlihat murung dan tertekan.


Dava melihat ke arah omnya yang langsung di balas jitakan oleh omnya,


" om masih tau diri, dia lebih cocok jadi anak om dari pada pacar om " ucap sultan yang membuat Dava tersedak minumannya sendiri.


" maafkan om sultan ya .. " ucap Dava yang malu dengan apa yang di ucapkan omnya terlebih langsung di hadapan Reina.


" memang om kamu belum menikah ?" tanya Reina.


" om duda anak satu, tapi anaknya di bawa sama istrinya " ucap Dava.


" kita ke taman belakang yu " ucap Dava yang memilih mengajak Reina di taman belakang tepatnya di gajebo yang memang menjadi tempat favorit nya jika membutuhkan ketenangan.


Reina pun hanya mengikuti Dava dari belakang tanpa mengatakan apapun, dan setelah sampai di gajebo Reina memilih merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya karena suasana yang benar benar tenang.


' aku tau kamu pasti kuat dan akan bisa melewati semuanya ' ucap Dava yang membiarkan Reina di sana setelah menyelimuti Reina dengan selimut yang baru saja di berikan Bu cahaya karena melihat Reina yang tertidur.


" memang kenapa dengan reina ?" tanya Bu cahaya setelah mereka kembali masuk ke dalam rumah.


" tadi pagi ayahnya membuat ulah di depan gerbang sekolah yang tentu saja membuat Reina malu " ucap Dava dimana Dava dan Bu cahaya tidak tau jika sultan ikut mendengarkan percakapan mereka.

__ADS_1


" bahkan seharian di sekolah Reina lebih banyak diam, jadi mungkin saat melihat bunda Reina seperti menemukan tempat sandaran untuk mencurahkan apa yang selama satu Minggu ini iya pendam " ucap Dava menerka nerka.


' kasihan sekali anak itu, bagai mana dengan ibunya yang entah harus kemana mencurahkan isi hatinya ' ucap sultan dalam hati yang malah mengingat anaknya yang memang usianya tidak beda jauh dengan Dava dan Reina.


Lain halnya dengan agnia yang malah di panggil oleh atasannya setelah kejadian pemukulan di cafe tadi siang.


tok tok tok


Agnia mengetuk pintu atasannya setelah diberitahu jika dirinya diminta menghadap setelah bisa menguasai diri.


" masuk " jawab seseorang dari dalam, agnia pun perlahan memasuki ruangan atasannya dan duduk di hadapan atasannya meski masih terhalang meja kerja.


" saya tidak tau ada masalah apa kamu di rumah, tapi saya harap ini pertama dan terakhir kejadian seperti tadi terjadi di cafe saya " ucap atasannya sedangkan agnia hanya bisa menunduk meski jejak tangan Haikal masih dapat terlihat meski sedikit samar.


" saya minta maaf pak " ucap agnia karena hanya itu yang bisa iya ucapkan.


" baiklah, untuk hari ini kamu bisa pulang lebih awal dan kompres bekas tamparan itu di pipimu " ucap atasan agnia yang tentu saja membuat agnia mencoba menutupi pipinya yang tadi di tampar Haikal.


" terima kasih pak .. kalo begitu saya pamit " ucap agnia sambil undur diri dari hadapan atasannya.


" gimana Nia ?" tanya temannya setelah melihat agnia keluar dari ruangan atasannya.


" aman, hanya hari ini aku di beri izin pulang cepat " ucap agnia sambil mengambil tas dan bersiap pulang tapi sebelumnya menjemput putrinya Reina di rumah Dava.


Tak butuh waktu lama agnia sudah sampai di rumah Dava karena memang rumah dava tidak jauh dari cafe tempat agnia bekerja. agnia pun turun dari motornya dan berjalan masuk ke halaman rumah Dava.


" maaf dava nya ada ?" tanya agnia pada laki laki yang sedang duduk membelakanginya agnia, laki laki tersebut pun berbalik tapi siapa sangka jika keduanya malah melontarkan kata yang sama.


" anda ??


✍️✍️✍️ siapa kah kira kira yang agnia temui di rumah Dava...🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2