
Agnia yang baru saja tiba di rumahnya masih memikirkan tentang apa yang harus iya lakukan untuk bisa membantu Reina dan Dava, bukan karena Agnia tau hubungan Reina dengan Dava tapi Agnia tak tega melihat Reina yang terlihat terus bersedih saat mengingat tentang Dava.
" tapi Bun bagaimana Dava memberitahu Reina tentang kondisi Dava " kata itu terus terngiang di telinga Agnia saat tadi dirinya dan Dava berkomunikasi.
" tapi Reina harus tau, karena tak mungkin terus menutupi dari Reina " gumam Agnia yang sudah meyakinkan hatinya jika Reina berhak tau yang sebenarnya.
Agnia menarik nafasnya begitu dalam seolah menyiapkan hatinya menghadapi kemarahan Reina yang sudah menutupi keadaan Dava dari Reina selama ini
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dimana Reina dan Alan baru saja sampai di rumah pukul tiga sore, dan dua jam kemudian sultan pun pulang karena di minta Agnia pulang lebih cepat karena ada hal penting yang harus Agnia sampaikan.
" ada hal penting apa sih ?" tanya sultan yang baru saja sampai rumahnya dan kini dirinya ada bersama dengan Agnia di kamar mereka setelah sultan membersihkan diri.
" Agnia akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Dava pada Reina dan Alan " ucap Agnia yang tentu saja membuat sultan menatap serius ke arah Agnia meski sebenarnya sultan heran kenapa tiba tiba Agnia memutuskan hal ini.
" mas.. Apa Reina tidak akan marah pada kita jika saja kelak ada hal buruk yang menimpa Dava tapi Reina tidak tau ?" tanya Agnia.
" dan siap tau dengan pertemuan Reina dengan Dava bisa membantu penyembuhan Dava " ucap agnia yang memang ada benarnya dan kita tidak akan pernah tau jika kita tidak mencoba.
" baiklah, dan mas harap ini semua memang yang terbaik untuk keponakan mas ?" ucap sultan yang akhirnya setuju dengan keputusan yang di ambil Agnia.
Agnia dan sultan pun keluar dari kamar mereka dimana Reina dan Alan juga baru keluar dari kamar mereka masing masing.
" Reina, Alan duduklah ada yang ingin atmyah dan bunda sampaikan " ucap Agnia yang kini sudah duduk di samping sultan suaminya sedangkan si kembar Ghani dan Ghavi sedang bermain dengan bi tari di taman dekat rumah.
" ada apa Bun ? Apa ada yang serius ? Tanya Alan sedangkan Reina tanpa banyak bertanya langsung duduk di samping Agnia setelah Agnia menepuk sofa samping dirinya.
" ini tentang Dava " ucap sultan yang berhasil membuat Reina menatap ke arah ayah sambungnya sedangkan Alan hanya menatap ke arah Reina yangterlihat bersemangat menunggu apa yang di sampaikan sultan.
__ADS_1
" ayah ngga tau harus menjelaskan semuanya dari mana " ucap sultan sambil melihat ke arah Agnia istrinya dan setelah Agnia mengangguk sultan pun melanjutkan ucapannya.
" Dava sakit " ucap sultan yang membuat Reina mendadak panik tapi masih berusaha menutupinya dari ayah dan bundanya tapi tidak dengan Alan yang bisa melihat kekhawatiran reina dengan jelas dari jari jemari yang saling menggenggam dan meremas satu sama lain.
" Dava sakit sudah satu tahun ini, dan Dava hanya tak ingin membuat kalian khawatir dengan kondisinya saat ini " ucap sultan.
" memang Dava sakit apa yah ? Kenapa sampai satu tahun bahkan Dava seolah menghindar dari kita " ucap Alan mewakili apa yang ingin di tanyakan Reina.
