
Baru saja Agnia berusaha membujuk Alan tapi kini ibunya Alan sudah ada di hadapannya bahkan berteriak memanggil Alan tanpa sopan santun.
" Alan.. ini mama " ucap Nabila yang sudah menerobos masuk sebelum Agnia mempersilahkan dirinya masuk.
" mba .. " tapi dengan angkuh Nabila mengacuhkan Agnia dan itu terlihat oleh sultan dan juga Alan.
" Alan ayo kita pulang " ajak Nabila tanpa memperdulikan Agnia dan hanya menatap ke arah sultan.
" mah, jangan seperti itu " ucap Alan yang malu akan apa yang di lakukan ibunya.
" kenapa kamu jadi seperti ini ? apa karena pengaruh wanita ini kamu jadi tidak menghormati mama mu sendiri " ucap Nabila yang malah menyalahkan Agnia.
" Nabila jaga ucapan mu " ucap sultan yang tak ingin siapapun menghina istrinya Agnia.
" jika Alan sudah tidak menghormatimu bukan karena Agnia tapi karena dirimu sendiri yang tidak bisa menghormati orang lain " ucap sultan lagi yang kini sudah kehilangan respeknya terhadap Nabila.
" kalian semua sudah terlalu mengagungkan wanita ini " ucap Nabila yang benar benar cemburu terhadap Agnia.
" karena Bunda Agnia bisa menempatkan diri, tidak seperti mama yang hanya bisa mengajarkan untuk bersiasat dalam keburukan " ucap Alan yang mulai lelah dengan apa yang di lakukan mamanya.
" ALAN " bentak Nabila bahkan dengan mengangkat tangan kanannya yang hampir saja menampar Alan tapi Agnia berhasil menahan tangan Nabila sebelum tangan itu bisa menyentuh pipi Alan.
" jangan pernah menyentuh Alan dengan cara seperti ini " ucap Agnia dengan sorot mata penuh amarah.
" bicaralah baik baik bujuk Alan agar mau kembali pulang, jangan menggunakan cara yang aka membuat kamu buruk di depan mata Alan " ucap Agnia yang tidak akan melarang Nabila untuk membawa Alan selama Alan mau dari hati tidak dengan cara paksa seperti ini.
" jangan mengajariku bagaimana cara membujuk Alan " ucap Nabila penuh keangkuhan.
" Alan ngga mau ikut dengan mama " ucap Alan tegas di tambah dirinya yang kecewa dengan cara Nabila mengajaknya pulang.
" kamu sadar yang kamu ucapkan Alan " tanya Nabila yang kini sudah kehilangan akal dan kesabarannya menghadapi penolakan Alan.
__ADS_1
" apa maksud kamu Nabila ?" tanya sultan yang bukan tidak mengerti maksud ucapan Nabila, tapi sultan hanya ingin memastikan tebakannya tentang maksud Nabila.
" kamu tidak ada hubungan apapun dengan mereka ? apa kamu lupa "
deggg
Ucapan Nabila menyadarkan sultan akan status dirinya dan itu di sadari oleh Agnia dimana ucapan Nabila secara tidak langsung menampar sultan tentang siapa dirinya bagi Alan.
" tidak semua ikatan berdasarkan pertalian darah, tapi karena kepercayaan dan kenyamanan yang di rasakan dari orang itu yang membuat kita ingin selalu bersama dengannya "
Ucapan Agnia yang tentu saja membuat sultan kembali percaya diri meski dirinya dan Alan tidak memiliki hubungan darah tapi tak menghilangkan haknya untuk bisa melindungi Alan dan memberikan yang terbaik untuk Alan.
" Alan tau dan Alan masih ingat jika ayah sultan bukan lah ayah kandung Alan " ucap Alan yang kembali terlihat sedih dan tak jauh dari mereka Reina Dava dan Bu cahaya bisa melihat bagaimana beratnya Alan menghadapi situasi nya saat ini.
" tapi asal mama tau jika ayah tidak pernah menganggap Alan bukan anaknya, bahkan ayah menerima Alan seperti ayah menerima anak dari bunda Agnia " ucap Alan yang memang tidak merasa asing di tengah tengah Agnia dan sultan.
