End Of Patience

End Of Patience
Menunggu Hasil..


__ADS_3

Mendengar suara keributan di depan ruangan Agnia memancing sultan untuk keluar dan melihat apa yang terjadi, tapi siapa sangka jika mantan suami Agnia lagi yang ada di hadapannya.


" anda.. "


" untuk apa anda di sini, dari mana anda tau jika Agnia ada di sini " ucap sultan kerena tidak merasa telah memberitahu mantan suami Agnia.


" tunggu.. Jangan jangan apa yang saya pikirkan memang benar, jika anda adalah dalang dari sakitnya Agnia ?" ucap sultan sambil mencengkram pakaian Haikal hingga membuat suster yang menegur Haikal kaget dan berteriak.


" arrhhh " suster yang merasa akan terjadi hal yang buruk pun berusaha memisahkan Haikal dan sultan, Reina yang baru saja terlelap kembali terjaga karena mendengar keributan di depan ruangan.


" siapa sih ribut malam malam " ucap Reina sambil berjalan menuju pintu ruangan tapi alangkah kagetnya Reina saat melihat ayah dan dn om sultan sedang berdebat.


" om.. tolong lepaskan ayah " ucap Reina mengiba karena bagaimana pun Haikal tetaplah ayahnya dan dirinya tidak ingin terjadi apapun pada ayahnya.


Sultan yang mendengar ucapan Reina yang terlihat masih sayang dan perduli pada ayahnya pun akhirnya melepaskan cengkraman tangannya pada Haikal dan memilih berlalu memasuki ruangan Agnia.


" Reina masuk, sudah malam " ucap sultan yang tak mungkin menceritakan apa yang sudah Haikal lakukan pada bundanya.


Reina hanya melihat sekilas ke arah ayahnya meski berbagai macam pertanyaan berkecamuk dalam hati ya kenapa ayahnya bisa ada di sini, tapi Reina tetap memilih masuk ke dalam ruangan bahkan Reina sengaja menutup pintu ruangan sebelum Haikal masuk.


Tak ingin sultan kembali dan membuat Reina tau apa yang terjadi pada dirinya dan Agnia membuat Haikal memilih pergi, bahkan untuk meminta maaf pada Agnia pun tidak di lakukan Haikal.


" Reina tidur sana, biar bunda om yang jaga " ucap sultan karena ada yang ingin Sultan tanyakan pada agnia yang tau jika Haikal ada di luar saja bahkan Agnia tau jika dirinya dan Haikal sempat ribut.


" tapi om, kenapa ayah bisa ada di sini ?" tanya Reina yang masih penasaran dengan kehadiran ayahnya di rumah sakit.


" om ngga tau, yang om suster menegur seseorang yang berdiri di luar ruangan Bunda kamu " ucap sultan apa adanya.


" sudah jangan terlalu di pikirkan,lebih baik kamu tidur biar Bunda kamu juga bisa istirahat " ucap sultan lagi.

__ADS_1


" om sultan benar sayang, jangan terlalu di pikirkan mungkin ayah kamu sedang berkunjung ke temannya yang sakit " ucap Agnia agar Reina tidak banyak berpikir.


Meski masih ada keraguan dalam diri Reina, tapi demi membuat sang bunda tidak khawatir Reina pun mencoba memejamkan matanya lagi dan tak lama akhirnya Reina pun terlelap dalam tidurnya.


" tidur lah masih malam, karena besok kamu akan melakukan medical check up untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sama kamu "


" memang apa yang dokter katakan sampai Agnia harus melakukan medical check up " ucap Agnia, Sultan yang duduk di dekat Agnia memberanikan diri menggenggam tangan Agnia yang terlihat khawatir.


" jangan memikirkan yang belum tentu benar, yang harus kamu lakukan selalu optimis karena ada Reina yang membutuhkan kamu dan saya yang mengharapkan kamu " ucap sultan sambil mencium tangan Agnia untuk pertama kalinya.


Agnia yang sudah lama tidak di perlakukan manis seperti itu tersanjung dengan apa yang di lakukan Sultan pada dirinya dan beruntung Reina tak melihat dirinya dan sultan seperti tadi.


