End Of Patience

End Of Patience
Khawatir


__ADS_3

" saya suster di rumah sakit dimana pemilik handphone ini di rawat " ucap suster tersebut menjelaskan.


Reina tak pernah berpikir bahkan terbayang pun tidak akan mendapat kabar jika bundanya kini sedang di rumah sakit tanpa Reina tau apa yang sebenarnya terjadi.


" bunda " Reina terduduk di teras rumah dan dengan sigap Dava menahan tubuh Reina dan langsung mengambil alih handphone Reina agar tau apa yang sebenarnya terjadi.


" halo, bisa di ulang apa yang yang terjadi pada pemilik handphone ini " ucap Dava sambil terus melihat ke arah Reina yang terlihat sangat terpukul.


" pemilik handphone ini mengalami kecelakaan laka lantas dan sekarang pasien sedang dalam penanganan rumah sakit sehat" ucap suster menjelaskan.


" baik kami segera ke sana " ucap Dava sambil menutup sambungan telepon nya dan menyimpan handphone Reina didalam tasnya karena Reina benar benar tidak bisa mengontrol emosinya saat ini.


Dava langsung mengeluarkan handphone nya karena tidak mungkin dirinya bisa menangani ini semua bahkan umurnya saja baru mau menginjak enam belas tahun.


" halo om, om dimana ?" tanya Dava setelah sambungan telepon nya tersambung dengan om sultan orang yang sangat bisa Dava andalkan.


" om baru saja sampai rumah,memang ada apa ?" tanya pak sultan saat mendengar nada suara Dava yang tak baik baik saja.


" om bisa datang ke rumah Bunda Reina ngga sekarang tapi bawa mobil ya " ucap Dava memerintah.


" memang nya ada apa, jelaskan sama om biar om ngga bingung " ucap pak sultan yang memang memilih jalan yang berbeda jadi tidak tau tentang kecelakaan yang tadi terjadi.


" Bunda agnia kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit " ucap Dava singkat.


Setelah mendengar penjelasan Dava, pak sultan pun langsung menutup sambungan telepon nya dan mengambil kunci mobil.


" bukannya kamu baru saja sampai, sekarang mau ke mana lagi ?" tanya Bu cahaya pada pak sultan.


" agnia kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit " ucap pak Sultan yang terlihat sangat khawatir pada Agnia.


" lalu dimana Reina ?" tanya Bu cahaya yang tak hanya khawatir pada Agnia tapi juga pada Reina Sabahat putranya.


" entah lah,tadi Dava yang telpon dan meminta sultan membawa mobil ke rumah agnia " ucap pak sultan yang baru saja selesai menggunakan jaket andalan nya.


" kakak ikut " ucap Bu cahaya tanpa menunggu persetujuan pak sultan, dan kini keduanya pun menuju rumah Agnia untuk menjemput Dava dan juga Reina seperti nya.

__ADS_1


" apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Bu cahaya yang kini sudah duduk disamping pak sultan.


" nanti sultan jelaskan " ucap pak sultan karena mereka baru saja sampai di depan rumah Agnia dimana Reina masih saja terduduk di teras sambil bersandar ke pundak Dava sahabat nya.


" dav kita kerumah sakit sekarang " ucap pak sultan yang baru saja turun dan menghampiri Dava yang masih berusaha menenangkan Reina.


" iya om, tapi Dava bawa motor biar Reina yang naik mobil om saja " ucap Dava yang tidak mungkin meninggalkan motornya di depan rumah Agnia.


" ayo Reina, mungkin bunda kamu sedang membutuhkan kamu sayang " ucap Bu cahaya sambil menuntun Reina yang terlihat tak bertenaga.


" Bun.. Bunda Reina ngga akan kenapa Napa kan ?" tanya Reina yang kini sudah duduk didalam mobil bersandar pada Bu cahaya.


" kita berdoa saja tapi Reina harus yakin kalo bunda agnia wanita yang kuat yang tidak akan mungkin mudah menyerah dalam hidupnya " ucap Bu cahaya meski dirinya pun tak tau apa yang terjadi pada agnia.


