End Of Patience

End Of Patience
Penyesalan Nabila


__ADS_3

Mungkin akan lain ceritanya jika alan tau sejak dulu jika dirinya bukan lah anak kandung dari sultan, laki laki yang iya kenal sebagai seorang ayah yang sangat baik bahkan rela memberikan apapun yang iya butuhkan selama ini tanpa pamrih.


Tapi kini kepercayaan nya telah di hancurkan oleh ibunya sendiri yang telah memberitahu kan kebenarannya karena ancaman dari seorang laki laki.


" NGGA ALAN HANYA ANAKKU " ucap Nabila yang sangat takut Alan meninggalkan nya jika sampai Alan tau yang sebenarnya.


" NGGA ALAN NGGA MAU " teriak Alan yang kini benar benar terluka dan kecewa.


" mba, saya mohon berikan Alan waktu " ucap Agnia yang tak tega melihat Alan yang begitu terpukul atas kenyataan dirinya.


" saya janji akan membuat Alan mengerti bukan ingin merebut Alan dari mba " ucap Agnia mencoba meyakinkan Nabila yang juga terlihat sedih dengan semua rahasia yang sudah terbongkar.


" puas kamu ?" tanya Nabila pada Arsy yang masih berdiri tak jauh dari mereka.


" apa sekarang kamu sudah puas, setelah membuat ku mengkhianati mas sultan dan sekarang membuatku kehilangan putraku satu satunya, lalu setelah ini apa ?" tanya Nabila penuh dengan kemarahan dan air mata yang tak terbendung lagi.


" apa sekarang kamu akan benar benar menjual ku karena sudah tak membutuhkan ku sebagai pion mu untuk menguras harta mas sultan " ucap Nabila yang hanya ingin mengungkapkan semuanya karena kini sudah tidak ada lagi yang Tersisa dalam hidupnya.


Sultan tidak pernah menyangka jika akar dari semua masalah dalam rumah tangganya dan hidupnya berasal dari harta yang iya miliki, tapi yang lebih membuatnya kecewa adalah istrinya sendiri yang menjadi pion untuk semua kebusukan yang di lakukan sahabatnya.


" apa begitu penting harta yang ku punya untuk kalian ? " tanya Sultan yang mengarah pada Nabila dan juga Arsy.


" ya.. Itu sangat penting untuk ku melebihi persahabatan kita selama ini " ucap Arsy yang akhirnya angkat bicara.


" aku muak menjadi sahabat yang tak pernah di hargai jerih payah dan usahanya di perusahan mu " ucap Arsy mengeluarkan apa yang selama ini iya pendam.


" tapi kamu yang mengendalikan perusahan sedangkan aku menjalani profesi yang aku junjung tinggi " ucap sultan yang sebenarnya seorang abdi negara berpangkat kapten tapi iya jug bukan lah orang sembarangan.


Meski sultan hanyalah Abdi negara berpangkat kapten tapi sultan memiliki perusahaan yang iya percayakan pada Arsy sebagai sahabat yang sangat iya percaya tapi karena ketamakan dan rasa iri di hati Arsy membuat nya tega menghancurkan rumah tangga sultan dengan sengaja menggoda Nabila.

__ADS_1


" mas, sudah.. Kita tidak akan bisa mengendalikan orang yang sudah di buatkan oleh rasa iri dan dengki " ucap Agnia Menyadarkan suaminya yang mulai terbawa emosi.


" kamu benar sayang " ucap sultan yang kini perhatian nya kembali pada Alan yang masih terlihat terpukul dengan kenyataan yang baru iya ketahui.


" Alan, ayah mau pulang " Alan yang mendengar suara ayah yang kini bukan ayah kandungan lagi pun menatap penuh rasa sedih.


" boleh Alan ikut ayah ?" tanya Alan tanpa ingin menatap ke arah Nabila yang tak percaya putranya akan meninggalkan dirinya.


" apa Alan sudah tidak ingin tinggal sama mama lagi ?" tanya Nabila berharap Alan merubah pikiran nya.


