
Nabila yang sudah tidak bisa berpikir jernih akhirnya memutuskan untuk memberitahukan semua kebenaran pada Alan.
" baiklah, mama akan memberitahu semuanya, tapi mama mohon telpon ayah mu agar bisa mendengarkan apa yang akan mama sampaikan " ucap Nabila yang kini sudah yakin sebelum hal buruk benar benar terjadi padanya karena Arsy yang benar benar membuktikan semua ancamannya.
" tapi mana mungkin ayah mau, apa lagi setelah apa yang mama lakukan tadi " ucap Alan yang sudah menghentikan kegiatan nya yang masih membereskan pakaian yang akan iya bawa.
" ya itu tugas kamu untuk meyakinkan ayah, dan mama janji kali ini mama tidak akan membuat masalah di hadapan ayah mu " ucap Nabilla.
Alan pun mulai mencoba menghubungi sultan berharap sultan masih mau mengangkat sambungan telepon darinya.
" ya Alan " ucap sultan saat sambungan telepon itu di angkat langsung oleh sultan atas saran dari Agnia.
" ayah.. Bisa kita bertemu sekarang ?" tanya Alan yang tau mungkin ayahnya akan menolak ajakannya saat ini.
Sultan yang sengaja me lostspeaker handphone nya agar Agnia bisa mendengar pun langsung melihat ke arah Agnia untuk meminta persetujuan nya.
" apa ini penting ?" tanya Agnia yang ikut angkat bicara karena tidak mau jika ini hanya jebakan mantan istri suaminya saja.
" Alan rasa ini sangat penting karena ini menyangkut rahasia Alan yang harus ayah ketahui " ucap Alan sambil melihat ke arah ibunya yang kini terlihat pucat pasi.
" apa harus saat ini, ayah sudah lumayan jauh dari rumah kalian " ucap Sultan yang sebenarnya sangat malas untuk kembali bertemu dengan Nabila mantan istrinya.
Mendengar sultan yang seperti enggan membuat Nabila mengulurkan tangannya pada Alan.
" biar mama yang bicara " ucap Nabila yang masih menunggu Alan menyerahkan handphone nya pada dirinya.
" mas.. Nabila mohon bisa kita bertemu sekarang " ucap Nabila yang terdengar serius oleh sultan dan juga Agnia.
" mba... Saya tau kamu mendengar semua ucapan saya, saya mohon kalian bisa datang ke rumah saya, karena saya tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu kalian siap bertemu dengan saya " ucap Nabila.
" baiklah kami kembali, tapi saya tidak mau kita datang ke rumah kalian " ucap Agnia mengambil alih pembicaraan Nabila dan suaminya.
__ADS_1
" baiklah dimana kalian ingin bertemu biar saya dan Alan yang datang ke sana " ucap Nabila tanpa pikir panjang lagi.
" kita bertemu di resto aries yang ada di jalan melati " ucap Agnia memutuskan dan langsung mendapat anggukan dari sultan.
" baiklah setengah jam lagi kita bertemu di sana " ucap Nabila dan tak lama sambungan telepon nya di tutup oleh Nabila dan langsung mengembalikan handphone nya pada Alan.
" apa mamah yakin jika kali ini mama tidak akan membuat ulah lagi ?" tanya Alan yang meragukan ibunya saat nanti kembali bertemu dengan ayahnya.
" mama janji tidak akan melakukan hal seperti tadi tapi kamu harus janji " ucap Nabila yang tidak ingin kehilangan satu satunya v
Cinta yang tersisa untuknya yaitu Alan.
" janji seperti apa ?" tanya Alan yang tak ingin terjebak oleh janji yang di buat ibunya.
" apapun yang terjadi kamu tidak akan pernah meninggalkan mama sepahit dan seburuk apapun kejujuran yang akan mama ucapkan " ucap Nabila sambil menggenggam tangan Alan.
" Alan tidak bisa berjanji sebelum tau apa yang sebenarnya di sembunyikan mama dari Alan dan juga ayah "
" baik lah.. " ucap Alan yang tak tega melihat wajah ibunya yang terlihat sedih.
