
Andai ini terjadi enam belas tahun lalu disaat mereka memperjuangkan semuanya, sebelum Aditya nekad menghamili cahaya demi mendapat restu dari Bu Milka dan sebelum kecelakaan yang membuatnya berpisah begitu lama dengan Aditya mungkin akan dengan mudah cahaya menerima pinangan yang di tawarkan Bu Milka untuknya.
Tapi kini semuanya terasa sia sia meski rasa cinta itu masih ada tapi rasa sakit dan kecewanya jauh lebih dalam di banding rasa cintanya untuk Aditya kini, ditambah selama ini dirinya yakin jika Dava tidak kekurangan kasih sayang dari sosok ayah karena ada sultan meskipun sultan hanya paman tapi dia memperlakukan Dava seperti anaknya sendiri.
" Bun.. Katakan sesuatu, apa bunda tidak bahagia" tanya Dava karena cahaya masih saja bergeming dengan semua yang terjadi bahkan pertanyaan dari Aditya pun tidak di jawab oleh bundanya.
" sayang.. Kamu bahagia kan ? Ini kan yang selama ini kita inginkan " ucap Aditya yang mulai khawatir jika cahaya kini sudah tak mencintai nya seperti dulu lagi.
" apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi ? Apa ada laki laki yang sudah menggantikan posisiku di hatimu selama lima belas tahun ini ?" tanya Aditya dengan nada yang mulai sedikit meninggi.
" kamu tidak perlu khawatir dit, cahaya pasti akan kembali padamu " ucap Bu Milka penuh keyakinan, tapi siapa sangka suara Bu Milka dan ucapan Bu Milka menyadarkan cahaya dari lamunannya.
" kenapa anda yakin saya akan menerima pinangan anda " ucap cahaya sambil membuka cincin yang di sematkan Bu Milka di jari manisnya dan meletakkannya di atas meja di hadapan semua orang.
Sultan dan Dava hanya bisa melihat apa yang akan Cahaya putuskan untuk hidupnya karena mulai saat ini cahaya juga berhak bahagia dan jika memang menurut cahaya Aditya memang bukan yang terbaik maka mereka akan tetap mendukungnya apapun itu.
" sayang.. Cahaya.. Kenapa kamu berbicara seperti itu ?" tanya Aditya yang semakin tidak tenang setelah mendengar apa yang di sampaikan cahaya pada ibunya.
" lalu cahaya harus berbicara seperti apa ?" tanya cahaya sambil menatap ke arah Aditya laki laki yang pernah iya cintai.
" apa cahaya harus menerima begitu saja apa yang ibu mas ucapkan dengan mudah ? Maaf cahaya tidak bisa dan cahaya tidak mau " ucap cahaya tegas.
" ingat apa yang ibu mas ucapkan dulu saat kita menghadap padanya berharap mendapat restu dari ibu mas ?" tanya cahaya yang masih mengingat jelas setiap kata yang terasa menghujam jantungnya setiap kali cahaya mengingatnya.
" tapi itu dulu, sekarang ibu sudah merestui kita " ucap Aditya yang masih mencoba merubah keputusan cahaya.
" ngga mas " cahaya menggeleng dan Dava bisa melihat keyakinan yang ibunya miliki dari setiap kata yang di ucapkan ibunya.
" ibu mas terpaksa menerima cahaya dan Dava " kali ini Aditya yang menggeleng sambil melihat ke arah cahaya dan Dava.
__ADS_1
" jika memang ibu mas menerima kami apa adanya dari awal beliau datang, tidak akan ada kata kata yang menyakitkan dan meragukan kami terutama Dava " ucap cahaya.
" sekali lagi saya minta maaf, saya tidak bisa menerima pinangan ibu untuk mas Aditya "
" dan jika mas Aditya ingin bertemu dengan Dava, cahaya tidak akan melarang atau menghalangi tapi untuk kembali bersama maaf cahaya tidak bisa " ucap cahaya yakin.
Jujur Aditya kecewa dengan keputusan yang di berikan cahaya padanya, tapi Aditya bisa memaklumi kenapa cahaya sampai memutuskan seperti itu.
