
Setelah mendapat pesan dari Agnia hati sultan mendadak tidak tenang tapi iya tak ingin berpikir buruk tentang perasaannya.
" ya Tuhan lindungilah semua keluarga ku " doa sultan yang lumayan membuat hatinya sedikit lebih tenang.
Lain halnya dengan Agnia yang merasa jika dirinya sedang di ikuti tapi Agnia tetap berusaha tenang, Agnia sedikit mempercepat laju motor nya saat berada di tempat yang sepi dan kembali memelankan motor nya saat jalanan mulai ramai.
" yah Reina mau pulang dulu ya " ucap Reina yang mendadak gelisah dan Haikal bisa melihat dengan jelas kegelisahan yang Reina rasakan.
" kamu kenapa sayang " tanya Bu Nina yang melihat Reina yang seperti tergesa gesa.
" ngga papa nek, Reina hanya ingin pulang " ucap Reina yang sulit menggambarkan apa yang di rasa olehnya dan tak mau membuat neneknya khawatir atas sesuatu yang belum pasti .
" ya sudah, jangan lupa beri kami kabar jika kamu sudah sampai rumah " ucap Bu Nina di akhiri kecupan sayang di kening Reina.
Reina pun memilih pulang ke rumah Bu cahaya karena dari rumah Haikal ke rumah Bu cahaya jauh lebih dekat dari pada ke rumahnya.
" kenapa mobil itu terus mengikuti ku " ucap Agnia yang sudah terlihat benar benar panik karena dari tadi semenjak dirinya keluar dari pagar
Tapi belum berhasil agnia menghindar, motor yang di tumpanginya malah di tabrak dengan sangat kencang hingga membuat agnia terpental pinggir trotoar jalan.
" halo "
" halo " sapa Nabila saat mengangkat sambungan telepon dari orang yang iya perintahkan.
" seperti yang kamu minta aku sudah menghilangkan batu yang menghalangi jalan mu untuk memiliki sultan " ucap orang yang baru saja menabrak Agnia dan kini dirinya sudah pergi jauh dari tempat kejadian karena jalanan yang lumayan sepi.
" bagus, aku suka dengan cara kerja kamu yang tidak harus menunggu lama untuk menjalankan apa yang ku perintahkan " ucap Nabila pada orang kepercayaannya.
" jangan lupa dengan bayaran ku karena aku sudah melakukan apa yang kamu minta " ucap orang suruhan Nabila.
" baiklah, aku akan mengirimkan nya sekarang " ucap Nabila
Lain halnya dengan Agnia yang kini baru saja di masukan ke dalam mobil ambulan karena kondisi Agnia yang cukup parah.
Reina yang baru saja sampai di rumah Bu cahaya heran karena Bu cahaya terkesan sedang terburu buru dengan wajah yang terlihat panik.
__ADS_1
" Dava, Bunda mau kemana ?" tanya renia saat melihat wajah memerah Dava yang seperti baru saja menangis.
Bu cahaya yang baru menyadari kehadiran Reina pun langsung memeluk Reina tapi itu malah membuat Reina semakin gelisah.
" Bun.. Bunda kenapa ?" tanya Reina yang masih mencoba untuk tenang.
" kita harus ke rumah sakit " ucap Bu cahaya yang tak ingin Reina ikut panik
" tapi ada apa bun ? dan siapa yang sakit ?" tanya Reina sambil melihat ke arah Bu cahaya tapi Bu cahaya menghindari tatapan Reina karena tak tega mengatakan yang sebenarnya.
" Reina, Dava mohon jangan banyak bertanya untuk saat ini, Dava mohon ikut kita ke rumah sakit " ucap Dava sambil menarik Reina agar mereka bisa segera sampai ke rumah sakit.
Sedangkan di rumah sakit sultan baru saja sampai setelah di beri kabar oleh petugas rumah sakit jika Agnia mengalami kecelakaan laka lantas.
" ya Tuhan tolong lindungi istri hamba dan sembuhkan lah iya seperti sebelumnya " doa sultan dalam hati karena hingga saat ini dirinya masih belum bisa melihat Agnia meski hanya seujung rambut.