" dan satu yang harus kamu ingat, apapun yang terjadi sama kamu, akan ada mas yang akan selalu mendukung kamu dan membantu kamu menjaga Reina " ucap sultan yang semakin berani dengan mengusap pipi Agnia yang bersemu merah.


" tidurlah " ucap sultan dengan senyum yang menghiasi bibirnya yang menjadi kan sultan terlihat sangat tampan dan gagah di mata Agnia.


' Agnia harap mas tidak akan berubah sampai Agnia benar benar yakin jika mas tidak akan pernah mengkhianati Agnia ' ucap Agnia dalam hati sambil memejamkan matanya dan berjanji dalam hatinya akan mencoba percaya dan membuka hati untuk sultan.


" Bun.. Apa bunda agnia akan baik baik saja ?" tanya Reina semakin khawatir karena sudah satu jam lebih Agnia belum juga selesai.


" sabar dn percaya jika tuhan tidak akan menguji umatnya di luar batas kemampuan umatnya " ucap Bu cahaya yang melihat ke arah sultan yang sama khawatir nya dengan Reina.


" tuh bunda sudah keluar " tunjuk Dava pada Agnia yang baru saja di doyong dari ruang pemeriksaan, semua yang melihat Agnia merasa lega dan berharap jika apa yang pernah dokter katakan tidak lah terjadi.


" Bun.. Gimana hasilnya ?" tanya Reina tidak sabar mengetahui hasil pemeriksaan sang bunda.


" sabar rein.. Biarkan bunda istirahat dulu " ucap Bu cahaya sambil merangkul pundak Reina.


" kak sebaiknya ajak Reina pulang, biar Reina bisa istirahat dengan benar di sana " ucap sultan yang merasa kasihan Reina tidak bisa beristirahat dengan benar.

__ADS_1


" Reina ngga mau pulang om " ucap Reina yang tak ingin jauh dari bundanya.


" percaya sama om, kalo bunda kamu akan baik baik saja om janji " ucap sultan yang tak ingin Reina ikut sakit.


" om sultan benar, lagian kamu juga kan belum mandi, bau tau " ucap Dava agar Reina mau ikut pulang bersamanya dan bundanya.


" ih kamu tuh ya.. Enak aja ngatain aku bau " ucap Reina sambil mengerucutkan bibirnya di hadapan semuanya.


" ya sudah kakak pulang dulu, kamu juga harus mandi kakak sudah bawakan pakaian ganti untuk kamu " ucap Bu cahaya yang memang membawakan sultan pakaian ganti.


Bu cahaya, Dava dan Reina akhirnya memilih pulang dan mempercayakan Agnia pada sultan, dan berharap hasil yang akan Agnia dapat tidak seperti diagnosa dokter.


" Agnia.. Apa yang sebenarnya terjadi kemarin ?" tanya sultan setelah memastikan jika Reina sudah pergi bersama dengan kakaknya.


Agnia mengalihkan pandangan nya agar sultan tidak bisa membaca matanya.


" agnia ... Katakan apa yang sebenarnya terjadi ? " tanya sultan untuk kedua kalinya, berharap Agnia mau berbagi beban dalam dirinya terlebih masalah Haikal yang terus saja mengganggu nya, tapi Agnia terus saja diam membuat sultan hanya bisa menghela nafasnya.


" baiklah jika kamu masih belum mau berbagi dengan ku " ucap sultan mencoba memahami Agnia yang masih ragu pada dirinya.


" tapi jika aku tau apa yang terjadi kemarin karena ulah mantan suami mu, jangan salahkan aku untuk bertindak tegas pada nya"


Mendengar ucapan sultan membuat Agnia memberanikan diri menatap sultan yang menatap padanya sedari tadi.


" benarkan jika itu semua ulah mantan suami kamu ?


✍️✍️✍️ akan kah Agnia jujur jika yang sudah melakukan itu semua adalah Haikal mantan suaminya ?? atau agnia akan menutupi nya 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2