
Waktu terasa sangat lama bagi Reina yang menunggu akhir bulan dimana Dava dan kedua orang tuanya akan datang dari Singapura seperti yang di ucapkan Alan saat itu.
" Bun.. Dava benar kan akan pulang dua hari lagi ?" tanya Reina sambil duduk di samping ibunya yang sedang memakan bakso yang sengaja Agnia pesan saat Reina pulang dari kampus nya.
" kalo ngga ada halangan dua hari lagi mereka pulang " ucap Agnia yang masih asik memakan bakso yang terasa sangat nikmat.
" apa Reina sudah ngga sabar ingin bertemu Dava ?' tanya Agnia yang baru saja menghabiskan makanannya.
Reina hanya tersenyum tipis tapi pipi merah merona ya tak bisa di tutupi dan Agnia bisa melihat dengan jelas rona itu.
" bunda tidak akan melarang kamu untuk tidak mencintai Dava " ucap Agnia yang sudah tau bagaimana kondisi sebenarnya Dava dari cahaya kakak iparnya.
" tapi kamu harus siap dengan kondisi terburuk yang mungkin saja harus di hadapi Dava atau mungkin penolakan dari Dava jika nanti kalian bertemu " ucap Agnia yang tak ingin Reina kecewa nantinya.
" Reina tau Bu, tapi Reina yakin jika Reina bisa meyakinkan Dava untuk mengikuti apapun yang Reina ucapkan " ucap Reina penuh keyakinan.
" dan Reina harap apapun yang Reina inginkan ayah dan bunda tidak akan keberatan dan akan selalu mendukung Reina " ucap Reina yang tentu saja membuat Agnia penasaran apa yang ada dalam pikiran putrinya.
Agnia menghela nafasnya begitu dalam seolah menguatkan apa yang akan iya sampaikan untuk Reina putrinya.
" Bun ..." Reina memegang lengan Agnia seolah mencari kekuatan dari keputusan yang akan iya ambil.
" iya sayang " ucap Agnia yang tau jika ada yang ingin Reina sampai kan dengan sangat serius padanya.
" lagi ngobrolin apa sih ?" tanya sultan yang ikut bergabung dengan anak dan istrinya.
" ada yang ingin Reina sampaikan sama kita " ucap Agnia sambil menyodorkan teh hangat di hadapan Sultan suaminya.
" apa ?" tanya sultan sambil menyeruput teh hangat yang di biarkan Agnia untuknya.
" mungkin ayah dan bunda tau hubungan Reina dengan Dava " ucap Reina yang sudah tak ingin menutupi semuanya dari dua orang yang sangat berarti bagi Reina.
" ya, lalu ?" tanya sultan.
" Reina ingin menghabiskan seluruh waktu bersama Dava selamanya " ucap Reina yakin.
__ADS_1
" apa kamu yakin ? " tanya sultan bukan karena tidak setuju dengan apa yang di inginkan Reina tapi jalan itu tidak lah mudah di lalui Reina nanti.
" Reina yakin yah, karena Reina tidak ingin menyesal di kemudian hari karena tidak bisa menghabiskan waktu bersama Dava selagi kami memiliki waktu dan kesempatan " ucap Reina penuh keyakinan dan itu membuat sultan tersenyum bangga dengan apa yang di putuskan Reina, lain halnya dengan Agnia yang merasa jika cinta yang dimiliki putrinya begitu besar untuk Dava.
" baiklah, apapun yang Reina inginkan akan kami penuhi " ucap sultan.
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dimana hari ini adalah hari dimana Dava, cahaya dan Aditya kembali tiba di tanah air yang sudah mereka tinggalkan selama sepuluh bulan dan kini mereka sudah berada di halaman rumah cahaya yang selama ini mereka tinggalkan.
" sayang apa kamu tidak ingin memberitahu Reina jika kamu sudah sampai di sini ?" tanya cahaya yang memang tidak tau jika Agnia sudah memberitahu Reina jika hari ini mereka pulang.
" Dava belum siap Bun " ucap Dava yang sudah terlihat semakin kurus dengan rambut yang mulai menipis akibat kemoterapi yang iya lakukan selama di rumah sakit di Singapura.
" apa harus aku yang datang di hadapan mu dulu baru kamu mau menemuiku " ucap Reina yang keluar dari tempat persembunyiannya menunggu Dava.
" Reina sayang ?" hanya itu yang keluar dari mulut Dava saat melihat Reina yang tiba tiba saja ada di hadapannya.
" apa aku masih kesayangan kamu ?" tanya Reina yang sudah tidak bisa membendung air matanya, Dava hanya bisa mengangguk tapi tak lama Dava menggeleng seolah apa yang iya ucapkan salah.
" apa kamu tidak merindukan ku ?" ucap Reina sambil melangkah ke hadapan Dava yang masih diam mematung, dengankan cahaya dan Aditya memilih memasuki rumah mereka agar Dava bisa menyelesaikan semuanya dengan Reina.
" salahku apa Dava ? kenapa kamu tiba tiba menghilang tanpa kabar ?" tanya Reina yang sudah semakin dekat dengan Dava yang sukini jarak di antara mereka tinggal tiga langkah.
