
Entah apa yang di pikirkan Alan saat ibunya menanyakan apakah dirinya tau atau tidak dengan anak dari wanita itu, tapi untuk membuat ibunya sedikit tenang Alan mengaku mengenal nya.
" mah, Alan keluar dulu cari makan, lebih baik mamah tidur saja " ucap Alan yang tak terlalu mengkhawatirkan ibunya yang hanya mogok makan hingga akhirnya lemas tak bertenaga.
Alan memilih keluar dari ruang ibunya untuk mencari udara segar, tapi pa yang iya lihat justru membuatnya tau siapa anak yang di maksud oleh ibunya.
" jadi dia anak wanita itu " ucap Alan sambil memperhatikan Sultan Agnia dan Reina yang juga sedang menuju luar rumah sakit.
" tapi tunggu bukankah dia anak yang sering pulang bersama Dava ?" ucap Alan yang baru menyadari jika dia sering melihat nya.
Alan memilih pergi ke kantin rumah sakit dan berusaha tak memperdulikan ayahnya yang lebih memilih keluarga lain dari pada dirinya.
Setelah makan malam yang sudah terlewat malam, kini sultan Agnia dan Reina menuju rumah Bu cahaya, dimana Bu cahaya sedang menunggu mereka di ruang keluarga sedangkan Dava sudah terlelap tidur di kamarnya sendiri.
" sayang.. " Bu cahaya langsung memeluk Reina yang terlihat sangat mengantuk.
" kak ajak Reina dan agnia tidur di kamar sultan saja, biar sultan yang tidur di sofa " ucap sultan yang mendapat tatapan tajam dari Agnia yang merasa malu harus tidur di kamar laki laki lain untuk pertama kalinya.
" apa kalian sudah memutuskan ?" tanya Bu cahaya pada sultan sebelum mengajak agnia dan Reina masuk ke kamar sultan.
" besok sultan cerita sekarang lebih baik ajak mereka, mereka pasti sudah sangat mengantuk " ucap sultan yang memilih menuju ruang keluarga dan merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang.
" ayo, kalian pasti capek " ucap Bu cahaya sambil mengajak agnia dan Reina ke kamar sultan.
Pagi Ini terasa berbeda dimana Dava yang tau jika Reina tidur dirumahnya merasa sangat senang karena hari weekend seperti ini iya bisa melihat Reina yang terlihat sangat cantik bahkan saat bangun tidur.
" hai.. " sapa Dava yang entah kenapa terlihat malu malu di hadapan Reina.
" hai.." sama hal nya yang di rasakan Dava, Reina pun merasa malu di hadapan Dava.
" aihhh.. Kalian berdua ini seperti baru pertama kali bertemu saja " ucap Bu cahaya saat melihat Dava dan Reina yang terlihat aneh pagi ini.
" Bun.. Bunda agnia mana ?" tanya Reina yang memang tak melihat Agnia saat bangun tidur.
__ADS_1
" bunda kamu lagi pulang dulu ke rumah sekalian bawain baju ganti buat kamu " ucap Bu cahaya apa adanya.
" kenapa bunda ngga ajak Reina pulang ?" tanya Reina sambil mendudukkan diri di kursi ruang makan dimana Bu cahaya sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga nya.
" emang Reina sudah ngga betah main di rumah bunda ?" tanya Bu cahaya yang merasa Reina berbeda dari biasanya.
" bukan begitu Bun " Reina tidak meneruskan ucapannya saat melihat Dava yang sudah rapih bahkan wangi.
" ya sudah jangan di pikirkan, lebih baik kita sarapan saja " ucap Bu cahaya sambil mengambilkan sarapan untuk Reina.
" Bun.. Anak bunda itu Dava bukan Reina " ucap Dava yang hanya ingin menggoda Reina yang terlihat cantik di mata Dava meski sebenarnya Reina masih acak acakan.
" bilang aja kamu cemburu karena bunda lebih perhatian sama aku " ucap Reina sambil menjulurkan lidah nya di hadapan Dava, tapi lain di hati keduanya yang merasakan jantung mereka yang semakin berdetak tak beraturan saat tatapan mereka bertemu.