" kakak benar Reina, bunda kamu pasti baik baik saja " ucap pak sultan menimpali, sedangkan Dava mengikuti semuanya dari belakang menggunakan motornya.


Dan tak butuh waktu lama kini Reina Dava Bu cahaya dan juga pak Sultan kini sudah ada di depan ruang tindakan dimana agnia berada untuk mendapatkan penanganan dari dokter.


" keluarga pasien tabrak lari ?" tanya salah satu warga yang tak sengaja melihat kecelakaan tersebut.


" apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Reina penasaran.


" intinya Bunda anda mengalami tabrak lari, bahkan kami tak sempat mengingat plat nomor mobil yang menabrak bunda anda " ucap salah satu warga yang ikut menemani agnia sampai di rumah sakit.


" tapi jika di lihat saat kejadian tadi seperti nya kecelakaan itu memang di sengaja " ucap salah satu warga.


" lalu kondisi bunda bagaimana ?" tanya reina tak sabar tapi orang yang di tanya oleh Reina hanya bisa menggeleng karena mereka pun tak tau kondisi pasien saat ini.


Tak lama dokter yang menangani Agnia baru saja keluar dari ruang tindakan yang langsung di hampiri oleh Reina dan yang lainnya.


" bagaimana kondisi bunda saya dok " ucap Reina dengan hati yang tidak menentu sedangkan Bu cahaya hanya bisa merangkul pundak Reina agar Reina kuat menerima apapun kondisi Agnia saat ini.


" pasien mengalami patah kaki dan ada beberapa bagian tubuh yang juga terluka cukup parah dan sampai saat ini pasien masih belum sadarkan diri " ucap dokter apa adanya.


Mendengar kondisi bunda nya yang seperti itu membuat Reina limbung dan akhirnya tak sadarkan diri.

__ADS_1


" sultan tolong " ucap Bu cahaya yang tak kuat menyangga tubuh Reina dengan sigap pak sultan langsung mengambil alih tubuh Reina dan kebetulan dokter mengijinkan Reina untuk di baringkan di ranjang samping agnia yang masih belum sadarkan diri.


" bunda Reina ngga akan kenapa Napa kan Bun ?" tanya Dava yang ikut khawatir dengan kondisi Agnia.


" kita berdoa saja, oh iya kmu tau handphone Reina dimana ?" tanya Bu cahaya, tanpa banyak bicara dav langsung mengeluarkan handphone Reina dari dalam tasnya.


" ini bun, tapi memang untuk apa handphone Reina ?" tanya Dava tapi sambil menyerahkan handphone Reina ke tangan sang bunda.


" kita tetap harus menghubungi ayahnya Reina karena bagaimana pun ayahnya Reina berhak tau kondisi istrinya " ucap Bu cahaya sambil mencari nomor handphone ayahnya Reina.


Mendengar ucapan kakaknya membuat pak sultan sadar posisinya saat ini, bagaimana pun khawatir nya dirinya pada Agnia tapi ada yang lebih berhak atas Agnia lebih dari dirinya.


" halo " ucap Bu cahaya saat sambungan telepon nya di angkat oleh Haikal.


" halo, ini siapa dan kemana Reina ?" tanya Haikal saat mendengar suara yang asing dari nomor handphone putrinya.


" saya Bu cahaya ibu dari Dava sahabat Reina" ucap bi cahaya menjelaskan siapa dirinya pada Haikal.


" iya, lalu dimana Reina ? apa Reina baik baik saja ?" tanya Haikal saat mengingat pertemuan terakhir nya dengan Reina di warung bakso tadi sore.


" Reina baik baik saja tapi Bu Agnia yang tidak baik baik saja " ucap Bu cahaya menjelaskan secara perlahan.


Deg


Jantung Haikal berdetak tak karuan saat mendengar Agnia tidak baik baik saja.


" ada apa dengan Agnia ? katakan..


✍️✍️✍️ apa yang sebenarnya terjadi pada Agnia dan apa yang Haikal lakukan saat tau kondisi Agnia nanti ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2