End Of Patience

End Of Patience
Sekilas Cerita tentang Dava


__ADS_3

Satu tahun lalu saat Dava hendak pulang ke kota dimana Agnia Reina dan sultan tinggal, Dava tiba tiba tak sadarkan diri yang tentu saja membuat cahaya dan Aditya panik.


" Dava kamu kenapa nak ? " ucap cahaya yang terlihat sangat panik karena baru kali ini Dava mengalami hal ini.


" yah... Ayah .. Dava kenapa yah ?" teriak cahaya memanggil suaminya Aditya.


Aditya yang mendengar suara panik cahaya langsung berlari ke arah cahaya dan ternyata cahaya sedang memangku kepala Dava yang tergeletak di lantai ruang makan rumah mereka.


" apa yang terjadi sama Dava ?" tanya Aditya yang langsung mengambil alih tubuh Dava yang langsung di angkat ke ruang keluarga dan meletakan Dava di sofa agar Dava bisa segera mendapatkan pertolongan pertama.


Dengan cekatan cahaya langsung mengambil kayu putih dan mendekatkan ke hidung Dava, tapi hingga sepuluh menit berlalu Dava masih belum sadarkan diri.


Dalam kepanikan Aditya langsung membawa Dava ke rumah sakit bahkan cahaya sudah tidak bisa membendung air matanya sambil mengikuti suaminya yang membawa Dava kedalam mobil untuk pergi ke rumah sakit.


" mas Dava akan baik baik saja kan ?" tanya cahaya yang semakin takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Dava putranya.


" percayakah Dava pasti akan kembali sehat " ucap Aditya yang sebenarnya sama takutnya dengan cahaya tapi Aditya harus bisa kuat agar cahaya tidak kehilangan sandaran dalam keadaan seperti ini.


Tak butuh waktu lama mobil yang di kemudikan Aditya baru sampai di halaman rumah sakit, cahaya yang langsung membuka kaca mobilnya membuat bantuan security agar bisa membantunya membawa Dava.


" pak tolong brangkar rumah sakit " ucap cahaya saat security yang iya panggil sudah mendekat padanya.


Security pun memanggil perawat untuk bisa membantunya memindahkan Dava dan langsung mendorong nya menuju ruang UGD agar Dava bisa segera mendapat penanganan.


kepanikan terlihat jelas di wajah cahaya yang langsung memeluk Aditya agar hatinya bisa lebih tenang, jujur Aditya juga sama takut dan khawatir nya dengan cahaya tapi Aditya berusaha kuat demi cahaya dan Dava yang pastinya.


Hampir dua jam Dava di periksa oleh dokter, bahkan Dava sampai melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi karena sampai saat ini Dava masih setia memejamkan matanya.


" Dok bagaimana kondisi putra saya ?" tanya cahaya saat dokter keluar dari ruang tindakan dimana Dava melakukan pemeriksaan.


" kita harus menunggu hasil pemeriksaan, tapi menurut analisa saya jika Dava mengidap tumor otak " ucap dokter yang membuat cahaya memundurkan langkahnya karena tak menyangka jika Dava bisa menderita penyakit seperti itu.

__ADS_1


" tapi dok kenapa tiba tiba seperti itu ?" tanya Aditya yang merasa jika Dava tidak pernah mengeluhkan apapun baik padanya maupun pada istrinya.


" sebenarnya gejala itu mungkin sudah di rasakan oleh putra bapak dan ibu tapi mungkin iya pikir hanya sakit biasa yang nanti juga akan sembuh setelah meminum obat warung " ucap dokter yang memang terkadang sang pemilik tubuh tidak peka dengan perubahan yang di alami tubuhnya yang ternyata sudah memberikan respon terhadap penyakit yang sedang di derita.


" tapi kita harus menunggu hasilnya agar lebih pasti lagi dan pengobatan pun bisa maksimal jika kita tau sakit apa yang sebenarnya di derita oleh putra bapak dan ibu " ucap dokter menjelaskan.


" berdoa saja semoga jikapun anak bapak memang terkena tumor masih dalam tahap awal jadi kita bisa mengusahakan semaksimal mungkin.


Cahaya langsung menatap ke arah suaminya seolah meminta kekuatan dari apa yang mungkin saja di alami Dava putra mereka satu satunya.