" kami masih sering berkomunikasi dengan Dava, bahkan tadi pagi Dava menghubungi bunda " ucap Agnia yang membuat Reina semakin penasaran kenapa Dava menutup diri darinya tapi tetap menghubungi kedua orang tua nya.
" tumor otak " dua kata yang berhasil membuat Reina gemetar tak menyangka jika Dava akan mengalami kesakitan yang mungkin sangat luar biasa yang tidak akan pernah di pahami orang lain.
" tapi Dava tak pernah melupakan kalian bahkan Dava setiap hari menanyakan kabar kalian berdua terutama Reina " ucap Agnia yang kini sudah menatap ke arah putrinya yang tak mengatakan apapun bahkan tatapannya terlihat kosong.
" lalu dimana Dava berada sekarang ? Tanya Alan karena jika bisa Alan akan membawa Reina untuk bisa bertemu dengan Dava kekasih hatinya atau belahan jiwanya.
" saat ini Dava sedang melakukan pengobatan di Singapura dan jika tidak ada halangan akhir bulan ini Dava dan kedua orang tuanya akan kembali ke sini " ucap sultan karena melihat Agnia yang masih terus menatap ke arah Reina yang malah diam membisu.
" Alan ada apa dengan Reina ?" tanya Agnia yang masih mengikuti kemana Reina pergi.
" ada yang harus Alan katakan pada ayah dan ibu, dan ini tentang Reina " ucap Alan yang bahkan Reina tidak tau jika dirinya tau hubungan Reina dengan Dava selama ini.
" katakan saja " ucap sultan yang sudah mulai menebak jika Reina dan Dava memiliki hubungan khusus selama ini apa lagi reaksi Reina ya g terlalu jelas terlihat membuat sultan yakin jika tebakannya benar.
" alan dan Reina memiliki hubungan yang tak biasa " ucap Alan yang membuat Agnia bingung karena penjelasan Alan yang tidak jelas.
" langsung saja " ucap sultan.
__ADS_1
" Reina dan Dava adalah sepasang kekasih bahkan itu terjadi sejak mereka duduk di bangku kelas tiga SMP " ucap Agnia menatap ke arah sultan seolah meyakinkan jika apa iya dengar memang benar terjadi.
" Bun.. Yah .. Alan boleh meminta nomor handphone Dava ?" tanya Dava yang langsung di turuti oleh Agnia,
" Alan tolong beri pengertian pada Reina jika bukan niat Dafa menghindari kalian berdua terutama Reina " ucap Agnia yang semakin mengkhawatirkan Reina setelah tau hubungan Reina dengan dava
" iya Bun, Alan akan yang membantu menjelaskan pada Reina " ucap Alan yang sudah mendapatkan nomor teleon dan Agnia. Alan pun langsung menuju kamar Reina yang iya yakini sedang tidak baik baik saja.
Agnia dan sultan pun hanya bisa berharap jika alan berhasil memberikan pengertian pada Reina,
" sayang, sebenarnya ada yang harus mas sampaikan sama kamu dan juga alan " ucap sultan yang tak ingin Agnia tau dari orang lain apa lagi dari Nabila.
" apa mas ? Kelihatannya serius ?" tanya Agnia yang bisa melihat.
" ini tentang Nabila ibu kandung Alan " ucap sultan sambil menggenggam tangan Agnia.
" oh iya seperti nya mba Nabila sudah keluar dari dalam penjara ya ?" tebak Agnia berusaha tenang meski hatinya sudah mulai tak tenang.
" iya, dan kemarin dia datang ke kantor mas ' ucap sultan jujur.
" lalu ? Apa mba Nabila masih berharap bisa kembali sama mas ?" tanya Agnia menebak, sultan masih menatap ke arah wajah Agnia dan mulai menebak nebak apa yang di rasakan istrinya ini.
" apa kamu tidak marah dan cemburu mendengar Nabila datang ke kantor mas ?
✍️✍️✍️ happy reading and happy weekend.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