Reina, Bu cahaya dan Dava baru saja tiba di tempat sultan berdiri menunggu Agnia, di saat itu pula dokter yang menangani Agnia keluar dari ruang tindakan dengan wajah yang terlihat sangat lesu dan penuh penyesalan.
" keluarga nyonya Agnia ?" ucap dokter memastikan jika yang ada di hadapannya ini adalah keluarga dari pasien yang baru saja iya tangani.
degg
" iya dok, saya suaminya " ucap sultan yang mulai berpikir buruk saat melihat wajah dokter yang penuh sesal.
" maaf.."
Hanya mendengar kata maaf dari dokter, Reina sudah tak bisa menahan beban tubuhnya jika bukan Dava yang sigap mungkin Reina sudah ambruk di hadapan semuanya.
" sayang.. kamu harus tenang, jangan berpikir buruk, bunda Kita pasti akan baik baik saja " ucap sultan sambil membelai rambut Reina meski jujur hatinya sudah menerka neraka apa yang akan di sampaikan dokter tadi pada Agnia.
" maaf dok, tolong di lanjutkan " ucap Bu cahaya yang tak tega melihat adiknya yang kini berusaha kuat di hadapan semuanya.
" karena benturan yang cukup keras membuat cedera kepala yang di alami nyonya Agnia lumayan parah "
" dok jangan berbelit belit katakan dengan jelas apa yang terjadi pada Agnia " ucap sultan yang sudah tidak sabar mendapatkan kabar tentang istrinya.
__ADS_1
" baiklah, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati nyonya Agnia, tapi Tuhan masih ingin menguji karena setelah selesai operasi nyonya Agnia tidak sadarkan diri, dan saat ini nyonya Agnia koma " ucapan dokter menjelaskan apa adanya.
Sultan tak percaya jika Agnia kembali mengalami hal seperti ini, seolah apa yang sudah Agnia alami masih kurang hingga Agnia harus menghadapi hal ini.
" boleh saya melihatnya !" tanya sultan yang langsung di ikuti Reina di belakang sultan meski harus di pegangi oleh Dava.
" boleh tapi tidak bisa lama karena kondisi pasien masih belum stabil " ucap dokter yang tak tega melihat keluarga yang kini seperti kehilangan sandaran.
" Bun Alan telepon " ucap Dava sambil memperlihatkan handphone nya ke arah Bu cahaya.
" angkat saja " ucap Bu cahaya yang sebenarnya ingin ikut melihat kondisi Agnia saat ini.
" halo Lan " ucap Dava setelah mengangkat sambungan telepon tapi matanya masih melihat ke arah reina yang di rangkul pak sultan menuju ruangan agar bisa melihat kondisi Agnia.
" halo.. Lo dimana ??" tanya Alan yang baru saja tiba di rumah Alan seperti yang di ucapkan Reina tadi pagi.
" di rumah sakit "
" siapa yang sakit ?" tanya Alan yang mengingat apa yang iya dengar saat berada di rumah Nabila.
" Bunda, dan kata dokter bunda koma " ucap Dava yang dengan nada yang terdengar lemah.
" rumah sakit mana, aku segera ke sana " tanya Alan yang bukan hanya mengkhawatirkan Bundanya tapi juga mengkhawatirkan kondisi Reina.
Dava langsung menutup sambungan telepon setelah memberikan alamat rumah sakit dimana Agnia berada.
Sedangkan sultan dan Reina baru saja memasuki ruangan dimana Agnia berada.
" Bun.. bangun Bun ... ini Reina " ucap Reina yang sudah menggenggam tangan Agnia yang terbebas dari infusan.
" sayang.. ini mas.. bukalah matamu sayang ..
✍️✍️✍️ apakah ini adalah akhir dari kehidupan Agnia ? dari semua rasa yang sudah iya lewati selama hidupnya, ataukah akan ada secercah harapan agar Agnia bisa kembali sadar dan bisa berkumpul bersama orang orang yang iya cintai lagi ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih Semangat lagi update nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
love you moreee 😘😘