End Of Patience

End Of Patience
Tocix..


__ADS_3

Agnia yang tidak merasa melakukan apa yang di ucapkan Haikal pun kini mengangkat wajahnya penuh amarah.


" jaga ucapan mu mas " ucap agnia dengan suara tertahan karena agnia masih sadar dimana dirinya berada.


" apa karena pak sultan membela ku di restoran bisa di katakan perselingkuhan ?" tanya agnia tapi baru saja agnia ingin melanjutkan ucapannya dokter yang mengobati Reina pun keluar dari ruangan pemeriksaan.


" keluarga anak Reina ?" tanya dokter pada agnia, sedangkan agnia hanya mengangguk sambil berjalan mendekati dokter tersebut.


" beruntung kalian membawa Reina tepat waktu, jik tidak kami tidak tau apa yang akan terjadi pada Reina " ucap dokter tidak menjelaskan secara detail.


" tapi satu yang pasti jangan membuat Reina tertekan atau pun banyak pikiran " ucap dokter itu.


" lalu apa sekarang kami sudah bisa melihat Reina ?" tanya agnia yang ingin sekali melihat kondisi putrinya.


" bisa tapi saya harap anda semua bisa menjaga emosi Reina dan jangan buat Reina terlalu stres " ucap dokter yang tak lama pun pergi meninggalkan Agnia dan semuanya.


Agnia pun bersiap untuk masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi Reina, tapi di tahan oleh Haikal yang langsung mencekal lengan agnia dan membuat agnia langsung menatap ke arah suaminya kini.


" jika kamu masih ingin melihat Reina maka kamu harus kembali sama mas saat ini juga " ucap Haikal yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menekan agnia agar kembali padanya.


Agnia tidak percaya suami yang dulu iya cintai kini sudah tidak bisa iya kenali lagi bahkan cenderung egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan kebahagiaan dirinya dan juga Reina.


" baiklah.. kita tanya langsung pada Reina, apa dia ingin kedua orang tuanya bersama lagi atau Reina ingin orang tuanya berpisah " ucap agnia yang tak bisa memutuskan semuanya seorang diri.


" Bun.. " Dava yang ingin menghentikan bunda agnia pun di tahan oleh sultan


" jangan .. ini urusan rumah tangga keluarga Reina jadi kita tidak berhak ikut campur " ucap pak sultan


" tapi om.. Dava tau jika Reina juga tak ingin bundanya tertekan seperti itu " ucap Dava yang masih ingin menghentikan apa yang akan di putuskan bunda agnia.


" mba .. kalo begitu kami pulang dulu " pamit pak sultan pada agnia.


" terima kasih pak sultan dan untuk motor maaf saya titip dulu, nanti saya ambil jika kondisi Reina sudah baik baik saja " ucap agnia yang sebenarnya merasa malu masalah rumah tangganya harus di saksikan oleh orang lain.


" iya mba, dan jika nanti mba membutuhkan bantuan atau mungkin ada yang berniat melukai anda, jangan sungkan untuk minta tolong pada saya " ucap pak sultan sambil melihat ke arah Haikal yang sebenarnya merasa tersinggung dengan apa yang di ucapkan sultan pada agnia.

__ADS_1


sultan dan Dava pun kini sudah meninggalkan agnia bersama dengan Haikal, tapi jujur sebenarnya bukan hanya Dava yang khawatir tapi juga sultan yang berpikir jika tidak menutup kemungkinan jika haikal akan menggunakan kekerasan kedepannya.


" ayo.. biar kita tanya langsung pada Reina, apa yang sebenarnya reina inginkan " ucap Haikal yang lupa dengan pesan yang di berikan dokter padanya.


" mas.. apa kamu lupa dengan apa yang baru saja dokter ucapkan tentang Reina " ucap agnia yang masih mengingat jelas apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan Reina.


" jangan menjadikan sakitnya Reina sebagai alasan kamu untuk terus menghindari ku " ucap Haikal yang kini sudah menarik tangan agnia untuk masuk ke dalam ruang rawat Reina.