" baiklah, tapi mas akan tetap berjuang untuk bisa mendapatkan kamu lagi dan mendapat restu dan pengakuan dari Dava jika aku adalah ayahnya " ucap Aditya.
" ternyata kamu itu hanya wanita sombong dan sok jual mahal " ucap Bu Milka yang tersinggung dengan semua ucapan cahaya.
Setelah mengatakan itu Bu Milka pun bangkit dari duduknya lalu menatap ke arah putranya yang terlihat jelas kecewa meski mencoba menerima keputusan yang di ambil cahaya.
" ayo dit kita pulang " ucap Bu Milka tanpa melihat lagi ke arah cahaya maupun Dava.
" tunggu " Dava yang dari tadi hanya mendengarkan kini angkat bicara sebelum Bu Milka benar benar keluar dari rumah nya.
" nyonya meninggalkan sesuatu " ucap Dava sambil memberikan cincin yang tadi di lepaskan bundanya dan meletakkan di atas meja.
" saya janji pada nyonya, saya tidak memerlukan putra anda untuk mengakui saya sebagai putranya karena selama ini pun bunda mampu menghidupi saya dan mendidik saya hingga sebesar ini " ucap Dava yang benar benar di luar prediksi dari semua yang ada di sana.
" saya akan membahagiakan bunda saya, hingga bunda saya lupa pernah di sakiti dan di lupakan oleh nyonya dan pak Aditya " ucap Dava penuh keyakinan.
Setelah mendengar itu Aditya pun langsung menarik tangan ibunya yang malah semakin membuat runyam semua yang sudah iya rencanakan selama sebulan ini.
" kak, apa kakak baik baik saja ?" tanya sultan yang melihat jika kakaknya tidak baik baik saja.
" kakak baik tapi sepertinya Dava yang paling terluka di sini " ucap cahaya yang masih terdengar oleh Dava.
__ADS_1
" Dava baik Bu "
" Dava hanya ingin jika pak Aditya ingin kembali harus bisa meyakinkan ibunya dulu untuk mau menerima ibu dengan ikhlas bukan karena paksaan pak Aditya " sultan pun menepuk pundak Dava yang ternyata bisa bersikap dewasa pada tempatnya.
" baiklah, sultan pulang dulu, Agnia pasti sudah menunggu " ucap sultan yang kini sudah merindukan istrinya yang kini sedang mengandung buah cintanya.
" jaga baik baik Agnia dan calon anak kalian " ucap Bu cahaya saat mengantar sultan menuju mobilnya.
" iya, kakak juga harus baik baik saja dan coba beri pengertian pada Dava agar bisa menghormati ayah nya meski dalam keadaan kecewa sekalipun " ucap sultan yang langsung dapat anggukan dari cahaya
Sultan pun pergi meninggalkan kakak dan keponakan nya karena kini dirinya pun memiliki keluarga nya sendiri yang juga harus di perhatikan dan di lindungi.
" sayang.. Mas pulang " ucap sultan yang langsung masuk setelah membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang iya miliki.
" mas " Agnia yang baru saja dari dapur untuk mengambil minum pun langsung berjalan menghampiri sultan yang berdiri tak jauh dari nya.
" apa anak anak mas baik baik saja di dalam " ucap sultan sambil membelai perut Agnia yang sudah sedikit membuncit.
" kami baik ayah tapi kami kangen sama ayah " ucap Agnia menirukan suara anak kecil mengibaratkan dirinya anak anak sultan.
Sultan pun melihat ke arah Agnia yang kini pipinya sudah bersemu merah dan tanpa banyak bicara sultan langsung menggendong agnia ala bridal style menuju kamarnya.
" yang kangen anak anak ayah atau bundanya ?"
✍️✍️✍️ Agnia sultan udah happy ending, cahaya sudah dengan keputusan nya, Haikal sudah dengan penyesalannya, Nabila sedang menikmati buah dari niat jahatnya, tinggal siapa yang belum selesai ?? 🤔🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