" sudah-sudah kenapa kalian jadi berantem sih " ucap Bu cahaya yang mulai menikmati sarapannya di tengah tengah Dava dan Reina.
Lain halnya dengan Agnia yang baru saja sampai rumah bersama dengan sultan yang tak membiarkan Agnia pergi seorang diri.
" masuk mas, Agnia tinggal sebentar " ucap Agnia yang langsung memasuki kamarnya untuk membersihkan diri baru setelah itu Agnia menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Sultan.
" mas ngga mau kamu sampai sakit karena terlalu lelah bekerja apa lagi kamu semalam kan kurang tidur " ucap sultan di sela sela sarapan nya.
Agnia tau jika maksud sultan itu baik dimana iya tidak ingin dirinya sampai sakit seperti awal awal perkenalan mereka dulu dan tanpa pikir panjang Agnia langsung mengangguk setuju.
" Nia.. bersiaplah, siang ini kita akan pergi " ucap sultan tanpa menanyakan apakah Agnia mau atau tidak.
" mau kemana ? Tidak hanya berdua kan ?" tanya Agnia yang masih malu jika hanya pergi berdua dengan sultan.
" kenapa ? Apa kamu masih belum nyaman jalan berdua dengan mas ?" tanya sultan yang sedikit kecewa karena Agnia seperti enggan pergi berdua dengannya.
" bukan begitu, kita kan masih belum halal dan mas tau kan kalo kita hanya berdua makan yang ketiga " belum selesai Agnia berbicara sultan malah menghentikan ucapannya.
Cup.. Sultan yang gemas dengan Agnia yang seperti anak ABG yang baru mengenal cinta pun akhirnya untuk pertama kali mencium Agnia tepat di bibir Agnia.
__ADS_1
" mas... " Agnia menutup mulutnya setelah sultan kembali duduk di hadapan nya.
" bagaimana hubungan kit akan menjadi lebih dekat sedangkan kamu seperti enggan menghabiskan waktu berdua dengan mas " ucap sultan tanpa rasa bersalah telah mencium Agnia.
" atau kamu mau kita langsung menikah agar kita bisa lebih leluasa berinteraksi " ucap sultan sambil mengedipkan matanya menggoda Agnia.
Agnia hanya bisa mengalihkan pandangan nya tapi hal itu malah membuat sultan yakin jika memang Agnia sudah siap jika memang dirinya mengajak nya ke pelaminan.
" ayo kita pergi, Reina pasti sudah menunggu dan kita akan mengajak Dava dan juga Reina untuk ikut bersama kita agar kamu nyaman saat kita pergi nanti " ucap sultan.
Agnia pun memasuki kamarnya untuk mengambil pakaian untuk Reina dan juga untuknya meski hanya untuk berjaga jaga bila hujan atau ada hal yang tidak di inginkan.
Sedangkan sultan kini sedang menghubungi seseorang untuk membantu melancarkan kejutan untuk Agnia sore nanti.
" sudah siap ?" tanya sultan setelah melihat agnia keluar dengan membawa tas yang sultan yakini berisi pakaian untuk Reina.
" iya.. Ayo, Reina pasti udah nunggu " ucap Agnia yang sudah jalan terlebih dahulu tapi lagi Lagi sultan memberikan kejutan untuk nya.
grepp
Sultan memeluk Agnia dari belakang dan meletakan wajahnya di ceruk leher Agnia.
" terima kasih sudah memilih mas, dan mau menerima mas apa adanya " ucap sultan sambil menghirup aroma tubuh Agnia yang berhasil membuat nya tenang.
" mas janji kan membuat Alan mengerti dn merestui hubungan kita dan mas tidak akan pernah mengecewakan kamu apa lagi seperti mantan suami kamu "
Meski terasa geli geli sedap Agnia mencoba meresapi setiap ucapan sultan dan berharap jika itu bukan hanya bualan semata tapi bisa di buktikan oleh sultan.
" kalian sedang apa ?
✍️✍️✍️ siapa yang tiba tiba datang ke rumah Agnia ??? Dan apa rencana kejutan yang akan di berikan sultan untuk Agnia ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