" agnia benar kal.. " ucap Bu Nina yang dari tadi hanya diam karena Bu Nina juga memikirkan kondisi Reina.


Tapi dengan egois Haikal terus menarik tangan agnia menuju ruangan Reina dimana kini Reina baru saja membuka mata.


" sayang.. " agnia langsung memeluk putrinya setelah berhasil lepas dari tangan Haikal sedangkan Bu Nina hanya menatap penuh haru atas sadar kembalinya Reina.


" Bun.. " Reina pun mencurahkan apa yang selama ini iya pendam dalam hati, setelah puas menumpahkan air mata nya Reina pun melepaskan pelukan bundanya tapi tatapan matanya mengarah pada ayahnya yang berdiri tak jauh dari nya.


" Reina bagaimana kondisi mu nak ?" tanya Haikal yang sudah ada di samping kiri Reina.


" baik yah.. " ucap Reina singkat bahkan tanpa melihat ke arah ayahnya.


" kenapa Bun.. apa Reina salah jika bicara seperti itu pada ayah ?" tanya Reina.


" tapi sayang.. bagaimana pun dia tetap ayah kamu " ucap agnia menyadarkan putrinya.


" ayah dan ibu sepakat untuk bersama " ucap Haikal yang malah membolak balik keadaan.


" mas.. kapan agnia bicara seperti itu " ucap agnia sambil melihat ke arah Haikal yang malah menjebak dirinya.


" apa itu benar Bun ?" tanya Reina yang tidak percaya begitu saja dengan apa yang di ucapkan ayahnya.


" maksud kamu ayah berbohong ?" tanya Haikal yang merasa jika Reina nya kini sudah besar dan tidak bisa di bohongi dengan mudah.


" sayang.. dengarkan bunda " ucap agnia yang mendudukkan diri di samping tempat tidur Reina.


" ayah ingin menanyakan keinginan kamu seperti apa " ucap agnia sambil menggenggam tngn Reina dan juga melihat ke arah mertuanya Bu Nina.

__ADS_1


" ayah ingin menanyakan apa yang kamu inginkan sayang " ucap agnia mencari kata yang pas untuk menyampaikan pada Reina.


" apa Bun ?" tanya Reina yang masih tetap tak ingin melihat ke arah ayahnya.


Tapi Haikal langsung mengucapkan secara langsung tanpa menunggu agnia yang masih memilah kata yang pas.


" ayah ingin tanya apa kamu ingin ayah dan bunda bersama lagi ?" tanya Haikal sambil melihat ke arah Reina yang kini sudah melihat ke arahnya.


Reina pun beralih pada agnia yang kini sedang menatap ke arah jendela ruangan seolah memasrahkan semuanya pada Reina.


" Bun.. ini kenapa ?" tanya Reina saat melihat samar samar pipi bundanya yang memerah.


" bukan apa apa " ucap agnia sambil menutupi pipinya dengan tangannya, tapi agnia salah karena menutupi nya membuat Reina semakin curiga dan malah menatap ke arah ayahnya.


" ayah kan yang melakukan itu sama bunda ?" tanya Reina yang tau jika Bunda nya kembali mengalami kekerasan.


" sayang.. " ucap agnia yang mencoba menutupi apa yang sudah Haikal lakukan padanya.


" Reina tidak mau ayah dan bunda bersama lagi " ucap Reina tanpa melihat ke arah ayahnya.


" Reina tidak mau memiliki ayah yang selalu kasar pada bunda " ucap Reina.


" Reina hanya ingin ayah Reina yang dulu " ucap Reina dengan derai airmata di pipi nya.


" ayah Reina yang dulu begitu lembut dan sangat menyayangi keluarga nya " ucap Reina yang sukses membuat agnia dan Bu Nina bersedih.


" tapi sayang ..Reina sudah kehilangan ayah Reina...


✍️✍️✍️ apa yang akan terjadi kedepannya dan apa Haikal bisa menerima keputusan Reina dan juga agnia ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2