End Of Patience

End Of Patience
Meyakinkan Cahaya


__ADS_3

Saat masa lalu yang pernah membuat kita terpuruk kembali hadir dimasa kini membuat kita kembali takut akan hal yang sudah sangat lama kita kubur bahkan dengan sangat rapi.


Seperti itu yang kini di rasakan Bu cahaya dimana butuh waktu untuk nya melupakan luka yang pernah di torehkan Aditya padanya tapi dengan entengnya dia kembali dan menuntut haknya sebagai seorang ayah bagi putranya yang iya besarkan seorang diri.


" untuk apa kamu kembali ? Apa untuk kembali menghancurkan hati ku lagi ?" tanya Bu cahaya yang kini sudah berurai air mata.


" maaf jika kehadiranmu membuat kamu kembali terluka " ucap Aditya yang sebenarnya sama terlukanya dengan Bu cahaya yang harus menjauh dengan belahan jiwanya selama ini.


" tapi aku punya alasan kenapa aku meninggalkan mu saat itu " ucap Aditya yang mencoba memegang pundak cahaya.


" jangan pegang bunda ?" ucap Dava yang tak ingin Bundanya di pegang oleh sembarangan orang.


" Dava, om perlu bicara dengan bunda kamu apa boleh ?" tanya Aditya yang seperti nya harus menjelaskan semuanya dulu pada cahaya sebelum menjelaskan pada Dava putranya.


Dava melihat ke arah Bundanya yang menggeleng seolah tak mau mendengar penjelasan dari Aditya, tapi lain dengan sultan malah mengangguk menyetujui apa yang Aditya minta agar semuanya jelas.


" biarkan bunda sama om Aditya menyelesaikan masalah mereka baru setelah itu kamu bisa tanyakan apa yang mengganjal di hatimu " ucap sultan yang tau jika Dava ragu membiarkan Bu Danya bersama laki laki yang menurutnya asing.


" om janji jika memang bunda kamu tidak bisa memaafkan om, ini kali terakhir om menemui kamu dan bunda kamu " ucap Aditya meyakinkan Dava.


" om janji ? Karena laki laki itu yang di pegang adakah ucapannya " ucap Dava seperti apa yang di ajarkan bundanya padanya.


Aditya melihat ke arah cahaya dimana itu adalah kata kata Aditya saat menyakinkan cahaya dulu.


Jujur Aditya merasa tertampar dengan kata kata yang di ucapkan Dava karena dirinya sendiri pernah mengatakan kata kata yang sama tapi sayangnya dirinya tidak bisa menepati apa yang iya ucapkan pada cahaya.


" kali ini om janji " ucap Aditya penuh keyakinan, setelah Dava yakin jika memang laki laki di hadapannya bisa memegang kata katanya akhirnya Dava memilih masuk kedalam kamarnya sedangkan cahaya dan Aditya langsung menuju gajebo yang lalu bisa membuat hati cahaya dan Dava tenang.


Sultan Agnia dan Reina memilih menunggu di ruang keluarga yang tak jauh dari kamar Dava seolah menjaga Dava dari hal hal yang mungkin saja bisa terjadi.


" apa ini tempat yang membuat kamu tenang jika sedang memiliki masalah ?" tanya Aditya yang mendadak salah tingkah berada di satu tempat berdua dengan cahaya wanita yang selama ini iya cari.

__ADS_1


" iya.. " jawab singkat cahaya.


" kamu memang tidak pernah berubah sayang " ucap Aditya yang secara refleks memanggil kata sayang pada cahaya.


" kamu sudah tidak berhak memanggil ku dengan sebutan seperti itu " ucap cahaya yang sebenarnya sangat merindukan panggilan ini dari Aditya.


" maaf.. Aku pernah meninggalkan mu " ucap Aditya yang kini sudah berhasil meraih tangan cahaya tapi cahaya langsung menghempaskan genggaman tangan Aditya.


" saat itu mas kecelakaan " ucap Aditya yang akhirnya memberitahu sebab dirinya tiba tiba meninggalkan cahaya begitu lama.


" bohong ... " cahaya tidak percaya dengan alasan yang di berikan Aditya.


