
Bukan maksud Agnia jual mahal pada pak sultan, tapi Agnia tidak percaya bukan pada pak Sultan tapi pada dirinya sendiri, apa bisa dia percaya pada pak sultan yang tidak akan melakukan apa yang Haikal lakukan padanya.
" maaf, tapi untuk saat ini saya masih belum bisa percaya pada laki laki dan mungkin perpisahan itu sangat membekas di hati saya" ucap Agnia yang tidak ingin memberikan harapan palsu pada pak sultan.
" bukan karena saya masih mencintai mantan suami saya, tapi saya ingin menikmati waktu saya bersama Reina dan saya hanya ingin membuktikan bahwa saya bisa hidup tanpa mantan suami dan finansial darinya " ucap Agnia yang membuat pak sultan semakin mengagumi kegigihan dan tekad Agnia yang kuat.
" tapi bolehkan jika saya datang berkunjung ke rumahmu, Saya tidak akan datang sendiri, saya akan datang bersama dava agar kamu tidak merasa canggung seperti sekarang "
Mendengar ucapan pak sultan tanpa di sadari pipi agnia memerah dengan senyum di bibirnya, Agnia hanya mengangguk memberi izin pada pak sultan.
" kita makan dulu ya, setelah itu kita pulang " ucap pak sultan memesan dua porsi makanan untuk mereka berdua.
Haikal yang berniat akan ke sekolah Reina pun tak sengaja melihat Agnia dan pak sultan di taman kota yang iya lewati.
" akhirnya kamu melakukannya juga Nia ?" ucap Haikal seperti seorang suami yang sedang terbakar cemburu melihat Agnia dan pak sultan makan siang bersama.
Prokk prokk prokk
Haikal yang tak tahan langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Agnia dan pak sultan bahkan Haikal bertepuk tangan melihat Agnia dengan laki laki lain.
" mas.. " Agnia tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suaminya di sini bersamaan dengan dirinya yang sedang makan siang disebuah taman.
" padahal baru saja satu bulan kamu dan mas berpisah, bahkan masa Iddah kamu saja masih belum selesai, sekarang kamu malah berada di sini dengan laki laki lain " ucap Haikal dengan nada yang penuh dengan kecemburuan pada Agnia dan sultan.
" apa hanya makan siang bersama bisa di sebut sebuah perselingkuhan ?" tanya Agnia yang masih tak habis pikir dengan jalan pikiran mantan suami nya.
Ingin sekali pak Sultan meninju wajah Haikal yang selalu saja berpikir yang tidak tidak pada Agnia.
" apa yang ada di pikiran anda itu hanya hal buruk tentang Agnia saja ?" tanya pak sultan yang tidak suka terhadap Haikal.
" tidak usah ikut campur dengan urusan saya dan Agnia " ucap Haikal yang tidak suka mendengar ucapan sultan.
__ADS_1
" itu akan menjadi urusan saya jika anda terus mengusik Agnia " ucap sultan.
" memang anda siapa nya agnia hah ?" tanya Haikal semakin emosi.
" SUDAH CUKUP " teriak Agnia yang langsung membuat Haikal dan sultan langsung terdiam.
" mas harus ingat jika sekarang agnia bukan lagi istri mas yang bisa mas atur dan bentak sesuka hati " ucap Agnia yang sudah berdiri dari duduknya bahkan tatapan Agnia hanya ada tatapan kekecewaan terhadap mantan suaminya.
" tapi kamu masih dalam masa Iddah pernikahan kita " ucap Haikal yang masih belum mau menyerah.
" bahkan mas sengaja membiarkan Reina ikut bersama dengan kamu karena mas yakin jika Reina pasti bahagia sama kamu ,tapi sepertinya mas salah sudah membiarkan Reina bersama dengan wanita yang mudah tergoda setelah perpisahan "
" MAS.. "
PLAKKK agnia tidak menyangka Haikal akan mengatakan hal itu padanya, bahkan dari setiap perkataan Haikal ini adalah perkataan yang sangat benar benar menyakiti Agnia.