" bunda harus tenang agar Dava juga kuat menghadapi semuanya " ucap Aditya berusaha kuat.


" Boleh saya melihat Dava ?" tanya cahaya yang ingin melihat kondisi Dava saat ini.


" tentu saja karena dukungan keluarga sangatlah penting bagi psikologi pasien " ucap dokter mempersilahkan cahaya dan Aditya memasuki ruangan dimana Dava masih setia memejamkan matanya.


Cahaya dan Aditya kini sudah berdiri di samping Dava yang masih terbaring lemah dengan selang infus yang tertancap di pergelangan tangan nya, dan tak lama perlahan Dava membuka matanya dan itu membuat Aditya dan cahaya merasa cukup lega.


" Dava kenapa Bun ?" tanya Dava yang merasa bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.


" Dava tiba tiba tak sadarkan diri dan sekarang kita sedang berada di rumah sakit " ucap Aditya menjelaskan agar Dava tidak terlalu banyak berpikir.


" tapi Dava ngga.. Auhhh " Dava tiba tiba merasakan sakit yang luar biasa di dalam kepalanya yang tentu saja membuat cahaya dan Aditya menjadi sangat panik dan dengan sigap Aditya memencet tombol emergency yang tentu saja membuat dokter dan suster berdatangan ke ruangan Dava.


Cahaya dan Aditya hanya bisa saling memeluk di sudut ruangan sambil melihat Dava yang sedang di berikan pertolongan pertama oleh dokter.


" mas .. Tolong Dava.. Cahaya ngga mau kehilangan Dava " ucap cahaya yang sudah tak bisa menahan air matanya.


" bunda harus kuat demi Dava "


" ayah janji akan melakukan apapun untuk Dava bahkan jika perlu kita akan membawa Dava keluar negeri agar bisa mendapatkan pengobatan yang maksimal " ucap Aditya yang juga tak ingin kehilangan putra satu satunya.

__ADS_1


" mas kita harus memberitahu sultan " ucap cahaya yang teringat jika sultan harus tau kondisi keponakan nya yang juga sangat di sayangi sultan.


" iya, tapi kita harus tunggu sampai Dava selesai menjalani pemeriksaan " ucap Aditya yang tak ingin membuat panik semua orang.


" mas benar " ucap cahaya yang kembali menyimpan handphone nya tapi matanya terus melihat ke arah Dava yang sudah mulai tenang setelah mendapat suntikan pereda nyeri dari dokter.


" bapak sama ibu bisa ke ruangan dokter karena hasil pemeriksaan pasien atas nama Dava sudah keluar " ucap suster yang tadi membantu dokter menangani Dava.


" baik sus, kami akan kesana nanti " ucap Aditya yang ingin melihat dulu kondisi Dava saat ini.


" ayo Bun kita bertemu dokter dulu agar kita bisa tau apa yang sebenarnya terjadi pada Dava putra kita " ucap Aditya setelah memastikan jika Dava kembali terlelap dalam tidurnya.


" apa tidak apa apa meninggalkan Dava di sini sendiri " ucap cahaya yang takut jika meninggalkan Dava sendirian.


" ngga papa Bu.. ingat jika kita harus selalu berpikir positif jika Dava akan akan baik baik saja, cahaya dan Aditya pun berjalan menuju ruang dokter meninggalkan Dava yang kembali tertidur karena pengaruh obat.


" siang dok, bagaimana kondisi Dava sebenarnya ?" tanya Aditya tak sabar setelah mereka berada di ruangan dokter.


" menurut hasil pemeriksaan dan hasil medical check up ternyata Dava mengidap tumor otak stadium awal " ucap dokter yang terlihat berat menyampaikan berita tersebut.


" apa dokter tidak salah waktu melakukan pengecekkan terhadap Dava ? Apa dokter tidak salah diagnosa ?


" tolong cek sekali lagi dok, Dava tidak mungkin memiliki penyakit seperti itu !!


✍️✍️✍️ jadi ini alasan Dava tidak menghubungi Reina selama ini 😭😭hayo siapa yang kemaren nebak kalo Dava punya pacar lagi...😅😅 apa yang akan terjadi jika Reina tau penyebab Dava tidak menghubunginya ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2