Seperti halnya Haikal yang baru saja sampai di rumah yang lagi lagi di bantu oleh savitri saat menuju kamarnya.
" Haikal, Savitri, ibu mau bicara " ucap Bu Nina yang hanya ingin melihat rumah tangga putranya yang kedua tidak kembali gagal sebelum savitri dan Haikal masuk ke kamar mereka.
" ada apa Bu ? Apa ibu juga akan membahas nama untuk anak yang baru di lahirkan savitri ?" tanya Haikal yang mulai menebak apa yang ingin di bicarakan ibunya.
" kamu benar " ucap Bu Nina yang kini sudah duduk di kursi ruang keluarga rumahnya.
" Vi.. Kamu juga duduk di samping Haikal " ucap Bu Nina saat melihat savitri yang hanya berdiri di belakang Haikal sambil memegang kursi rodanya.
" Vi disini saja Bu, ibu langsung saja jangan memperdulikan dimana Vi duduk " ucap savitri yang masih berusaha meyakinkan Haikal jika kini dirinya sudah benar benar berubah.
__ADS_1
" baiklah " Bu Nina menghirup udara dan mencoba mengisi paru parunya yang terasa kosong.
" Haikal, mau sampai kapan kamu bersikap seolah tak menerima kehadiran putra kalian ?" ucap Bu Nina langsung.
" apa kamu tidak melihat kemiripan di antara kalian berdua ? Dan apa kamu tidak merasakan ikatan di antara kalian ?" tanya Bu Nina yang kasihan pada cucunya yang tidak di akui oleh ayahnya sendiri.
Haikal masih saja diam saat ibunya mengutarakan apa yang sebenarnya ingin sekali Haikal ingkari karena memang iya merasakan adanya ikatan batin pada anak nya tapi masih ada sedikit keraguan di hatinya.
" jika memang mas Haikal ingin menguji anak itu biarkan saja Bu " ucap savitri yang mulai Lelah mengejar Haikal yang terlihat masih enggan menerima dirinya dan anaknya.
" tapi mungkin setelah hasil itu keluar savitri dan Adam akan pergi dari sini agar mas Haikal bebas dari kami dan dari tanggung jawab yang membelenggu nya " ucap savitri yang langsung mengambil Adam anak yang baru saja iya beri nama saat itu juga dari pangkuan Bu Nina.
" Vi.. " Bu Nina mencoba menghentikan savitri yang terlihat mulai terbawa emosi karena Haikal yang masih saja diam bahkan tak menolak panggilan untuk putra mereka.
" Vi sudah lelah Bu, Vi pikir selama masa kehamilan bisa merubah mas Haikal agar bisa menyayangi anak yang Vi kandung " ucap savitri sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
" tapi sampai anak ini lahir, bahkan sudah satu Minggu anak ini lahir mas Haikal seolah enggan menatap Adam " ucap savitri sambil sesekali menarik nafasnya yang terasa berat.
" biar Vi yang mengurus anak ini, Vi masih sanggup untuk menjaga anak ini dan Vi juga pasti bisa memberikan kehidupan yang terbaik untuk anak Vi " ucap savitri sambil beranjak dari duduknya.
" baiklah, mulai saat ini mas talak kamu dan untuk anak itu kamu bisa membawanya tapi kamu tidak usah khawatir mas akan memberikan uang setiap bulan untuk nya " ucap Haikal sambil mendorong roda kursi rodanya dan memilih masuk ke dalam kamarnya bersama Agnia dulu bukan kamar yang iya tempati dengan savitri.
" HAIKAL... APA KAMU YAKIN DENGAN YANG KAMU UCAPKAN ?
✍️✍️✍️ Apa sebenarnya yang mendasari Haikal menjadi seperti ini ? Apa karena dirinya merasa insecure pada dirinya saat ini ? Atau ini adalah karma yang harus di dapat savitri yang dulu pernah merusak kebahagiaan wanita lain untuk kebahagiaan semu 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1