" aku tak perduli kamu tidak rindu padaku " ucap Reina dalam pelukan Dava bahkan Air mata Reina sudah mulai membasahi jaket yang di kenakan Dava.
" aku juga tidak perduli kamu sudah tidak mencintai ku lagi " ucap Reina semakin mempererat pelukan nya pada Dava.
" aku mencintaimu Dava, aku sangat mencintaimu " ucap Reina yang sudah tak memikirkan harga dirinya demi cintanya pada Dava.
Dava yang sudah tidak kuasa membendung kerinduan dan rasa cintanya untuk Reina membuat Dava membalas pelukan Reina bahkan tak kalah erat dari Reina.
" Dava rindu, Dava cinta Reina " ucap Dava.
" andai Dava boleh egois Dava ingin menghabiskan waktu yang Dava miliki untuk bersamamu selamanya " ucap dewa yang masih memeluk Reina yang tentu saja membuat Reina melerai pelukan Dava dari tubuhnya.
" apa Dava yakin ?" tanya Reina sambil melihat ke arah wajah Dava yang kini terlihat semakin kurus bahkan jarak dari wajah Dava dan Reina hanya tinggal satu senti saja.
__ADS_1
Melihat Dava yang malah diam tanpa ingin menjawab pertanyaaan Reina membuat Reina dengan berani mencium bibir Dava yang terlihat sangat kering.
Meski harus jinjit Reina terus melakukan aksinya, meski di awal Dava masih terdiam mencerna apa yang di lakukan Rachma padanya, tapi lama kelamaan Dava pun mulai membalas apa yang di lakukan Reina padanya.
" Reina cinta sama Dava dan Reina mau kita menikah setelah ini " ucap Reina yang kembali membuat Dava terdiam mendengar apa yang di sampaikan Reina padanya.
" ayah dan bunda akan mengurusnya bahkan ayah dan bunda akan langsung memberitahukan sama ayah dan bunda kamu sekarang " ucap Reina yang lagi lagi membuat Dava terdiam seolah Reina sudah memikirkan semuanya.
" apa kamu menikahi ku karena kasihan padaku ?" tanya Dava insecure pada dirinya sendiri, namun Reina menggeleng sambil membelai pipi Dava.
" Reina hanya ngga mau jauh dari Dava, cukup satu tahun kemarin Dava menghilang tanpa kabar dan mulai sekarang kemanapun Dava berada di sana akan ada Reina yang akan menemani Dava " ucap Reina sambil menyelami pancaran mata Dava.
" apa bunda dan om sultan akan setuju kamu menikah dengan ku yang mungkin usia ku " Reina langsung membekap mulut Dava dengan mengecup sekilas bibir Dava yang menurut Reina asal bicara.
" apa Dava ingin bertanya sendiri sama ayah dan bunda apa mereka merestui kita atau tidak ? tanya Reina sambil menarik Dava untuk memasuki rumahnya dimana disana keluarga mereka sudah berkumpul termasuk Agnia dan sultan tak lupa Alan yang dari tadi bersembunyi di belakang pintu mendengar kan setiap kata yang Reina lontarkan pada Dava.
" nah ini dia calon pengantin yang akan kita nikahkan malam ini juga " ucap sultan yang sudah berhasil membujuk dan menjelaskan pada cahaya dan juga Aditya apa yang di inginkan Reina bahkan Agnia juga menceritakan hubungan Reina dengan Dava selama ini.
" apa om dan bunda tidak keberatan jika Reina menikah dengan Dava yang mungkin saja " Reina menutup mulut Dava dengan tangannya.
" jika Dava tidak ingin menikah dengan Reina maka selamanya Reina tidak mau menikah " ucap Reina yang sejujurnya sangat menyakitkan bagi Alan.
" sayang jangan berbicara seperti itu " ucap Dava yang langsung menarik Reina dalam pelukannya.
" kita akan menikah dan kita akan bahagia sampai ajal menjemput ku lebih dulu " ucap Dava yang kini sudah memeluk Reina di hadapan semuanya.
Agnia dan sultan pun tersenyum lega karena akhirnya Reina bisa bersama dengan orang yang iya cintai meski jalan kedepannya untuk keduanya tidak lah mudah, begitu juga dengan cahay yang merasa bersyukur Reina mau menerima Dava bahkan cahaya berharap Reina akan menjadi semangat baru untuk Dava menjalani hari harinya dan menjalani pengobatan demi kesembuhan nya.
" meski bukan kakak yang akan menjaga dan membahagiakan kamu, tapi kakak selalu mendoakan kamu agar selalu bahagia " ucap Alan yang ikut tersenyum meski hatinya kembali terluka.
.....**Tamat**....
Terima kasih yang sudah setia mendukung dan memberi support buat R-kha menyelesaikan karya R-kha ini, semoga kalian selalu suka cerita yang R-kha berikan untuk kalian
Pantengin terus ya dan jadikan R-kha sebagai penulis favorit kamu agar tau cerita terbaru R-kha nantinya...
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreee 😘😘😘