Tanpa banyak bicara Agnia pun pergi meninggalkan kedua pria itu, tapi sultan langsung mengejar Agnia dan berhasil menghentikan Agnia yang sudah meneteskan air matanya.
Grepp
" kamu tau kenapa aku ingin sekali menikahimu secepat nya ?" tanya pak sultan saat masih memeluk Agnia meski mereka berada di tempat umum, Agnia hanya menggeleng sambil menenggelamkan wajahnya di dada sultan.
" agar aku bisa melindungi kamu dan Reina dari laki laki pecundang seperti dia " ucap pak sultan sambil melihat ke arah Haikal yang sudah berada tak jauh dari mereka.
" hei lepas kan agnia " Haikal semakin tak rela Agnia di peluk oleh sultan tepat di hadapan nya, bahkan Agnia tak terlihat menolak pelukan sultan.
" AGNIA, MAS BILANG LEPAS DAN JAUHI DIA" ucap Haikal semakin kasar dan tak terkendali.
" sekarang kamu bisa lihat kan bagaimana Agnia setelah lepas dari kamu ?" ucap savitri yang tiba tiba saja ada di antara mereka.
" kamu selalu membandingkan aku dengan agnia, tapi apa sekarang !! Masa Iddah nya saja belum selesai dia sudah memeluk laki laki lain didepan umum " ucap savitri semakin menyiram bensin di luka hati Haikal.
__ADS_1
Tapi tanpa di duga Agnia terkulai lemas di dalam pelukan sultan.
" agnia.. Nia.. Bangun.." ucap sultan sambil memegang agnia dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri berusaha membangunkan Agnia dengan menepuk nepuk pipi Agnia.
" PUAS KALIAN BERDUA ??" bentak pak sultan sambil menggendong Agnia meninggalkan mereka berdua yang terdiam melihat kepergian sultan yang menggendong Agnia.
Haikal pun memilih pergi meninggalkan savitri yang entah datang untuk apa taman kota.
" apa setelah melihat itu semua kamu masih akan membanggakan Agnia di hadapan ku nanti " ucap Savitri yang juga pergi meninggalkan tempat tersebut.
Pak sultan merebahkan tubuh Agnia di kursi depan mobilnya dan mencoba menyadarkan Agnia dengan memberikan minyak kayu putih ke hidung Agnia yang selalu ada di kotak p3k yang ada dalam mobilnya.
" agnia.. Nia.. Sadar lah " ucap sultan sambil menepuk nepuk pipi Agnia dan tak lama Agnia pun tersadar dri pingsannya dan melihat jika kini dirinya sudah ada di dalam mobil sultan.
" maaf.. " hanya itu yang bisa Agnia ucapkan tanpa tau apa arti kata maaf yang Agnia lontarkan.
" sudah lah jangan di bahas, apa ada yang sakit ? atau kita ke rumah sakit ya untuk memeriksa kondisi kamu saat ini " ucap Sultan yang terlihat khawatir dengan kondisi Agnia yang terlihat pucat.
" saya hanya ingin pulang " ucap Agnia mencoba turun dari mobil sultan.
" aku antar dan aku tak mau ada penolakan untuk saat ini " ucap sultan yang tak tega melihat Agnia pulang seorang diri terlebih menggunakan motor.
" saya baik baik saja, dan saya juga harus membawa motor saya pulang " ucap Agnia masih berusaha turun meski terhalang tubuh tegap sultan.
" jika yang kamu pikirkan motor, kamu tidak perlu khawatir saya yang akan mengurus motor kamu agar sampai ke rumah tapi kamu tetap pulang bersama saya naik mobil "
" dan mulai saat ini kamu jadi milik saya titik no debat...
✍️✍️✍️ aih.. Mantap gentle nya... Aku suka.. Aku suka..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