Alan hanya menggeleng tanpa ingin melihat ke arah Nabila ibunya.


" mba..saya mohon, beri Alan waktu untuk bisa menerima semua kenyataan yang saya yakin tidak mudah di terima oleh Alan " ucap Agnia kembali memohon pada Nabila.


" jika kamu masih menghargai mas, biarkan Alan ikut dengan mas untuk sementara waktu" ucap sultan tapi tak lama iya teringat ucapan Nabila yang hendak di Jual oleh arsy.


" jika sampai kamu benar benar menjual Nabila, maka kamu akan berhadapan langsung dengan ku " ucap sultan dn tak lama Sultan pun memilih meninggalkan ruang tersebut di ikuti Agnia yang merangkul Alan yang terlihat masih terpukul.


Nabila hanya bisa berurai airmata melihat Alan yang kini sudah benar benar pergi darinya dan entah kapan Alan akan kembali ke sisinya.


" ini semua salah mu " ucap Nabila yang kini sudah berdiri di hadapan Arsy sambil memukul-mukul dada Arsy yang juga masih berada di ruangan itu.


" kamu yang iri akan keberhasilan mas sultan tapi aku yang jadi korban " ucap Nabila masih terus memukuli Arsy tapi Arsy langsung menggenggam pergelangan tangan Nabila agar tidak terus memukulinya.


" kamu juga salah, kamu wanita yang tidak setia dan tak cukup hanya dengan satu batang " ucap Arsy sambil menghempaskan tangan Nabila yang tentu saja membuat Nabila jatuh tersungkur tepat di hadapan Arsy.


" dan mulai sekarang aku sudah tidak membutuhkan mu lagi dan karena aku puas melihat sultan yang terlihat hancur maka aku akan membiarkan mu hidup dan aku tidak akan menjual mu pada laki laki tua yang pasti tak akan bisa memuaskan mu " ucap Arsy tanpa perasaan.


Karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif membuat Agnia meminta sultan untuk menunda rencana nya yang ingin memiliki moment yang indah untuk malam pertama mereka.

__ADS_1


" mas kita pulang saja, dan nanti Agnia juga akan menghubungi Dava agar mengantarkan Reina ke rumah kita " ucap Agnia sambil melihat Alan yang masih termenung di kursi belakang mobil mereka.


" kamu benar sayang, kita atur waktu lagi untuk bulan madu kita " ucap Sultan yang langsung setuju tanpa pikir panjang.


Agnia pun langsung menghubungi putrinya yang akan menginap di rumah Dava karen tidak ingin mengganggu ayah dan bundanya.


" maaf karena Alan kalian tidak jadi pergi berdua " ucap Alan dengan suara yang terdengar lemah di telinga Agnia dan juga sultan.


" jangan berpikir macam-macam karena mulai saat ini kamu juga bagian dari keluarga kami " ucap Agnia sambil melihat ke arah sultan yang langsung mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan Agnia istrinya.


" bunda kamu benar sayang, kamu adalah bagian dari keluarga ayah mulai saat ini " ucap sultan yang masih fokus pada kemudi mobil karena tak lama mobil yang di kemudikan sultan kini sudah sampai di halaman rumah mereka.


" halo sayang " ucap Agnia yang memang masih mencoba a menghubungi Reina dan baru sekarang di angkat oleh Reina.


" iya Bun, bunda dimana ?" tanya Reina yang saat ini sedang berada di ruang keluarga bersama Dava dan juga Bu cahaya.


" bunda di rumah yang pernah ayah sultan ajak " ucap Agnia yang kini sudah memasuki rumah nya bersama sultan.


" loh.. Reina kira bunda mau honey moon "


" ada Alan di sini dan bunda mau kamu dan Dava juga ke sini ya, hibur Alan "


✍️✍️✍️ berapapun usia pernikahan akan selalu ada masalah dalam perjalanan rumah tangga itu, tinggal bagaimana kita menyikapi dan juga menghadapi semuanya.


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2