" Terserah kamu mau percaya atau tidak " ucap Aditya yang tau jika tidak akan mudah meyakinkan cahaya apalagi sudah lebih dari lima belas tahun dirinya menghilang tanpa kabar.


" tapi aku mengatakan yang sebenarnya " ucap Aditya sambil membuka kancing kemeja yang iya gunakan.


" apa yang kamu lakukan ?" tanya cahaya sambil menutup matanya tak ingin melihat apa yang di lakukan Aditya di hadapan nya.


Cahaya terpaksa membuka matanya setelah hatinya yakin jika Aditya tidak akan melakukan apapun padanya selain membuktikan apa yang dia ucapkan.


Cahaya menutup mulutnya yang hampir saja teriak saat melihat betapa banyak bekas jahitan luka operasi yang ada di area dada dan perut Aditya.


" apa yang terjadi padamu ?" tanya cahaya setelah bisa menguasai hatinya.


Aditya meraih tangan cahaya untuk bisa menyentuh setiap luka yang ada di dada nya.


" kamu ingat terakhir kita bertemu ? " tanya Aditya setelah menutup kembali kemeja yang iya gunakan.


" iya, cahaya tidak akan lupa karena di malam itu adalah malam dimana cahaya menyerahkan apa yang seharusnya tidak kita lakukan sebelum ikatan di antara kita benar benar terjalin " ucap cahaya kembali menyesali kebodohannya nya.


" jangan menyesalinya " ucap Aditya yang tau jika cahaya menyesali malam itu yang telah menghadirkan Dava dalam kehidupan cahaya dan Dava juga lah yang menjadi perekat hubungannya kini menurut Aditya.

__ADS_1


" itu sama saja kamu menyesali adanya Dava " tapi cahaya langsung menggeleng karena Dava lah satu satunya yang membuat cahaya kuat hingga saat ini.


" saat itu aku mengalami kecelakaan hebat yang membuat mobil yang aku tumpangi terperosok ke dalam jurang yang lumayan dalam " ucap Aditya menceritakan apa yang terjadi malam itu.


" tapi jika benar mas kecelakaan kenapa tidak ada yang memberitahu cahaya saat itu ?" tanya cahaya yang merasa jika cerita yang di jelaskan Aditya sedikit rancu.


" apa kamu lupa jika keluarga mas di luar kota dan saat itu hubungan kita masih backstreet dari keluarga mas " ucap Aditya yang memang saat itu hubungannya di tentang keluarga besar Aditya karena cahaya berasal dari keluarga yang sederhana.


" tapi kenapa baru kali ini mas datang mencari cahaya dan Dava ?" tanya cahaya.


" padahal enam bulan lalu saat kita bertemu mas bersikap biasa saja bahkan seperti tidak mengenali cahaya dan Dava " ucap cahaya yang masih belum percaya dengan apa yang di ceritakan Aditya padanya.


" butuh waktu bagi ku untuk mengingat kamu karena setelah kecelakaan itu aku kehilangan ingatan, dan keluarga ku juga membawa ku kembali ke kota asal " ucap Aditya apa adanya.


Jika di taman belakang Aditya masih berusaha meyakinkan cahaya, lain halnya dengan Reina yang tak tahan ingin melihat kondisi Dava yang malah mengurung diri di kamarnya.


" yah, ajak Dava keluar " ucap Reina yang mendadak tidak tenang.


" kamu lihat saja sana ke kamarnya " ucap sultan yang kini malah merebahkan kepalanya di atas pangkuan Agnia.


Seolah mendapat izin Reina pun mendorong pintu kamar Dava yang ternyata tidak di kunci.


" Dava..boleh Reina masuk " tanya Reina yang baru saja memasukan sedikit kepalanya di sela sela pintu kamar Dava.


" DAVA .. APA YANG KAMU LAKUKAN ??


✍️✍️✍️ apa yang sebenarnya di lakukan Dava hingga membuat Reina kaget seperti itu ? 🤔🤔 dan apa Aditya berhasil meyakinkan cahaya dan mendapat pengakuan dari Dava ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2