" benarkah ? dan apa kamu yakin jika sayangnya mereka pada kamu tidak akan pernah berubah" tanya Nabila yang berusaha membuat Alan ragu pada sultan maupun Agnia.
" oh ya, jadi kamu anak wanita ini ?" tanya Nabila yang masih belum bisa bersikap baik pada siapapun yang berhubungan dengan sultan maupun Agnia.
" ya aku anak bunda Agnia dan aku sudah menganggap kak Alan sebagai kakak ku sendiri " ucap Reina lantang bahkan dengan penuh keyakinan.
" Alan mohon ma " ucap Alan yang sudah tidak enak pada semua yang ada di rumah ini karena Nabila terus membuat kegaduhan.
" Alan pasti pulang, tapi beri Alan waktu untuk bisa memaafkan atas kebohongan yang sudah mama lakukan selama ini "
Bukan Nabila tidak sayang pada Alan tapi karena saking sayangnya Nabila tak ingin kehilangan Alan karena lebih memilih sultan dan Agnia dari pada dirinya.
" jika memang mba menyayangi Alan, biarkan Alan menentukan dimana dirinya akan tinggal " ucap Agnia yang sudah melihat Nabila yang seperti nya mulai luluh tidak sekeras tadi.
" saya yakin jika Alan tidak akan pernah melupakan siapa ibu kandungnya dan saya tidak akan membatasi Alan jika memang Alan ingin bertemu dengan mba atau sebaliknya yang penting mba tau batasan saat mba datang ke rumah ini " ucap Agnia yang langsung memasang dinding pembatas dimana posisi Nabila di rumah ini.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun Nabila memilih pergi meninggalkan rumah sultan bahkan Nabila tidak mengatakan apapun pada Alan.
" lebih baik kamu istirahat, ayah yakin mama mu akan baik baik saja " ucap sultan yang tau jika Alan juga memikirkan ibunya yang pergi tanpa pamit.
Sedangkan di rumah Bu Nina, Haikal yang sudah lebih tenang saat sudah menyapa anaknya meski lewat doa membuat Bu Nina terlihat heran.
" ada apa ? apa kamu mengkhawatirkan Adam ?" tanya Bu Nina yang dari tadi memperhatikan Haikal, bahkan saat Haikal berdoa pun Bu Nina masih bisa mendengar nya.
" wajar jika Haikal mengkhawatirkan Adam karena Savitri tinggal sendiri bahkan Haikal yakin jika ini pengalaman pertama Savitri mengurus bayi " ucapan Haikal membuat Bu Nina tersenyum karena merasa lucu dengan apa yang di lakukan Haikal.
" jika memang kamu sayang pada Adam dan perduli pada Savitri lalu kenapa kamu menceraikannya ?" tanya Bu Nina yang masih penasaran dengan keputusan yang di ambil Haikal untuk Savitri dan Adam.
" Haikal tidak ingin membahasnya Bu " ucap Haikal sambil melihat ke arah lain menghindari tatapan Bu Nina.
" Bu.. apa Agnia menelpon hari ini ?" tanya Haikal yang ingin mengalihkan pembicaraan.
" Agnia tidak menelpon, mungkin dia sedang berbulan madu dengan suami baru nya " ucap Bu Nina tapi tak lama Bu Nina langsung menutup mulutnya saat melihat perubahan di wajah Haikal.
" jika kamu memang sayang dan perduli pada Agnia dan juga Reina, biarkan mereka bahagia dengan apa yang sudah mereka putuskan " ucap Bu Nina.
" dan kamu tidak perlu khawatir, meski Agnia kini sudah menikah tapi tidak merubah status kamu yang masih ayah kandung dari Reina dan kamu masih memegang tanggung jawab terhadap Reina putri mu "
" tapi Bu, apa Reina masih menganggap Haikal sebagai ayah nya ? sedangkan saat Haikal seperti ini saja Agnia dan Reina tidak datang melihat kondisi Haikal !!
✍️✍️✍️ dih baper.. ngga sadar sudah banyak rasa kecewa yang di rasakan Agnia dan Reina, ini baru ngga tdi tengok pad sakit aja 😒😤 Haikal aneh 😅😅
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1